Silahkan masukkan username dan password anda!
Login

Lupa password?

Latest topics
» Ada apa di balik serangan terhadap Muslim Burma?
by Dejjakh Sun Mar 29, 2015 9:56 am

» Diduga sekelompok muslim bersenjata menyerang umat kristen
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:30 am

» Sekitar 6.000 orang perempuan di Suriah diperkosa
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:19 am

» Muhammad mengaku kalau dirinya nabi palsu
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:53 pm

» Hina Islam dan Presiden, Satiris Mesir Ditangkap
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:50 pm

» Ratusan warga Eropa jihad di Suriah
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:48 pm

» Krisis Suriah, 6.000 tewas di bulan Maret
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:46 pm

» Kumpulan Hadis Aneh!!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:43 pm

» Jihad seksual ala islam!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:40 pm

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Akal Budi Islam on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of on your social bookmarking website

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Poll
Statistics
Total 40 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah tutunkasep

Total 1142 kiriman artikel dari user in 639 subjects
Top posting users this month

User Yang Sedang Online
Total 2 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 2 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 23 pada Sat Jun 04, 2016 11:25 pm

Waspadai fatwa MUI palsu tentang kebenaran Syiah

 :: Debat Islam :: Akhlaq

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Waspadai fatwa MUI palsu tentang kebenaran Syiah

Post  Admin on Thu May 26, 2011 7:37 pm

Rasul ArasyKamis, 26 Mei 2011 17:34:48Hits:
BEKASI (Arrahmah.com) – Dalam acara tabligh akbar “Membongkar Kekufuran Syi’ah” di Masjid Jami’ Amar Ma’ruf Bulak Kapal, Bekasi Timur, pada hari minggu (22/5/2011) lalu, empat orang preman bayaran tertangkap basah menyebarkan fatwa MUI palsu tentang kebenaran mahzab Syiah.

Selebaran bertajuk “Fatwa Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia): Syi’ah Sah Sebagai Mazhab Islam.” Brosur yang dicetak di atas kertas HVS putih ini dibagikan kepada jamaah bersamaan dengan dipasangnya spanduk sponsor Majelis Ukhuwah Sunni-Syi’ah (MUHSIN) di seberang masjid.

Dalam uraiannya, selebaran yang mengatasnamakan MUI Pusat ini menyebutkan bahwa MUI Pusat memfatwakan Sunni dan Syi’ah itu bersaudara sesama Muslim. Isi selebaran tersebut juga menyebut orang yang membeda-bedakan Sunni dan Syi’ah sebagai perbuatan yang menentang Allah SWT.

Berikut kutipan lengkap fatwa palsu yang mengatasnamakan MUI Pusat tersebut:

Fatwa Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia): Syi’ah Sah Sebagai Mazhab Islam

Sunni-Syi’ah bersaudara, sama-sama umat Islam. Itulah prinsip yang dipegang oleh MUI. Jika ada yang memperselisihkan dan menabrakkan keduanya, mereka adalah penghasut & pemecah-belah umat. Mereka berhadapan dengan Allah SWT yang menghendaki umat ini bersatu.

Di tengah gencarnya isu yang menyudutkan Syi’ah sebagai mazhab sesat dan dinilai bukan dari islam, ketua majelis ulama indonesia menyatakan Syi’ah sebagai mazhab yang sah san benar dalam islam.

Selengkapnya baca di http://www.tin####.com/3kzb2

Mohon informasi ini disebarluaskan agar umat islam tidak termakan oleh isu-isu yang dirancang Zionis, Amerika Serikat dan para propaganda yang menghendaki perpecahan umat islam. Semoga informasi ini bermanfaat.

Prof KH Umar Shihab MA
Ketua MUI

Fatwa dalam selebaran yang mengatasnamakan MUI Pusat ini sangat aneh, karena biasanya, setiap fatwa MUI diawali dengan basmalah dan disertai logo MUI, kemudian diakhiri dengan tanda tangan dan stempel resmi MUI. Selain itu, tidak dicantumkannya tanggal dan alamat menambah daftar kepalsuan fatwa yang menjustifikasi keabsahan Syiah tersebut.

Sementara itu, secara defacto maupun dejure, fatwa pendukung Syi’ah yang dinisbatkan kepada MUI itu bertentangan dengan Fatwa MUI yang resmi dikeluarkan pada tahun 1984.

Berikut adalah fatwa asli dan resmi MUI Pusat yang menyatakan kesesatan Syi’ah:

FATWA MUI TENTANG SYI’AH

Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H/Maret 1984 M merekomendasikan tentang faham Syi’ah sebagai berikut:

Faham Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jama’ah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia.

Perbedaan itu di antaranya :

1. Syi’ah menolak hadits yang tidak diriwayatkan oleh Ahlul Bait, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak membeda-bedakan asalkan hadits itu memenuhi syarat ilmu musthalah hadits.

2. Syi’ah memandang “Imam” itu ma ‘sum (orang suci), sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah memandangnya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan (kesalahan).

3. Syi’ah tidak mengakui Ijma’ tanpa adanya “Imam”, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ ah mengakui Ijma’ tanpa mensyaratkan ikut sertanya “Imam”.

4. Syi’ah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/pemerintahan (imamah) adalah termasuk rukun agama, sedangkan Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) memandang dari segi kemaslahatan umum dengan tujuan keimamahan adalah untuk menjamin dan melindungi dakwah dan kepentingan umat.

5.Syi’ah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar As-Shiddiq, Umar Ibnul Khatthab, dan Usman bin Affan, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengakui keempat Khulafa’ Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali bin Abi Thalib).

Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah seperti tersebut di atas, terutama mengenai perbedaan tentang “Imamah” (pemerintahan)”, Majelis Ulama Indonesia mengimbau kepada umat Islam Indonesia yang berfaham Ahlus Sunnah wal Jama’ah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran Syi’ah.

Ditetapkan: Jakarta, 7 Maret 1984 M (4 Jumadil Akhir 1404 H)

KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA

Prof. K.H. Ibrahim Hosen, LML
Ketua

H. Musytari Yusuf, LA
Sekretaris


Dimanapun dan kapanpun, kaum muslimin harap lebih waspada dan berhati-hati dengan segala selebaran yang menyatakan kebenaran Syiah atas nama MUI. Karena sejak dirilis tahun 1984 hingga saat ini, fatwa MUI tentang kesesatan Syi’ah belum pernah diamandemen apalagi dicabut. (voaI/rasularasy/arrahmah.com)
avatar
Admin
Admin

Jumlah posting : 225
Join date : 17.04.11

Lihat profil user http://akalbudiislam.forumid.net

Kembali Ke Atas Go down

Jutaan dollar bantuan tunai dicuri oleh pemerintah boneka Somalia

Post  Admin on Thu May 26, 2011 7:39 pm

Hanin MazayaKamis, 26 Mei 2011 17:31:41Hits: 0
MOGADISHU (Arrahmah.com) - Politikus Somalia kembali dari negara-negara Arab dengan membawa tas berisi jutaan dollar uang tunai, namun laporan pengawas pemerintah yang dikeluarkan oleh Associated Press menemukan bahwa lebih dari 70 juta dollar AS tidak digunakan untuk memerangi “terorisme”, pembajakan atau kelaparan, uang tersebut hilang tanpa jejak.

Pembayaran secara tunai mendorong politikus untuk menggantungkan kekuasaan, sementara sedikit sekali perhatian mereka terhadap kebutuhan rakyat dan negara yang hancur karena perang selama dua dekade. Kurangnya perhatian terhadap kebutuhan konstituen juga dapat memicu pemberontakan, ujar seorang pejabat.

“Politikus ingin menjaga status quo. Mereka mendapat keuntungan dari itu,” ujar Abdirazak Fartaag, kepala Unit Manajemen Keuangan Publik, sebuah badan pemerintah Somalia yang bertugas mengawasi pengelolaan uang negara.

Perdana Menteri Somalia mengaklaim kepada AP, pemerintah berusaha lebih transparan dengan bekerja dari anggaran dan membuat catatan publik.

Dalam laporan sebanyak 22 halaman yang dirilis Rabu (25/5/2011) dan diperolah secara ekslusif oleh AP, Fartaag mendokumentasikan pembayaran tunai yang datang dari Libya, Uni Emirat Arab, Sudan dan donatur lainnya pada tahun 2009 dan 2010, sebesar lebih dari 75 juta USD. Hanya 2,8 juta USD yang dicatat oleh pemerintah. Dasar laporannya ditulis berdasarkan wawancara dengan politisi yang menyaksikan pembayaran atau menerima uang di Mogadishu, ibukota Somalia.

Faartag mengatakan dalam laporannya bahwa pemerintah Somalia “kehilangan” lebih dari 300 juta USD dalam sekali pendapatan internal dari pelabuhan, bandara, perdagangan khat dan telekomunikasi ditambah dengan jutaan bantuan tunai dari negara Arab.

Penyelidikan AP secara terpisah menyatakan bahwa bantuan tunai dari negara-negara Arab terus diberikan di tengah kurangnya transparansi atas berapa banyak uang yang diterima politisi dan apa yang terjadi dengan bantuan itu.

Perdana Menteri (PM) Somalia, Mohammed Abdullahi Mohammed mengatakan kepada AP dalam sebuah wawancara di Mogadishu pada bulan April lalu bahwa pemerintah menerima bantuan tunai sebesar 5 juta USD tahun ini dari negara Timur Tengah, ia yakin itu berasal dari Uni Emirat Arab.

Tetapi Menteri Keuangan, Halani Hussein mengatakan di bulan yang sama bahwa ia menemani PM selama dua kali ke Abu Dhabi, ibukota Uni Emirat Arab di tahun ini dan ia melihat secara pribadi bahwa Mohammed menerima 5 juta USD dalam setiap pertemuan. Namuan dokumentasi
menunjukkan bahwa hanya satu pembayaran sejumlah 5 juta USD yang disetorkan ke Bank Sentral Negara. Pembayaran lainnya masih belum ditemukan.

Lihatlah betapa teganya para penguasa boneka itu, mereka meraup banyak keuntungan dari penderitaan rakyat Somalia. Mereka bersafari ke berbagai negara, merengek, meminta-minta bantuan, namun bantuan tersebut masuk ke dalam kantong mereka sendiri. Sedang rakyat Somalia terus mengalami penderitaan, kelaparan, kemiskinan dan persoalan lainnya. Jauh berbeda dengan Mujahidin Al Shabaab yang memberikan banyak bantuan kepada rakyat Somalia yang didapat dari para donatur Muslim. Selain mengangkat senjata untuk melawan tirani dan memperjuangkan tegaknya syariat, mereka juga berusaha mensejahterakan rakyat Somalia yang berada dalam naungan mereka. (haninmazaya/arrahmah.com)
avatar
Admin
Admin

Jumlah posting : 225
Join date : 17.04.11

Lihat profil user http://akalbudiislam.forumid.net

Kembali Ke Atas Go down

Menteri Arab Saudi tekankan penggunaan media internet untuk berdakwah

Post  Admin on Thu May 26, 2011 7:40 pm


Rasul ArasyKamis, 26 Mei 2011 17:53:02Hits: 73
JEDDAH (Arrahmah.com) – Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Saleh Al-Asheikh menekankan perlunya memanfaatkan media informasi modern termasuk internet dan stasiun radio FM untuk menyebarkan dakwah Islam.

“Radio FM dengan gelombang pendek telah ditemukan lebih efektif dalam menyebarkan agama Islam, dan hal itu berhasil dilakukan oleh negara-negara Afrika, Asia Timur, dan Asia tenggara.” kata menteri.

“Kita bisa mencapai sejumlah besar orang melalui radio FM dari saluran satelit dan dengan harga yang murah,”katanya dan mendesak para dermawan untuk menggunakan media yang dinamis tersebut untuk kerja Da’wah.

Ia juga menambahkan para ulama Islam di Inggris dapat memberikan kelas-kelas dan kuliah melalui Internet, dengan menargetkan penonton di berbagai belahan dunia karena banyak orang di seluruh dunia ingin tahu lebih banyak tentang Islam.

Selain itu, Al-Asheikh juga menekankan penggunaan media sosial seperti Facebook dan Twitter untuk penyebaran Islam, karena mayoritas generasi muda menggunakan media ini untuk komunikasi dan bertukar informasi.

Ia berharap saluran satelit perlahan-lahan akan menghilang dalam 10-15 tahun ketika orang-orang akan mengalihkan fokus mereka ke Internet. “Jadi, kita harus memiliki kehadiran yang lebih besar di Internet dan kita harus mengeluarkan uang lebih untuk mengembangkan media ini,” katanya.

Pada Senin lalu, Al-Asheikh meluncurkan situs baru tentang Hadist yakni, www.alssunnahnet.com yang berisi pengetahuan tentang kehidupan dan ajaran Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam. Situs ini juga menawarkan fatwa dan konsultasi legislatif, yang dijawab oleh sekelompok ulama dari berbagai bidang ilmu. (voaI/rasularasy/arrahmah.com)
avatar
Admin
Admin

Jumlah posting : 225
Join date : 17.04.11

Lihat profil user http://akalbudiislam.forumid.net

Kembali Ke Atas Go down

Re: Waspadai fatwa MUI palsu tentang kebenaran Syiah

Post  Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 :: Debat Islam :: Akhlaq

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik