Silahkan masukkan username dan password anda!
Login

Lupa password?

Latest topics
» Ada apa di balik serangan terhadap Muslim Burma?
by Dejjakh Sun Mar 29, 2015 9:56 am

» Diduga sekelompok muslim bersenjata menyerang umat kristen
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:30 am

» Sekitar 6.000 orang perempuan di Suriah diperkosa
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:19 am

» Muhammad mengaku kalau dirinya nabi palsu
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:53 pm

» Hina Islam dan Presiden, Satiris Mesir Ditangkap
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:50 pm

» Ratusan warga Eropa jihad di Suriah
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:48 pm

» Krisis Suriah, 6.000 tewas di bulan Maret
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:46 pm

» Kumpulan Hadis Aneh!!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:43 pm

» Jihad seksual ala islam!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:40 pm

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Akal Budi Islam on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of on your social bookmarking website

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Poll
Statistics
Total 40 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah tutunkasep

Total 1142 kiriman artikel dari user in 639 subjects
Top posting users this month

User Yang Sedang Online
Total 2 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 2 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 23 pada Sat Jun 04, 2016 11:25 pm

DISTORSI MATIUS 2: Imanuel Anak "Sang Perawan"

 :: Kesaksian :: Buddha

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

DISTORSI MATIUS 2: Imanuel Anak "Sang Perawan"

Post  s4l4s22 on Tue Oct 04, 2011 4:26 pm

Konon, Yusuf adalah seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya, Maria, di muka umum, karenanya, niatnya menceraikan Maria hendak dilakukan secara diam-diam. Namun, ketika ia mempertimbangkan niat itu, malaikat Tuhan nampak dalam mimpi Yusuf dan melarangnya menceraikan Maria, karena anak yang sedang dikandung Maria adalah dari Roh Kudus. Dikatakan malaikat dalam mimpi Yusuf, bahwa Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan menyelamatkan umatnya dari segala dosa mereka. Karenanya, malaikat Tuhan berpesan kepada Yusuf agar memberi nama Yesus kepada anak yang akan dilahirkan Maria itu. Matius memandang hal ini sebagai pemenuhan atas nubuat Perjanjian Lama. Narasi selanjutnya, dikutip di bawah ini (cetak biru ditambahkan):

1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.

Kutipan Matius di atas sesungguhnya diambil dari Kitab Yesaya berikut ini (cetak biru ditambahkan):

7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan dia Imanuel.

Dari perbandingan kedua kutipan ayat di atas, kita akan menemukan 4 persoalan prinsip, yaitu:

Pertama, kata "perempuan muda" dalam teks Yesaya, oleh Matius diubah menjadi "anak dara". Kenapa harus diubah? Perlu diketahui, kata "perempuan muda" dalam bahasa Ibraninya adalah "almah" yang bisa diterjemahkan sebagai "perempuan muda yang dalam konteks Yesaya bereputasi buruk seperti sundal atau pelacur". Sedangkan Maria adalah seorang perempuan suci yang masih perawan. Tampaknya Matius tidak benar2 menguasai budaya dan bahasa Ibrani, karenanya dia mengutip nubuat gagasannya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani. Perbedaan mencolok ini memunculkan dugaan bahwa pengarang Matius bukanlah seorang Yahudi dari Palestina, apalagi seorang murid Yesus. Yang pasti, Matius ingin memaksakan gagasannya mengenai nubuat akan datangnya sang Juru Selamat dengan segala cara.

Kedua, nama "Imanuel" dalam teks Yesaya adalah nama anak tersebut sebenarnya yang akan dilahirkan oleh "almah". Sedangkan nama anak yang dilahirkan Maria adalah Yesus ("Yesus" sebenarnya merupakan bentuk Yunani dari kata Ibrani "Yeshua" atau "Joshua", yang berarti "Tuhan akan menyelamatkan"). Orang itu bukanlah Imanuel, tetapi nama orang itu adalah Imanuel. Nama "Imanuel" dan "Yesus" adalah nama 2 orang yang berbeda. Jika Yesaya 7:14 merupakan nubuat datangnya seseorang yang akan dilahirkan oleh Maria, seharusnya nama orang itu adalah Imanuel, bukan Yesus. Tetapi kenyataannya, Matius menyatakan bahwa nama anak yang dilahirkan Maria adalah Yesus (Matius 1:25). Jadi jelasnya, Yesus tidak sama dengan Imanuel! Dari sini, kembali dapat terlihat kegagalan Matius menyampaikan gagasannya. Matius seolah-olah telah membaca sebuah nubuat: "Jim akan menangkap bola", tetapi ketika "Bob yang menangkap bola", Matius secara tergesa-gesa dan tanpa malu-malu menyatakan bahwa "tangkapan Bob" merupakan pemenuhan atas nubuat tersebut, meski kedua orang tersebut adalah berbeda satu sama lain dan keduanya juga memiliki nama yang berbeda.

Ketiga, kata "ia" yang menunjuk kepada "almah" dalam teks Yesaya, diubah oleh Matius dengan kata "mereka" dalam kutipannya. Siapa saja "mereka" yang dimaksudkan Matius ini? Untuk apa merubahnya? Bukankah bertentangan dengan teks Yesaya? "Mereka" tidak lain adalah Maria dan suaminya, Yusuf. Sebaliknya, "ia" (almah) akan memberi nama sendiri kepada anak yang akan dilahirkannya, "Imanuel". Benar2 sudah jauh berubah!

Matius 1:21. Ia (Maria) akan melahirkan anak laki-laki dan engkau (Yusuf) akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.

Matius 1:25. tetapi (Yusuf) tidak bersetubuh dengan dia (Maria) sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Keempat, penerjemah versi Alkitab Indonesia mengubah huruf "d" (kecil) dalam teks Yesaya menjadi huruf "D" (besar) dalam teks Matius. Hal ini dilakukan untuk menguatkan dugaan pemenuhan nubuat yang dikarang oleh Matius agar seolah2 terpenuhi oleh Yesus, padahal teks Yesaya yang sebenarnya tidak memiliki hubungan sama sekali dengan kelahiran Yesus dari Maria. Nama Yesus adalah "Yesus", bukan "Imanuel" !!!


s4l4s22

Jumlah posting : 143
Join date : 15.09.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: DISTORSI MATIUS 2: Imanuel Anak "Sang Perawan"

Post  kabayan on Sun Dec 04, 2011 5:00 am

s4l4s22 wrote:Konon, Yusuf adalah seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya, Maria, di muka umum, karenanya, niatnya menceraikan Maria hendak dilakukan secara diam-diam. Namun, ketika ia mempertimbangkan niat itu, malaikat Tuhan nampak dalam mimpi Yusuf dan melarangnya menceraikan Maria, karena anak yang sedang dikandung Maria adalah dari Roh Kudus. Dikatakan malaikat dalam mimpi Yusuf, bahwa Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan menyelamatkan umatnya dari segala dosa mereka. Karenanya, malaikat Tuhan berpesan kepada Yusuf agar memberi nama Yesus kepada anak yang akan dilahirkan Maria itu. Matius memandang hal ini sebagai pemenuhan atas nubuat Perjanjian Lama. Narasi selanjutnya, dikutip di bawah ini (cetak biru ditambahkan):

1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.

Kutipan Matius di atas sesungguhnya diambil dari Kitab Yesaya berikut ini (cetak biru ditambahkan):

7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan dia Imanuel.

Dari perbandingan kedua kutipan ayat di atas, kita akan menemukan 4 persoalan prinsip, yaitu:

Pertama, kata "perempuan muda" dalam teks Yesaya, oleh Matius diubah menjadi "anak dara". Kenapa harus diubah? Perlu diketahui, kata "perempuan muda" dalam bahasa Ibraninya adalah "almah" yang bisa diterjemahkan sebagai "perempuan muda yang dalam konteks Yesaya bereputasi buruk seperti sundal atau pelacur". Sedangkan Maria adalah seorang perempuan suci yang masih perawan. Tampaknya Matius tidak benar2 menguasai budaya dan bahasa Ibrani, karenanya dia mengutip nubuat gagasannya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani. Perbedaan mencolok ini memunculkan dugaan bahwa pengarang Matius bukanlah seorang Yahudi dari Palestina, apalagi seorang murid Yesus. Yang pasti, Matius ingin memaksakan gagasannya mengenai nubuat akan datangnya sang Juru Selamat dengan segala cara.

Kedua, nama "Imanuel" dalam teks Yesaya adalah nama anak tersebut sebenarnya yang akan dilahirkan oleh "almah". Sedangkan nama anak yang dilahirkan Maria adalah Yesus ("Yesus" sebenarnya merupakan bentuk Yunani dari kata Ibrani "Yeshua" atau "Joshua", yang berarti "Tuhan akan menyelamatkan"). Orang itu bukanlah Imanuel, tetapi nama orang itu adalah Imanuel. Nama "Imanuel" dan "Yesus" adalah nama 2 orang yang berbeda. Jika Yesaya 7:14 merupakan nubuat datangnya seseorang yang akan dilahirkan oleh Maria, seharusnya nama orang itu adalah Imanuel, bukan Yesus. Tetapi kenyataannya, Matius menyatakan bahwa nama anak yang dilahirkan Maria adalah Yesus (Matius 1:25). Jadi jelasnya, Yesus tidak sama dengan Imanuel! Dari sini, kembali dapat terlihat kegagalan Matius menyampaikan gagasannya. Matius seolah-olah telah membaca sebuah nubuat: "Jim akan menangkap bola", tetapi ketika "Bob yang menangkap bola", Matius secara tergesa-gesa dan tanpa malu-malu menyatakan bahwa "tangkapan Bob" merupakan pemenuhan atas nubuat tersebut, meski kedua orang tersebut adalah berbeda satu sama lain dan keduanya juga memiliki nama yang berbeda.

Ketiga, kata "ia" yang menunjuk kepada "almah" dalam teks Yesaya, diubah oleh Matius dengan kata "mereka" dalam kutipannya. Siapa saja "mereka" yang dimaksudkan Matius ini? Untuk apa merubahnya? Bukankah bertentangan dengan teks Yesaya? "Mereka" tidak lain adalah Maria dan suaminya, Yusuf. Sebaliknya, "ia" (almah) akan memberi nama sendiri kepada anak yang akan dilahirkannya, "Imanuel". Benar2 sudah jauh berubah!

Matius 1:21. Ia (Maria) akan melahirkan anak laki-laki dan engkau (Yusuf) akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.

Matius 1:25. tetapi (Yusuf) tidak bersetubuh dengan dia (Maria) sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Keempat, penerjemah versi Alkitab Indonesia mengubah huruf "d" (kecil) dalam teks Yesaya menjadi huruf "D" (besar) dalam teks Matius. Hal ini dilakukan untuk menguatkan dugaan pemenuhan nubuat yang dikarang oleh Matius agar seolah2 terpenuhi oleh Yesus, padahal teks Yesaya yang sebenarnya tidak memiliki hubungan sama sekali dengan kelahiran Yesus dari Maria. Nama Yesus adalah "Yesus", bukan "Imanuel" !!!



Silahkan baca jawabannya di http://www.sarapanpagi.org/16-distorsi-matius-2-anak-sang-perawan-vt643.html

kabayan

Jumlah posting : 128
Join date : 14.06.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 :: Kesaksian :: Buddha

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik