Silahkan masukkan username dan password anda!
Login

Lupa password?

Latest topics
» Ada apa di balik serangan terhadap Muslim Burma?
by Dejjakh Sun Mar 29, 2015 9:56 am

» Diduga sekelompok muslim bersenjata menyerang umat kristen
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:30 am

» Sekitar 6.000 orang perempuan di Suriah diperkosa
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:19 am

» Muhammad mengaku kalau dirinya nabi palsu
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:53 pm

» Hina Islam dan Presiden, Satiris Mesir Ditangkap
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:50 pm

» Ratusan warga Eropa jihad di Suriah
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:48 pm

» Krisis Suriah, 6.000 tewas di bulan Maret
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:46 pm

» Kumpulan Hadis Aneh!!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:43 pm

» Jihad seksual ala islam!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:40 pm

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Akal Budi Islam on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of on your social bookmarking website

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Poll
Statistics
Total 40 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah tutunkasep

Total 1142 kiriman artikel dari user in 639 subjects
Top posting users this month

User Yang Sedang Online
Total 2 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 2 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 23 pada Sat Jun 04, 2016 11:25 pm

BANTAHAN KEUNIVERSALAN ALKITAB 2: KITAB LUKAS

 :: Kesaksian :: Buddha

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

BANTAHAN KEUNIVERSALAN ALKITAB 2: KITAB LUKAS

Post  s4l4s22 on Tue Oct 04, 2011 3:44 pm

CONTOH KEDUA. Ayat kedua yang harus diperhatikan adalah dari Injil Lukas. Tempat ayat ini di Yerusalem, di mana Yesus konon berhadapan dengan sebelas orang muridnya yang masih ada, ditambah beberapa orang beriman lainnya. Pada saat itu, konon ia memerintahkan kepada mereka dalam pengertian, interpretasi, atau pemahaman yang sesungguhnya atas sabda-sabdanya dan kerasulannya di dunia ini. Waktu pertemuan ini diperkirakan Hari Minggu Paskah. Dengan mempertimbangkan konteks dan latar belakang di atas, ayat yang relevan dari Lukas dikutip di sini.


Kemudian ia membuka pikiran-pikiran mereka untuk memahami kitab-kitab suci, dan ia berkata kepada mereka, "Demikialah yang tertulis, bahwa Sang Juru Selamat harus menderita dan bangkit dari kematian pada hari ketiga, dan bahwa pertobatan dan pengampunan dosa harus dinyatakan atas namanya bagi seluruh bangsa, dimulai dari Yerusalem. Kalian adalah saksi-saksi atas hal ini. Dan ingatlah, aku menyampaikan kepada kalian apa yang telah dijanjikan Bapa; maka tinggallah di kota ini hingga kalian diberi kekuatan dari langit".1



Sekali lagi, ada banyak kekurangan yang tidak jelas dalam ayat di atas. Namun lagi-agi, kekurangan itu mendasari setiap klaim atas keakuratan sejarah ayat itu. Empat kekurangan dari ayat tersebut dipresentasikan di bawah ini.

Kekurangan pertama, kata-kata yang dinisbahkan kepada Yesus dalam ayat di atas justru dinisbahkan kepada "Yesus yang dibangkitkan". Sabda-sabda dan tindakan-tindakan yang diduga berasal dari Yesus "yang dibangkitkan" sering kali harus dipahami sebagai sabda-sabda yang didengar dan tindakan-tindakan yang dilihat dalam sebuah "penampakan". Autentisitas, klredibilitas, dan reliabilitas kesejarahan kesaksian atas "penampakan" semacam ini harus didekati dengan takaran skeptisisme yang sehat.

Kekurangan kedua, murid-murid Yesus sebenarnya sangat ragu-ragu untuk mendekati orang-orang non-Yahudi, dan cenderung tidak mau memasukkan mereka yang bukan tari "tanah Israel".2 Dalam hal ini, berguna untuk sekali lagi mencatat ayat dari Kitab Perbuatan berikut, yang dengan jelas menyatakan posisi "gereja" awal di Yerusalem, yang "anggota-anggotanya" termasuk murid-murid Yesus yang orisinal.


Kini mereka telah terpecah-belah karena penyiksan yang terjadi atas Stefen yang telah menempuh perjalanan sejauh Phonenisia, Cyprus, dan Antiokia, dan mereka tidak mengatakan sepatah kata pun kecuali kepada orang-orang Yahudi.3



(Kekurangan ketiga) Selain kekurangan-kekurangan di atas, laporan Lukas juga dikaitkan dengan pernyataan yang berkenaan dengan dugaan penyaliban dan kebangkitan-kembali Yesus, yang ditunjukkan baik oleh injil apokrif maupun injil kanonik, mungkin sebenarnya tidak pernah terjadi.4 Hal ini menimbulkan beberapa keprihatinan tambahan mengenai kecermatan historis ayat Lukas yang dipersoalkan ini.

Kekurangan keempat, penuturan Lukas bukanlah pengabsahan mutlak atas kerasulan universal. Namun, jika dipertimbangkan pada dataran nilai, laporan Lukas paling-paling merupakan pengabsahan bersyarat atas kerasulan universal. Orang-orang Kristen, yang berusaha menggunakan ayat ini sebagai penugasan atas kerasulan universal, terlalu sering mengabaikan sifat bersyarat dari pernyataan dalam Lukas ini. Bagaimanapun, ayat itu dengan jelas menyatakan bahwa : (A) kenabian dimulai di Yerusalem; (B) kenabian tetap dipusatkan di Yerusalem hingga Yesus memberikan "kepadamu apa yang telah dijanjikan Bapak" dan hingga "engkau diberi kekuatan dari langit"; dan (C) hanya setelah syarat-syarat dalam "B: dipenuhi, maka kerasulan harus dikembangkan dari Yerusalem ke "seluruh bangsa".

Sederhananya, misi dan kerasulan harus dibatasi pada "domba-domba yang tersesat dari tanah Israel", hingga saat seperti "apa yang telah dijanjikan Bapa" telah dipenuhi, dan "engkau diberi kekuatan dari langit". Apakah yang Allah janjikan untuk dikirim? Apakah yang dimaksud "kekuatan dari langit" ini? Interpretasi Kristen tradisional menyatakan bahwa ia adalah turunnya Roh Kudus pada saat Pantekosta. Jika interpretasi tersebut diterima, maka syarat tersebut telah dipenuhi pada saat Pantekosta, hanya 50 hari setelah peristiwa-peristiwa yang digambarkan dalam ayat Lukas di atas. Namun demikian, ada banyak alasan yang tepat dan memadai untuk meragukan interpretasi ini, dan pernyataan-pernyataan yang dicatat di tempat lain dalam kitab Perjanjian baru betul-betul menolak interpretasi semacam ini.


Keterangan:


1. Lukas 24:45-49.
2. Perbuatan 11:1-18; 15:1-5; 21:17-26; Orang-orang Galatia 2:1-9.
3. Perbuatan 11:19.
4. Lihat kembali "Bantahan-bantahan Penyaliban Yesus"


s4l4s22

Jumlah posting : 143
Join date : 15.09.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 :: Kesaksian :: Buddha

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik