Silahkan masukkan username dan password anda!
Login

Lupa password?

Latest topics
» Ada apa di balik serangan terhadap Muslim Burma?
by Dejjakh Sun Mar 29, 2015 9:56 am

» Diduga sekelompok muslim bersenjata menyerang umat kristen
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:30 am

» Sekitar 6.000 orang perempuan di Suriah diperkosa
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:19 am

» Muhammad mengaku kalau dirinya nabi palsu
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:53 pm

» Hina Islam dan Presiden, Satiris Mesir Ditangkap
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:50 pm

» Ratusan warga Eropa jihad di Suriah
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:48 pm

» Krisis Suriah, 6.000 tewas di bulan Maret
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:46 pm

» Kumpulan Hadis Aneh!!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:43 pm

» Jihad seksual ala islam!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:40 pm

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Akal Budi Islam on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of on your social bookmarking website

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Poll
Statistics
Total 40 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah tutunkasep

Total 1142 kiriman artikel dari user in 639 subjects
Top posting users this month

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 23 pada Sat Jun 04, 2016 11:25 pm

DISTORSI MARKUS 2: PERUMPAMAAN-PERUMPAMAAN

 :: Kesaksian :: Buddha

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

DISTORSI MARKUS 2: PERUMPAMAAN-PERUMPAMAAN

Post  s4l4s22 on Tue Oct 04, 2011 4:24 pm

Konon, pada suatu kali Yesus mulai mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuninya, sehingga ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu mendengarkannya di darat, di tepi danau itu. Dan Yesus mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Markus menduga bahwa Yesus sering berbicara dalam bentuk perumpamaan-perumpamaan, dengan maksud untuk tetap menyembunyikan kebenaran dari mereka yang tidak pantas mengetahuinya. Sebaliknya, murid-murid Yesus mampu memahami "rahasia-rahasia" ini, yang tersimpan dalam perumpamaan-perumpamaan Yesus. Ketika Yesus sendirian, para pengikut dan kedua belas muridnya mendatanginya dan bertanya tentang perumpamaan itu.

Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun." (Markus 4:11-12)

Berbeda dengan Matius (Matius 13:14), Markus tidak secara tegas menyebut perumpamaan-perumpamaan itu sebagai hal pemenuhan nubuat. Namun demikian, pernyataan yang dinisbahkan ke mulut Yesus di atas sebenarnya merupakan penggalan ayat dalam Kitab Yesaya. Dalam hal ini, Markus tampaknya juga menggunakan terjemahan Yesaya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani. Pernyataan Yesaya sebenarnya adalah sebagai berikut:

Lalu aku (Yesaya) mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!" Kemudian firman-Nya: "Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh." Kemudian aku bertanya: "Sampai berapa lama, ya Tuhan?" Lalu jawab-Nya: "Sampai kota-kota telah lengang sunyi sepi, tidak ada lagi yang mendiami, dan di rumah-rumah tidak ada lagi manusia dan tanah menjadi sunyi dan sepi. (Yesaya 6:8-11)

Markus berusaha memilih kata-kata Yesaya menjadi sebuah nubuat yang kemudian seolah-olah digenapi oleh Yesus dengan mengeluarkan ayat Yesaya tersebut dari konteks yang sebenarnya. Dengan menghapus bagian awal dan akhir ayat-ayat Yesaya, dimana Yesaya konon secara suka-rela menyampaikan pesan dari Allah, Markus menyembunyikan fakta bahwa pesan Yesaya itu sebenarnya membicarakan tentang diutusnya Yesaya sebagai seorang nabi Allah. Pesan ini jelas mengidentifikasi Yesaya sebagai seorang rasul yang dibicarakan, dan dengan jelas mengidentifikasi peristiwa-peristiwa yang telah digenapi selama masa hidup Yesaya sendiri.

Sekali lagi, kutipan Markus dari Yesaya yang diletakkan di mulut Yesus sebenarnya sudah digenapi oleh nabi Yesaya sendiri sebagai salah seorang rasul Allah untuk bani Israel!


s4l4s22

Jumlah posting : 143
Join date : 15.09.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 :: Kesaksian :: Buddha

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik