Silahkan masukkan username dan password anda!
Login

Lupa password?

Latest topics
» Ada apa di balik serangan terhadap Muslim Burma?
by Dejjakh Sun Mar 29, 2015 9:56 am

» Diduga sekelompok muslim bersenjata menyerang umat kristen
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:30 am

» Sekitar 6.000 orang perempuan di Suriah diperkosa
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:19 am

» Muhammad mengaku kalau dirinya nabi palsu
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:53 pm

» Hina Islam dan Presiden, Satiris Mesir Ditangkap
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:50 pm

» Ratusan warga Eropa jihad di Suriah
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:48 pm

» Krisis Suriah, 6.000 tewas di bulan Maret
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:46 pm

» Kumpulan Hadis Aneh!!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:43 pm

» Jihad seksual ala islam!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:40 pm

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Akal Budi Islam on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of on your social bookmarking website

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Poll
Statistics
Total 40 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah tutunkasep

Total 1142 kiriman artikel dari user in 639 subjects
Top posting users this month

User Yang Sedang Online
Total 2 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 2 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 23 pada Sat Jun 04, 2016 11:25 pm

Bom di Baghdad tewaskan 23 orang

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Bom di Baghdad tewaskan 23 orang

Post  BBC on Fri Jun 24, 2011 11:21 pm

Pengamanan Baghdad

Baghdad dijaga ketat sejak terjadinya sejumlah bom mobil akhir-akhir ini. Tiga bom terpisah meledak di daerah sibuk ibu kota Irak, Baghdad, dan menewaskan 23 orang, demikian dikatakan pejabat setempat. Serangkaian ledakan terjadi di pasar Shurt al-Raba di bagian selatan, kata pejabat kementerian dalam negeri itu kepada kantor berita AFP. Daerah tersebut dipenuhi orang-orang yang sedang berbelanja. Paling tidak 82 orang terluka karena ledakan berantai tersebut.

Kekerasan di Irak turun tajam dibandingkan saat puncaknya pada tahun 2006, tetapi korban tewas tetap terus berjatuhan setiap hari. Pejabat mengatakan bahan peledak ditaruh dalam gerobak kayu yang diledakkan di pasar pada pukul 18.45 waktu setempat.

Satu bom meledak di dekat Husseiniyah, tempat suci Syiah.
Jenazah dimana-mana

"Tiba-tiba jenazah ada di sekitar saya, sebagian besar wanita dan anak-anak. Barang-barang mereka bertebaran"

Sijad

"Saya dalam perjalanan ke pasar ketika bom pertama meledak. Penduduk berlari karena ingin mengetahui apa yang terjadi. Kemudian bom kedua meledak," kata Sijad anak belasan tahun yang tinggal di daerah tersebut kepada kantor berita Reuters. "Tiba-tiba jenazah ada di sekitar saya, sebagian besar wanita dan anak-anak. Barang-barang mereka bertebaran. " Sementara itu warga lainnya Ali al-Haidari terkena pecahan bom di bagian punggung saat berusaha menyelamatkan dua anak-anak dari tempat kejadian. Serangan terhadap pejabat pemerintah dan pihak-pihak lain termasuk pasukan keamanan meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Hari Selasa, paling tidak 25 orang tewas dalam dua serangan bom di luar rumah gubernur provinsi di Diwaniya, Irak tengah.

BBC
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Ali Sina menjawab Dr. Alireza Assar

Post  Murtadin on Sat Jun 25, 2011 12:36 am

http://www.faithfreedom.org/oped/sina51226.htm

Scholastics vs. Scouts
Sebuah jawaban utk Dr. Alireza Assar

by Ali Sina

2005/12/26

Dear Mr. Sina;

Akhir2 ini saya lihat propaganda anti-islam anda di Internet. Anda mengklaim dalam hidup and diancam karena anda berpaling dari Islam. Saya tidak percaya begitu saja pengakuan anda; mungkin karena anda berusaha semampu anda melawan islam hingga hidup anda terancam dan bukan hanya karena anda bukan muslim lagi, yg saya pikir tidak akan ada yg mau mengancammu karena itu.



Dear Dr. Alireza Assar:

Ya, saya tahu, banyak Muslim di barat meninggalkan Islam dan sepanjang mereka melakukannya diam2 tidak akan ada yg melukai mereka. Tapi, seperti anda lihat, saya tidak diam2. Jadi jelas mereka pikir membunuh saya tidak apa2.

Terlebih lagi, saya tidak minta orang utk percaya atau mengikuti saya. Dg begitu kredibilitas saya tidak relevan. Anda bisa saja berpikir saya agen yg dibayar utk melakukan semua ini demi uang, seperti banyak yg dituduhkan muslim. Adalah apa yg saya katakan yg harus anda sanggah bukan orangnya. Jika satu saat saya minta orang jadi pengikut saya, percaya pada saya dan lakukan apa yg saya suruh dg membuta, maka anda punya semua hak utk memeriksa dan menguji kejujuran saya. Saya lihat sangat munafik para muslim terus menerus mempertanyakan motivasi saya padahal saya tidak pernah minta mereka utk percaya apa yg saya katakan tanpa mengujinya dg akal dan fakta tapi mereka percaya pada Muhammad tanpa syarat ketika tidak satupun pengakuannya dapat diuji dan dia pribadi telah mendapat kekayaan yg begitu banyak dg pengakuan palsunya itu. Boleh saya tanya, kenapa diberlakukan standar ganda ini? Apa anda pernah bertanya-tanya bagaimana kalau Muhammad sebenarnya bohong? Apa anda punya satu bukti bahwa dia benar2 nabi sejati tuhan dan bukan seorang artis penipu? Jika anda begitu ahli dalam hal menjadi skeptis, kenapa anda tidak gunakan keskeptisan anda jika itu menyangkut Muhammad dan kenapa anda percaya akan pengakuan aneh menggelikannya dg begitu gampang percaya?

Saya saudara dari Dr. Farhad Assar, dan meski saya sepenuhnya tidak mendukung pandangan2nya yg cukup keras, saya akui bahwa saya tidak mengerti anda sama sekali!!! Kenapa ada orang yg menghabiskan begitu banyak waktu dan usaha utk melawan sebuah agama?



Kenapa tidak? Islam adalah kutukan kemanusiaan. Setiap hari orang diledakan berkeping2 karenanya. Satu milyar orang tertangkap tangan kediktatoran, kemiskinan, kebodohan dan perang dan penderitaan berkepanjangan karenanya. Setengah dari hak2 hidup manusia diinjak2 dan karena ‘kesalahan gender’ mereka disiksa. Seluruh dunia ada dalam bahaya kehancuran dalam bencana nuklir karena islam. Apa yg lebih penting dari menyelamatkan umat manusia dari kehancuran pasti? Usaha apa yg lebih mulia dari ini?

Apa anda mengaku sebagai nabi baru?



Ya betul, saya memilih utk menjadi seorang nabi. Saya menemukan kenabian saya sendiri waktu mengerti kemuliaan dari manusia dan mengerti potensinya. Saya seorang nabi bagi diri saya sendiri dan bukan bagi orang lain. Kita manusia dilahirkan dg mulia dan bebas. Tidak menaikan martabat kita jika kita mengikuti orang lain, apalagi jika pengakuan orang itu begitu mustahil dan karakternya jahat. Kita harus mencari jalan sendiri, dg alasan dan akal sehat. Kita punya alatnya. Semua orang, kecuali dia mentalnya tidak normal, punya petunjuk dalam diri yg mana dapat menemukan jalan kita sendiri2. Bukan jalur hidup kita manusia utk mengikuti seseorang secara membuta. Bagaimana jika orang yg kita ikuti ini seorang dukun atau tukang bohong? Bagaimana jika orang ini adalah seorang psikopat narsisis seeprti Muhammad, Hitler atau diktator2 dan pemimpin2 pemujaan lain yg membujuk banyak orang dan membawa kematian dan penderitaan bagi begitu banyak orang? Bodoh sekali jadi pengikut ini. Berbahaya jadi pengikut ini. Semua perang disebabkan karena manusia tidak memakai pikiran rasionalnya dan dg membuta mengikuti seorang gila. Dari semua perang yg terjadi pada sejarah manusia, tidak pernah terjadi diantar dua negara berdemokrasi. Dari semua perang2 itu, paling tidak satu pihak adalah kediktatoran. Dalam kediktatoran orang tidak bebas, mereka seperti para pengikut sekte pemujaan. Kemuliaan dari manusia adalah kebebasannya. Jika kebebasan itu diambil anda mengambil juga kemuliaannya. Perbudakan terburuk adalah perbudakan jiwa. Anda bisa dibelenggu/dirantai tapi jika anda pemilik pemikiran anda sendiri setidaknya anda masih orang bebas. Muhammad merampas kemuliaan itu. Dia bilang manusia adalah budak2. Saya ingin mengembalikan kemuliaan itu dan menunjukkan bahwa dia berbohong; patahkan belenggu rantai pikiran yg dia pasang pada pikiran para pengikutnya dan bebaskan mereka. Ya saya seorang nabi dan pesan2 saya adalah JANGAN PERCAYA, RAGUKAN SEGALANYA, JANGAN JADI PENGIKUT TAPI JADILAH NABI DIRI ANDA SENDIRI.

Apa anda mengusulkan hal2 baru yg layak utk didengarkan atau anda Cuma pingin dianggap oleh orang lain saja?



Mereka yg mengunjungi situs ini dan membaca artikel saya memutuskan bahwa apa yg saya tulis layak utk dibaca. Pesan2 kita adalah obat utk penyakit sebagian umat manusia. Apa yg lebih layak dibanding membuat manusia menemukan kembali kemuliaan dan kebebasan pikiran mereka? Inilah yg membuat kita manusia berbeda dg binatang. Ini kekuatan yg kita perlukan utk menyingkirkan kediktatoran dan tidak jatuh jadi korbat jaring kebohongan para dukun dan nabi palsu. Ini pesan sederhana tapi amat dalam. Kita dapat mengubah dunia, kita dapat menyingkirkan semua kediktatoran, peperangan dan semua penderitaan jika kita menemukan kemuliaan kita, menjadi nabi bagi diri kita sendiri dan tidak mengikuti nabi palsu secara membuta. Dalam pesan sederhana ini bergantung kunci utk kebebasan manusia, kemakmuran dan kebahagiaan. Pesan apa yg lebih besar dari ini? Hal apa yg lebih layak dari ini?

Tidak, saya tidak melakukan ini karena ingin dianggap orang, tidak juga karena ‘trauma masa kecil’ atau alasan2 menggelikan lain, kalian para muslim selalu mencari2 dan mengeluarkan alasan utk menentramkan nurani kalian, menghindar dari pesan2 saya, dan horor dari segala horor, BERPIKIRLAH. Ini semua adalah AD HOMINEM, serang pembawa pesan dan bukannya menjawab. Saya ingin kalian menemukan kemuliaan kalian sendiri dan menjadi manusia bebas. Jangan anggap saya, cari dan anggaplah diri kalian sendiri.

Karena para muslim tidak bebas, karena mereka bertindak termotivasi oleh kepercayaan dan bukan alasan, dan karena mereka mengikuti seorang psikopat, mereka menjadi zombi. Mereka menjadi ancaman bagi orang lain dan bagi kedamaian dunia. Mereka membunuhi manusia lain dan mengancam utk meledakkan dunia dg bom atom.

Cuma ada beberapa pilihan utk kita:
1. Bergabung dg mereka dan menjadi barbar seperti mereka, yg berarti akan terjadi peperangan terus menerus dan pertumpahan darah, artinya akhir dari dunia beradab dan kebudayaan dan berarti dunia akan menjadi seperti Iran, Saudi Arabia atau negara2 islam lain dimana para bajingan dan penjahat memerintah.

2. Diam saja dan biarkan mereka membunuhi kita atau menundukan kita dan jadi budak mereka.

3. Bunuh mereka sebelum mereka membunuh kita. Ini bukan pilihan enak.

4. Ada alternatif ke-4, yaitu membebaskan mereka dari mantera si Muhammad, usir hantu dari hati dan pikiran mereka dan bangunkan kemanusiaan mereka agar kita semua dapat menjadi teman dan melihat satu sama lain sebagai anggota keluarga umat manusia. Kita, yg membawa pesan FaithFreedom utk anda, memilih jalan terakhir (ke-4), Tapi jika kita gagal, ketiga pilihan lainnya tidak bisa tidak, harus kita ambil.

Para muslim harus sadar bahwa kegilaan mereka tidak akan menghasilkan buah yg baik. Kebohongan Muhammad, seperti juga kebohongan Hitler, hanyalah kebohongan belaka. Mereka tidak akan berhasil tapi akan gagal dan mereka akan membunuh jutaan orang. Monomania (keasyikan/obsesi akan satu macam hal) para muslim membawa dunia kedalam kehancuran. Islam adalah kegilaan dan tidak memikirkan hal lain selain kematian – bunuh sesama dan syahid utk mereka sendiri. Ini agama yg mengerikan (jika bisa disebut agama) waktu presiden Islamic Republic of Iran bilang “Israel harus dihapus dari peta dunia” dan dia menggapai rencana setannya utk mendapatkan bom nuklir, hanya orang bodoh yg tidak dapat melihat bahwa dunia ada dalam ambang bahaya. Tentu saja Israel dan negara bebas lain tidak akan menunggu hingga orang gila ini sadar akan keinginan setannya. Tapi orang2 yg tertekan di Iranlah yg akan membayar kegilaan ini dan jutaan orang tak bersalah akan mati. Kebodohan ini harus berakhir dan situs ini punya rencana utk mengakhiri hal itu.

Dear fellow. Saya tidak menemukan hal2 yg patut dalam tulisan anda yg menentang islam. Saya sudah menjadi fisikawan dan matematikawan selama bertahun2, saya mengajar dibanyak Universitas dan institut diseluruh dunia termasuk negara saya sendiri Iran selama 1984-1990. Saya punya sendiri pemikiran filosofi dan sains mengenai agama dan kepercayaan. Saya percaya anda harusnya belajar lebih banyak dan kurangi berbicara, karena saya sungguh2 percaya bahwa argumen2 anda tidak layak sama sekali utk dianggap serius oleh para akademisi.

Merry Christmas and happy new year;

Dr.Alireza Assar



Sebagai seorang profesor dan seorang yg punya pemikiran sains dan filosofi anda tidak mengatakan hal yg berdasarkan fakta2 disini. Semua yg anda katakan adalah bahwa saya tidak tahu apa2. Itu bukan sebuah argumen logis tapi hanya sebuah opini yg didukung oleh dendam bukan oleh akal. Apa maksud anda bilang tulisan2 saya yg menentang islam tidak layak? Apa maksudnya tulisan2 itu tidak logis? Apa saya kurang memberi bukti? Apa bukti2 saya salah? Jika begitu anda punya kesempatan utk membuktikan saya salah dan menyangkal apapun yg anda pikir tidak berharga. Apa anda menerima tantangan ini? Dapatkah anda menunjukkan kesalahan saya? Waktu saya bilang Muhammad adalah seorang penipu dan seorang dukun saya beri bukti2. Bukti apa yg anda punya utk menunjukkan bahwa tulisan2 saya salah?

Kelayakan itu subjektif. Apa yg bagi anda kelihatan tidak layak, bagi yg lain berharga. Tapi fakta adalah konklusif/meyakinkan. Fakta menguasai semua. Saya telah membuktikan berdasarkan fakta2 bahwa Muhammad seorang pembohong. Dapatkah anda buktikan berdasarkan fakta2 bahwa saya salah?

Anda berlagak dg memamerkan gelar2 akademis anda tapi gagal memberi satu saja argumen logis utk menyangkal saya. Ini disebut ‘argumentum ad verecundiam’, termasuk salah satu dari banyak fallacy logis (fallacy = buah pikiran yang keliru). Anda ingin kita percaya hanya pada kata2 anda karena anda mengaku sebagai otoritas. Kebenaran harus berdiri sendiri bukan karena seseorang yg punya otoritas mengatakannya. Banyak para profesor sains dan filosofi yg punya pikiran utk tidak percaya Islam. Apa kita mesti meemriksa diploma2 mereka yg membela dan melawan islam hanya utk melihat apa islam itu benar atau salah? Ini argumen absurd bagi seorang profesor universitas. Jika sebuah dalil itu benar, orang harus mampu utk membuktikannya tidak peduli siapapun yg mendukungnya dan siapapun yg menentangnya.

Terima kasih atas saran basi anda utk ‘belajar lagi’. Saya belajar tiap hari. Setiap hari saya mempelajari hal2 baru. Saya mempertanyakan pengertian2 saya dan menantang kepercayaan2 konvensional. Saya tidak menerima apapun kecuali telah dibuktikan sebagai fakta. Ini bukan berarti saya akan menolak apapun yg belum dibuktikan, tapi cuma saya ragukan sampai itu telah dibuktikan.

Bagaimana dg anda? Dasar logika apa yg membuat anda percaya pada Islam? Dapatkah anda membuktikan bahwa Muhammad seorang nabi tuhan dan bukan seorang pembohong? Saya telah buktikan bahwa dia seorang psikopat narsisis. Dapatkah anda membuktikan saya salah? Klaim anda bahwa argumen saya terhadap islam tidak layak utk disangkal adalah Cuma sebuah fallacy logis jenis lain. Sebuah situs yg punya banyak pembaca adalah layak utk disangkal. Fakta bahwa anda tidak suka situs ini tidak menjadi argumen yg kokoh utk menolak tuduhan2 kita terhadap Islam. Saya menganggap Muhammad seorang yg hina dan saya tidak ragu utk menunjukkan bahwa dia seorang pembohong. Bukan utk setan itu saya melakukannya. Bangsat itu sudah mati, mayat busuknya sudah musnah dan jiwanya sedang dibakar di neraka. Saya melakukannya utk mereka yg masih hidup dan terperangkap dijaring kebohongannya. Jika anda punya bukti bahwa yg saya katakan salah, buktikan saya salah. Lakukan utk jutaan orang yg datang kesini membaca apa yg kita katakan dan mungkin percaya pada ‘kebohongan’ kita. Tidak my friend, jelas alasan bahwa kenapa anda bahkan tidak berusaha menyangkal klaim kita adalah karena anda tahu anda tidak bisa. Jadi lebih mudah utk melempar batu dan lari daripada menggulung lengan baju dan masuk ring utk melawan berdebat satu lawan satu. Argumen apapun, betapapun kelirunya, pantas utk disangkal khususnya jika argumen itu dipercaya benar oleh banyak orang.

Ada dua jenis akademisi: scholastic dan scout. Kelompok pertama membaca apa yg ditulis kelompok lain dan memuntahkannya kembali. Mereka mirip tape recorder. Mereka bersungguh-sungguh menghafal buku2 dan lalu mengolahnya dalam bentuk baru. Kelompok kedua melakukan pemikiran, mempertanyakan dan meragukan segalanya. Mereka tidak puas dg kebijaksanaan2 konvensional malah menantangnya pada tiap belokan. Mereka tidak percaya begitu saja apa yg mereka baca atau yg diberikan pada mereka. Mereka menggali lebih dalam dari yg kelihatannya dan berusaha mencapai inti dari masalah. Mereka tidak menerima apapun dg mudah. Mereka mempertanyakan pernyataan bahwa tuhan itu ada, dan lalu mereka mempertanyakan pernyataan bahwa tuhan tidak ada. Mereka pemikir, inovator, penemu, filsuf dan nabi yg sejati. Mereka tidak mencoba menemukan kembali penemuan yg sudah ada tapi mereka terus menerus mencoba menemukan hal baru utk membuatnya lebih baik
.
Kita dapat menyimpan satu perpustakaan dalam beberapa CD dan dg mesin pencari mengakses apapun yg kita inginkan dg satu klik mouse. Tidak peduli berapa banyak informasi yg anda kumpulkan, anda tidak akan dapat menyaingi informasi yg disimpan dalam CD yg Cuma berharga 2 dollar saja. Itulah nilai harga para scholastik saat ini. Telah hilang saat2 dimana kita menghormat manusia yg dijuluki ‘ensiklopedi berjalan’. Sekarang tiap anak dapat mengakses ke semua pengetahuan manusia dg mengetik beberapa huruf kunci pada keyboardnya.

Saya kasih contoh dg apa yg saya maksud scholastic. Beberapa hari lalu seorang pembaca situs ini meminta saya berdebat dg seorang wanita kanada yg telah masuk islam dan sangat kasar pada saya tanpa pernah membaca artikel2 saya. Biasanya saya minta orang utk membaca dulu dan membiasakan mereka dg cara berpikir saya sebelum masuk kedalam debat. Jika mereka ingin menyangkal saya mereka setidaknya tahu apa yg saya bicarakan. Meskipun demikian, saya menerima undangannya dan membaca kisah masuknya wanita itu kedalam islam di situs MSM, bersama dg beberapa essay yg dia tulis sebagai persiapan. Wanita ini, yg memakai nama Celine Leduc, tidak pernah menyebut saya langsung dalam korespondensinya. Dia mengirim email ketemannya yg juga saya kenal lewat internet dan meneruskan surat itu pada saya. Tapi, dari awal dia sudah menghina saya dg senangnya dan temannya ini menulis: “dia merasa kata2 anda tidak dapat dipercaya, itu satu diantara hal2 lain yg tidak akan saya ucapkan pada anda”. Ms. Leduc pertamanya menolak berdebat, dan katanya:

“Saya punya gelar Master dalam sejarah Religion dan Filosofi, … saya mau dia juga punya latar belakang akademis yg sama dg saya atau lebih tinggi. Tahun depan saya mendaftar utk program doktorat jadi saya punya hak dan keistimewaan utk berdebat dg orang2 yg satu level dg saya, kalau tidak yg terjadi hanyalah kebebasan tidak logis dan saya tidak akan menurunkan standar saya utk siapapun… Setelah membaca emailnya dia Cuma menguatkan perkiraan saya bahwa dia seorang pengecut yg sembunyi karena saya tidak tahu nama aslinya ataupun tidak tahu dimana dia tinggal, atau pandangannya akan agama secara umumnya.



Karena desakan sang teman ini Ms. Leduc menetapkan empat ‘aturan’

Saya tetap berpegang pada senjata2 saya, nama lengkap dia, kota tempat tinggalnya, kualifikasi dia (akademi) bukan jumlah situs yg dia kutip, dan pendiriannya akan agama. Saya tidak tertarik pada seseorang yg secara pengecut memberi nama dan dimana dia tinggal… Celine

Dia tinggal Google Search nama saya atau dg situs saya, dan baca artikel saya yg manapun yg bertebaran diseluruh internet. Itu yg saya lakukan. Saya cari nama dia, Cuma menemukan tidak lebih dari tiga artikel yg ditulis oleh dia dan saya baca utk mengetahui tentang wanita ini.

Tentang identitas saya, saya tidak pernah membuat pernyataan bahwa identitas saya itu asli atau palsu (semakin sedikit musuh tahu, semakin baik). Utk alamat saya, saya tidak tahu dg cara apa alamat saya dapat menolong membantu debat ini. Saya lihat tuntutan itu tidak relevan. Jawaban Ms. Celine Leduc adalah:

“...dan yg bisa saya bilang adalah bahwa ketika ada dihadapan seorang yg bodoh, saya pergi. Saya telah banyak membuang waktu2 saya dg kebodohan sepanjang hidup saya… Dia tidak ingin menjawab pertanyaan2 saya, sayang, kualifikasi saya telah berbicara sendiri… Saya harap dia mendapat pendidikan dibidang religion lalu kita dapat berdebat selain itu sepertinya hanya bicara dg seorang bodoh…”



Tak perlu dikatakan lagi, diskusinya berakhir disini, sebelum dimulai. Sekarang, wanita ini mendapat gelar masternya. (Ms Leduc mendapat gelar master diumur 57 th. Baik sekali utknya, lebih baik terlambat daripada tidak samasekali.) Dia bukan orang yg jahat. Dia terlibat dalam perkara feminis dan dia juga menentang anti semit. Gimana bisa orang yg berpandangan seperti itu terlibat dalam Islam? Islam adalah kelompok pemujaan yg paling membenci wanita dan paling anti yahudi dibanding kelompok2 pemujaan lainnya. Ms. Leduc adalah contoh khas seorang scholastic yg saya katakan. Dia punya pengetahuan tapi tidak punya pengertian, dia punya gelar tapi tidak punya penilaian yg baik. Dia cinta yahudi dan dia aktivis perempuan tapi dia memeluk islam dan menyatakan “Tuhan membimbing saya kembali keakar spiritual saya.”

.. Apa benar2 tuhan? … jika anda baca ceritanya anda akan lihat bahwa perubahan/konversi dia adalah oleh impulse (dorongan hati yg sesaat). Dia tidak melakukan studi mendalam tentang islam sebelum konversi. Dimana dia berdiri saat ini tidak jelas juga. Dia kelihatannya kritis thd islam dan berkata “Saya tinggalkan dunia muslim yg penuh paradox/pertentangan dan penuh permainan kata2”, tapi dia menampar saya karena “kebodohan saya akan Allah” dan utk alasan yg tidak dia katakan dia sangat kasar dan bersikap bermusuhan pada saya – jenis kebencian yg hanya mampu dikeluarkan oleh muslim. Apa kebencian ini adalah sisa-sia indoktrinasi islamnya?

Kesaksian dia sekarang muncul dibeberapa situs islam terus melakukan perusakan. Wanita2 muslim bodoh di negara islam membaca kisah2 konversi dari wanita barat ini dan bejana kefanatikan mereka mulai mendidih, mengesampingkan tirai moderat dan mereka menjadi fanatik dan teroris. Saya tidak mengarang-ngarang. Baca saja kisah Asiyah Andrabi, wanita kashmir lahir dan dibesarkan keluarga dokter medis yg moderat yg membaca sebuah buku mengenai konversinya wanita barat ke islam dan begitu terbakar hingga dia menjadi seorang teroris. Kesaksian Ms Leduc juga sama saja dg mereka.

Ms Leduc membandingkan saya dg teroris:

"Ali Sina tidak akurat, sama seperti para teroris juga, seperti dua titik berlawanan dari benang panjang yg ditarik utk melihat siapa yg jatuh lebih dulu.”



Ngga heran dia masuk islam. Jelas sekali dia biasa membuat penilaian sebelum mendapat pengetahuan akan fakta2nya. Lebih lanjut dia tulis:

"Sina saya pikir adalah seorang atheis dan sangat mungkin lebih kekiri-kiran yg tidak menginginkan agama dg demikian juga menjadi ancaman bagi Israel karena dia akan mencoba menghancurkan negara dan agamanya… Saya tidak suka ekstremis dipihak manapun dalam debat…”



Di Persia kita katakan seekor keledai dapat dipenuhi dg buku2, tapi saya tidak akan menggunakan perumpamaan itu disini. Perumpamaan yg saya pakai adalah sebuah CD diisi bergiga bytes data. Meski ia punya semua informasi, tetap saja Cuma sepotong plastik, sebuah plastik polycarbonat. Tidak dapat berpikir. Tidak cukup dg hanya diisi informasi. Anda harus mampu utk berpikir dan mengerti. Celine Leduc menggambarkan kekhasan orang yg masuk islam. Jika anda membaca kisahnya, anda akan melihat bahwa dia sebenarnya telah menjadi seperti kupu2 religius (maksudnya berpindah2 agama seperti kupu2 yg berpindah2 bunga) sepanjang hidupnya. Dia pernah masuk banyak kelompok pemujaan dan agama lalu keluar dan jelas setiap dia menemukan agama baru dia percaya dan berkata “tuhan menuntun saya kembali keakar spiritual saya.”

Gimana bisa tuhan salah sampai beberapa kali? Atau dia sendiri yg membuat keputusan dg lemah, dituntun oleh emosi bukannya dg akal? Pernyataan dia mengenai saya, tanpa pernah membaca satupun artikel saya, menggambarkan banyak tentang komitmen dia akan kebenaran. Ini adalah orang2 yg malas utk berpikir. Malah sekali anda baca kisahnya, anda tidak bisa tidak kecuali merasa kasihan padanya. Dia seorang perempuan yg terluka. Tapi dia Cuma bisa menyalahkan dirinya sendiri. Dia terlukan dan jika perlakuan dia pada saya adalah sebuah indikasi, dia mungkin melukai orang2 sekitar dia juga utk alasan2 Cuma dia yg tau. Kenapa? Karena pendekatan dia akan hidup begitu dangkal. Dia yakin tahu segalanya. Karena dia punya gelar, dia pikir dia bagian dari orang elite, bersarang dilangit dimana kita kaum mortal tidak layak utk menyentuh sendalnya pun. Sedikit yg dia tahu bahwa hal2 manis yg diajarkan diuniversitas dan sekolah2 mengenai islam sudah diperlunak dan menjadi omong kosong yg secara politis telah dibenarkan. Jadi gelar master yg Ms. Leduc punya adalah kebohongan. Tapi dia bukan jenis orang yg mau melihat keluar. Dia percaya segala yg diceritakan oleh yg berkuasa. Dia seorang scholastic tapi bukan seorang scout.

Saat ini, Ms. Leduc sadar “saya telah membuat banyak kesalahan dan saya jadi nggak enak pada mereka”. Tapi dia tidak mencoba mencari sebab2 kesalahannya dan terus mengulanginya. “Dunia muslim itu keras, penuh peraturan dan saya harus menutupi spiritualitas saya dan sisanya hanya sebuah ruang kecil utk kebebasan berpikir”, dia tidak puas. Kenapa dia tidak menyelidiki dulu sebelumnya? Yang harus dia lakukan cukup hanya masuk kebawah permukaan, ragukan kepercayaan konvensional dan selidiki kebenaran seperti seorang scout. Pada saat2 dalam hidupnya, dia diyakinkan benar dan memandang orang lain sebagai si bodoh. Dia jenis orang yg akan belajar dari pengalaman lewat cara yg keras. Dia seorang scholastic tapi bukan seorang scout. Dia seorang yg percaya tapi bukan seorang pencari. Dia bertindak berdasarkan impulse dan bukan dg logika dan akal.

Jadi anda seorang doktor dan profesor di sebuah universitas! Selamat! Tapi berapa banyak anda telah berpikir teman? Anda menolak situs saya dan bilang tidak berharga. Tapi berapa banyak yg telah anda baca dan dapatkah anda buktikan itu salah juga? Apa bedanya antara anda dan Ms. Leduc?

Dunia tidak perlu scholastic lagi. Lebih perlu scout. Kita perlu orang yg bisa mendapat informasi, memprosesnya dan datang dg pemikirannya sendiri. Perbedaan antara scholastic dan scout bukan pada intelegensia atau pengetahuan mereka, tapi pada cara mereka memproses data. Scholastic memilih utk tidak berpikir. Mereka memilih menerima kepercayaan yg berlaku dan puas dg jawaban2 yg orang lain berikan pada mereka. Mereka tidak berani menantang vox populi (pendapat yg paling populer) dan menelan umpan ‘kebijaksanaan’ konvensional, terkait kail dan mati. Mereka adalah para pengikut. Scout dilain pihak, memilih utk tidak menerima penjelasan yg populer. Mereka tidak puas dg jawaban2 yg diberikan pada mereka Cuma karena jawaban itu datang dari sumber otoritas. Mereka mencoba mencari jawaban2 mereka sendiri dan bahkan mempertanyakan otoritas dari sumber itu sendiri.

Mereka adalah para pemimpin. Mereka lah yg membentuk dunia ini, membuat dunia beradab jadi lebih maju dan pengetahuan manusia berkembang. Kita berhutang segalanya pada mereka.

Bukannya para muslim tidak punya inteligensia atau tidak ada yg berpendidikan diantara mereka. Tapi mereka menderita kelesuan intelektual. Mereka terus menerus mengabadikan/menghidupkan kebohongan dan dongeng2 yg diceritakan pada mereka sejak masa kecil. Mereka malas berpikir.

Happy holidays and a good year utk anda juga dan juga utk Ms. Leduc. Setidaknya sekarang dia punya alasan utk membenci saya.

Ali Sina

Murtadin
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik