Silahkan masukkan username dan password anda!
Login

Lupa password?

Latest topics
» Ada apa di balik serangan terhadap Muslim Burma?
by Dejjakh Sun Mar 29, 2015 9:56 am

» Diduga sekelompok muslim bersenjata menyerang umat kristen
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:30 am

» Sekitar 6.000 orang perempuan di Suriah diperkosa
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:19 am

» Muhammad mengaku kalau dirinya nabi palsu
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:53 pm

» Hina Islam dan Presiden, Satiris Mesir Ditangkap
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:50 pm

» Ratusan warga Eropa jihad di Suriah
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:48 pm

» Krisis Suriah, 6.000 tewas di bulan Maret
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:46 pm

» Kumpulan Hadis Aneh!!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:43 pm

» Jihad seksual ala islam!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:40 pm

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Akal Budi Islam on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of on your social bookmarking website

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Poll
Statistics
Total 40 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah tutunkasep

Total 1142 kiriman artikel dari user in 639 subjects
Top posting users this month

User Yang Sedang Online
Total 3 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 3 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 23 pada Sat Jun 04, 2016 11:25 pm

Apa yang Allah Tuntut dari Saksi Yehowa? Mendekat Kepada Allah Dalam Doa

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Apa yang Allah Tuntut dari Saksi Yehowa? Mendekat Kepada Allah Dalam Doa

Post  DREphantom15 on Sat Jun 11, 2011 9:49 am

1. Doa adalah berbicara kepada Allah dengan rendah hati. Saudara hendaknya berdoa kepada Allah secara tetap tentu. Dengan demikian saudara dapat merasa dekat kepada-Nya seperti kepada teman yang dikasihi. Yehuwa begitu agung dan berkuasa, namun Ia mendengarkan doa-doa kita! Apakah saudara berdoa kepada Allah secara tetap tentu?—Mazmur 65:3; 1 Tesalonika 5:17.


2. Doa merupakan bagian dari ibadat kita. Jadi, kita hendaknya berdoa hanya kepada Allah, Yehuwa. Ketika Yesus berada di bumi, ia selalu berdoa kepada Bapaknya, tidak kepada pribadi lain mana pun. Kita hendaknya melakukan hal yang sama. (Matius 4:10; 6:9) Akan tetapi, semua doa kita hendaknya diucapkan dalam nama Yesus. Ini memperlihatkan bahwa kita menaruh respek atas kedudukan Yesus dan bahwa kita beriman kepada korban tebusannya.—Yohanes 14:6; 1 Yohanes 2:1, 2.

3. Pada waktu berdoa kita hendaknya berbicara kepada Allah dari hati kita. Kita hendaknya tidak mengucapkan doa-doa kita dari hafalan atau membacanya dari buku doa. (Matius 6:7, Cool Kita dapat berdoa dengan posisi apa pun yang penuh respek, kapan saja, dan di mana saja. Allah dapat mendengar bahkan doa-doa yang diucapkan di dalam hati kita. (1 Samuel 1:12, 13) Adalah baik untuk mencari tempat yang tenang dan jauh dari orang-orang lain untuk mengucapkan doa- doa pribadi.—Markus 1:35.

4. Hal-hal apa saja yang dapat saudara doakan? Apa pun yang dapat mempengaruhi persahabatan saudara dengan Dia. (Filipi 4:6, 7) Doa yang menjadi model memperlihatkan bahwa kita hendaknya berdoa tentang nama dan maksud-tujuan Yehuwa. Kita juga dapat memohonkan agar kebutuhan materi kita dipenuhi, dosa-dosa kita diampuni, dan bantuan untuk melawan godaan. (Matius 6:9-13) Doa-doa kita hendaknya tidak mementingkan diri. Kita hendaknya hanya berdoa untuk hal-hal yang selaras dengan kehendak Allah.—1 Yohanes 5:14.


5. Saudara bisa berdoa kapan pun hati saudara menggerakkan saudara untuk berterima kasih atau memuji Allah. (1 Tawarikh 29:10 -13) Saudara hendaknya berdoa ketika saudara mempunyai problem dan iman saudara sedang diuji. (Mazmur 55:23; 120:1) Adalah pantas untuk berdoa sebelum saudara menikmati makanan saudara. (Matius 14:19) Yehuwa mengundang kita untuk berdoa ”pada setiap saat”.—Efesus 6:18.

6. Kita khususnya perlu berdoa jika kita telah melakukan dosa yang serius. Pada saat-saat seperti itu kita hendaknya memohonkan belas kasihan dan pengampunan Yehuwa. Jika kita mengakui dosa-dosa kita kepada-Nya dan berbuat sebisa mungkin untuk tidak mengulanginya lagi, Allah ”siap untuk mengampuni”.—Mazmur 86:5, NW; Amsal 28:13.

7. Yehuwa hanya mendengarkan doa orang-orang yang adil-benar. Agar doa-doa saudara didengar oleh Allah, saudara harus berupaya sebisa mungkin untuk hidup selaras dengan hukum-hukum-Nya. (Amsal 15:29; 28:9) Saudara harus rendah hati ketika saudara berdoa. (Lukas 18:9-14) Saudara perlu membuat upaya yang selaras dengan apa yang saudara doakan. Dengan demikian saudara akan membuktikan bahwa saudara mempunyai iman dan saudara bersungguh-sungguh dengan apa yang saudara katakan. Baru setelah itu Yehuwa akan menjawab doa-doa saudara.—Ibrani 11:6.

DREphantom15

Jumlah posting : 161
Join date : 11.06.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik