Silahkan masukkan username dan password anda!
Login

Lupa password?

Latest topics
» Ada apa di balik serangan terhadap Muslim Burma?
by Dejjakh Sun Mar 29, 2015 9:56 am

» Diduga sekelompok muslim bersenjata menyerang umat kristen
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:30 am

» Sekitar 6.000 orang perempuan di Suriah diperkosa
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:19 am

» Muhammad mengaku kalau dirinya nabi palsu
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:53 pm

» Hina Islam dan Presiden, Satiris Mesir Ditangkap
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:50 pm

» Ratusan warga Eropa jihad di Suriah
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:48 pm

» Krisis Suriah, 6.000 tewas di bulan Maret
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:46 pm

» Kumpulan Hadis Aneh!!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:43 pm

» Jihad seksual ala islam!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:40 pm

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Akal Budi Islam on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of on your social bookmarking website

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Poll
Statistics
Total 40 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah tutunkasep

Total 1142 kiriman artikel dari user in 639 subjects
Top posting users this month

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 23 pada Sat Jun 04, 2016 11:25 pm

(QS. Al-Baqarah » : 286)

 :: Debat Islam :: Alquran

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

(QS. Al-Baqarah » : 286)

Post  s4l4s22 on Mon Oct 10, 2011 12:58 pm

2. Kitab [11] (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa [12],

[11] Tuhan menamakan Al-Qur'an dengan Al Kitab yang di sini berarti "yang ditulis", sebagai isyarat bahwa Al-Qur'an diperintahkan untuk ditulis.

[12] Takwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja.
3. (yaitu) mereka yang beriman [13] kepada yang ghaib [14], yang mendirikan shalat [15], dan menafkahkan sebahagian rezki [16] yang Kami anugerahkan kepada mereka.

[13] Iman ialah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa. Tanda-tanda adanya iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu.

[14] Yang ghaib ialah yang tak dapat ditangkap oleh pancaindera. Percaya kepada yang ghjaib yaitu, meng-i'tikadkan adanya sesuatu "yang maujud" yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera, karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti: adanya Allah, Malaikat-Malaikat, Hari akhirat dan sebagainya.

[15] Shalat menurut bahasa 'Arab: doa. Menurut istilah syara' ialah ibadat yang sudah dikenal, yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam, yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan kerendahan diri kepada Allah. Mendirikan shalat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan melangkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir ataupun yang batin, seperti khusu', memperhatikan apa yang dibaca dan sebagainya.

[16] Rezki: segala yang dapat diambil manfa'atnya. Menafkahkan sebagian rezki, ialah memberikan sebagian dari harta yang telah direzkikan oleh Tuhan kepada orang-orang yang disyari'atkan oleh agama memberinya, seperti orang-orang fakir, orang-orang miskin, kaum kerabat, anak-anak yatim dan lain-lain.
4. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu [17], serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat [18].

[17] Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Muhammad SAW ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur'an seperti: Taurat, Zabur, Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al-Qur'an yang diturunkan kepada para Rasul. Allah menurunkan Kitab kepada Rasul ialah dengan memberikan wahyu kepada Jibril a.s., lalu Jibril menyampaikannya kepada Rasul.

[18] Yakin ialah kepercayaan yang kuat dengan tidak dicampuri keraguan sedikitpun. Akhirat lawan dunia. Kehidupan akhirat ialah kehidupan sesudah dunia berakhir. Yakin akan adanya kehidupan akhirat ialah benar-benar percaya akan adanya kehidupan sesudah dunia berakhir.
5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung [19].

[19] Ialah orang-orang yang mendapat apa-apa yang dimohonkannya kepada Allah sesudah mengusahakannya.

6. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Jarir mengetengahkan dari jalur Ibnu Ishak, dari Muhammad bin Abu Ikrimah, dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas mengenai firman Allah, "Sesungguhnya orang-orang yang kafir.." (Q.S. Al-Baqarah 6) sampai akhir dua ayat. Kedua ayat tersebut turun berkenaan dengan orang-orang Yahudi Madinah. Diketengahkan dari Rabi` bin Anas, "Dua ayat diturunkan tentang memerangi kaum sekutu, yaitu, 'Sesungguhnya orang-orang kafir itu sama saja halnya bagi mereka', sampai dengan '...dan bagi mereka disediakan siksa yang keras.'" (Q.S. Al-Baqarah 6-7).
7. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka [20], dan penglihatan mereka ditutup [21]. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

[20] Yakni orang itu tidak dapat menerima petunjuk, dan segala macam nasehatpun tidak akan berbekas padanya.

[21] Maksudnya: mereka tidak dapat memperhatikan dan memahami ayat-ayat Al-Qur'an yang mereka dengar dan tidak dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mereka lihat di cakrawala, di permukaan bumi dan pada diri mereka sendiri.

s4l4s22

Jumlah posting : 143
Join date : 15.09.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: (QS. Al-Baqarah » : 286)

Post  DREphantom15 on Sat Nov 05, 2011 3:21 am

s4l4s22 wrote:2. Kitab [11] (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa [12],

[11] Tuhan menamakan Al-Qur'an dengan Al Kitab yang di sini berarti "yang ditulis", sebagai isyarat bahwa Al-Qur'an diperintahkan untuk ditulis.

[12] Takwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja.
3. (yaitu) mereka yang beriman [13] kepada yang ghaib [14], yang mendirikan shalat [15], dan menafkahkan sebahagian rezki [16] yang Kami anugerahkan kepada mereka.

[13] Iman ialah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa. Tanda-tanda adanya iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu.

[14] Yang ghaib ialah yang tak dapat ditangkap oleh pancaindera. Percaya kepada yang ghjaib yaitu, meng-i'tikadkan adanya sesuatu "yang maujud" yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera, karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti: adanya Allah, Malaikat-Malaikat, Hari akhirat dan sebagainya.

[15] Shalat menurut bahasa 'Arab: doa. Menurut istilah syara' ialah ibadat yang sudah dikenal, yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam, yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan kerendahan diri kepada Allah. Mendirikan shalat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan melangkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir ataupun yang batin, seperti khusu', memperhatikan apa yang dibaca dan sebagainya.

[16] Rezki: segala yang dapat diambil manfa'atnya. Menafkahkan sebagian rezki, ialah memberikan sebagian dari harta yang telah direzkikan oleh Tuhan kepada orang-orang yang disyari'atkan oleh agama memberinya, seperti orang-orang fakir, orang-orang miskin, kaum kerabat, anak-anak yatim dan lain-lain.
4. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu [17], serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat [18].

[17] Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Muhammad SAW ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur'an seperti: Taurat, Zabur, Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al-Qur'an yang diturunkan kepada para Rasul. Allah menurunkan Kitab kepada Rasul ialah dengan memberikan wahyu kepada Jibril a.s., lalu Jibril menyampaikannya kepada Rasul.

[18] Yakin ialah kepercayaan yang kuat dengan tidak dicampuri keraguan sedikitpun. Akhirat lawan dunia. Kehidupan akhirat ialah kehidupan sesudah dunia berakhir. Yakin akan adanya kehidupan akhirat ialah benar-benar percaya akan adanya kehidupan sesudah dunia berakhir.
5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung [19].

[19] Ialah orang-orang yang mendapat apa-apa yang dimohonkannya kepada Allah sesudah mengusahakannya.

6. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Jarir mengetengahkan dari jalur Ibnu Ishak, dari Muhammad bin Abu Ikrimah, dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas mengenai firman Allah, "Sesungguhnya orang-orang yang kafir.." (Q.S. Al-Baqarah 6) sampai akhir dua ayat. Kedua ayat tersebut turun berkenaan dengan orang-orang Yahudi Madinah. Diketengahkan dari Rabi` bin Anas, "Dua ayat diturunkan tentang memerangi kaum sekutu, yaitu, 'Sesungguhnya orang-orang kafir itu sama saja halnya bagi mereka', sampai dengan '...dan bagi mereka disediakan siksa yang keras.'" (Q.S. Al-Baqarah 6-7).
7. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka [20], dan penglihatan mereka ditutup [21]. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

[20] Yakni orang itu tidak dapat menerima petunjuk, dan segala macam nasehatpun tidak akan berbekas padanya.

[21] Maksudnya: mereka tidak dapat memperhatikan dan memahami ayat-ayat Al-Qur'an yang mereka dengar dan tidak dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mereka lihat di cakrawala, di permukaan bumi dan pada diri mereka sendiri.


Surah Al Baqarah (SAPI BETINA / Surat 2)

1. Terdiri dari 286 ayat

2. Diturunkan di madinah sehingga termasuk surat madaniyah

3. Urutan turunnya adalah urutan ke 87 dari surat-surat alquran namun ditempatkan pada urutan ke-2 pada alquran sekarang

Sebelum masuk ke masing-masing ayat dalam surat ini untuk kita bahas, sedikit penamaan surat ini mengganjal dihatiku yaitu surat SAPI BETINA. Dalam bahasa arabnya untuk orang non arab memang sepertinya tidak masalah namun dalam bahasa Indonesianya “Surat Sapi Betina” tentu menjadi masalah. Sesungguhnya banyak nama-nama surat dalam alquran yg nyeleneh seperti ini. Disamping itu pengurutan surat-surat alquran juga sangat amburadul dan bagi orang-orang yg berpikir hal ini mengindasikan sejuta tanda Tanya.

Pada pembahasan ini perlu disampaikan kembali bahwa Tafsiran-tafsiran yg saya tulis adalah Tafisran muslim sendiri dan telah di ACC oleh DEPAG. Terhadap tafsiran-tafsiran inilah saya sedikit memberi tanggapan dan mengkaitkannya dengan sejarah jika ayat itu sedikit banyaknya menyinggung sejarah.

Surat Sapi Betina – Albaqarah (Surat 2)

I. Tiga golongan manusia dalam mengahdapi Alquran

Golongan Mu`min

1. Alif Lam Mim

Tafsiran Muslim “Alif Lam Mim, Alif Lam Ra, Alif Lam Mim Sad, Alif Lam Mim Ra, Kaf Ha Ya Ain Sad, Taha, Ta Sim Mim, Ta Sin, Ya sin, Sad, Ha Mim, Qaf, Nun adalah huruf-huruf abjad pada permulaan sebagian surat Alquran. Sebagian muslim menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena termasuk ayat mutasyabihat karena maknanya hanya diketahui Allah sendiri. Yang lain menfasirkannya sebagai nama surat dan adapula yg berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian pendengar supay memperhatikan Alquran itu dan untuk mensgisyarakan bahwa Alquran itu disusun dalam bahasa Arab yg tersusun dalam huruf-huruf abjad. Kalau mereka tidak percaya bahwa Alquran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad SAW maka cobalah mereka buat semacam Alquran itu. Dan tentu masih banyak lagi tafsiran muslim yg intinya mengharubirukan kata-kata yg mereka tidak tahu artinya ini kecuali dengan sebuah perkataan “Hanya allah yg tahu artinya”.

Tanggapanku : Pada zaman dahulu di arab Saudi kata-kata Alif Lam Mim, Alif Lam Ra, Alif Lam Mim Sad, Alif Lam Mim Ra, Kaf Ha Ya Ain Sad, Taha, Ta Sim Mim, Ta Sin, Ya sin, Sad, Ha Mim, Qaf, Nun, sudah terbiasa digunakan sebagai jampi-jampi, mantera-mantera dan ilmu sihir. Perkataan-perkataan seperti ini dalam alquran terdapat dalam 29 surat dari 114 surat alquran versi sekarang atau sekitar 33 % dari alquran. Perkataan sperti ini terdapat pada Surat Sapi Betina (2), Surat Keluarga Imran (3), Surat Tempat Tertinggi (7), Surat Yunus (10), Surat Hud (11), Surat Yusuf(12), Surat Guruh (13),Surat Ibrahim (14), surat Al Hijr (15), Surat Maryam (19), Surat Taha (20), Surat Para Penyair (26), Surat Semut (27), Surat Cerita-Cerita (28), Surat Laba-Laba (29), Surat Bangsa Rumawi (30), Surat Luqman (31), Surat Sujud (32), Surat Yasin (36), Surat Sad (38), Surat Org Yg Beriman (40), Surat yg dijelaskan (41), Surat Musyawarah (42), Surat Perhiasan (43), Surat Kabut (44), Surat yg berlutut (45), Surat Bukit-Bukit Pasir (46), Surat Qaf (50), Surat Kalam (68).

Tafsiran-tafsiran muslim yg pada umumnya mengatakan hanya allah yg tahu artinya adalah sebuah kebodohan yg sangat dalam. Bagaimana mungkin Allah memberikan ayat yg hanya Dia yg tahu artinya? Padahal di lain ayat allah mereka mengatakan bahwa alquran diturunkan dengan bahasa arab yg jelas?

Padahal kalau ditelaah lebih dalam, sebenarnya perkataan-perkataan ini adalah amulet atau mantera-mantera magis yg sudah terbiasa dahulu diucapkan oleh para penyembah berhala dan ahli-ahli sihir dalam melawan kekuatan yg tidak mereka kehendaki. Hal ini dilanjutkan dalam Islam oleh Muhammad. Bagi mereka yg mendalami mistik Islam dan Dukun Islam, huruf tanpa makna ini sudah tidak asing bahkan dibuat panjang hingga puluhan huruf. Di Arab huruf-huruf magis ini dipelajari dalam ilmu Tawil.

Dalam salah satu kitab Tahayul “Perjanjian Sulaiman (The testament of solomon)” digambarkan bahwa Sulaiman menguasai Jin dan setan-setan, dikemudian hari Muhammad yg tidak tahu kebenaran ini mengambil langsung sehingga alquran juga menggabarkan bahwa Sulaiman menguasai Jin dan setan-setan, padahal kitab tahayul ini adalah kitab apokrib yg muncul sekitar abab I.

Israel negeri yg didalamnya Nama Yahweh disebut, mistik sangat dilarang, namun demikian berbagai mistik juga ahirnya hadir ditempat ini sebagai akibat pengaruh mistik Yunani dan Mesir, akan tetapi mistik ini tidak mempengaruhi sendi kehidupan umat Israel dalam aqidah agama. Namun mistik-mistik ini sangat mempengaruhi arab kafir dan arab muslim lewat Muhammad. Hal ini juga terlihat pada saat Khadijah mengetest apakah yg datang pada Muhammad Hantu atau Malaikat. Menurut mistik Yahudi, Hantu laki-laki birahi terhadap manusia (wanita) dan bisa menghamili sementara kalau malaikat akan lari melihat wanita yg membuka baju. Dan inilah yg dipraktekkan Khadijah untuk meyakinkan kenabian Muhammad.

Dalam Riwayat HR Ibnu Majah, Hadist Bukhari, Muslim, Nasai dan ahmad juga diriwayatkan. “Sebagian Sahabat Nabi SAW pernah disengat / dipatuk Ular. Maka Nabi berkta “ apakah ada org yg menjampinya?. Maka sahabat menjawab “ sesungguhnya, keluarga hazm, mereka membaca jampi-jampi untuk sengatan, patokan ular, dan ketika engkau melarang jampi-jampi, mereka meninggalkan jampi-jampi tersebut. Nabi berkata “Panggillah Umaroh bin Hazm. Merekapun memanggilnya, lalu Umaroh menyodorkan jampi-jampinya, lalu Nabi berkata “ tidak apa-apa jampi-jampinya, maka Nabi menginjinkan, kemudian ia membaca jampi-jampinya.

Sihir, matera-mantera, jampi-jampi sejak zaman dulu memang memiliki kekuatan magis dan biasa juga digunakan untuk mengusir setan, meyembuhkan penyakit. Islam disatu sisi sepertinya melarang Sihir, mantera-mantera, jampi-jampi namun disisi lain islam sangat kental dipengaruhi dan dibentuk oleh sihir, mantera-mantera dan jampi-jampi serta tahayul-tahayul baik pada alquran dan tradisi-tadisi yg dibangun islam seperti adanya ilmu putih dan ilmu hitam, adanya setan baik dan setan buruk, adanya jin yg baik dan jin yg buruk, adanya jin islam dan jin non islam dan segala macamnya.

Disamping itu, sudah teramat sering kita mendengar islam dengan segala ayat-ayat jampinya dan dukun-dukunya yg berasaskan Alquran.

Untuk hal ini mungkin hanya Allah jugakah yg tahu mengapa Islam seperti ini? Sesungguhnya aku berlindung kepada Yahweh, TUhan semesta Alam yg sejati dari kesesatan Islam ini.

2. Kitab (alquran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yg bertaqwa.

Tafsiran Muslim “Tuhan menamakan Alquran dgn Alkitab disini berarti “yg ditulis” sebagai isyarat bahwa Alquran diperintahkan untuk ditulis.

Tanggapanku : Dari tafsiran muslim diatas bisa kita simpulkan bahwa Alquran juga adalah produk tulisan. Pandangan yg mengatakan Alquran dikirim atau diturunkan adalah pandangan yg sangat bodoh mengingat sejarah kodefikasi Alquran juga sangat parah dan penuh tragedy yg mengerikan yg tidak seharusnya terjadi pada sebuah kita suci hanya untuk sebuah standarisasi. Disamping itu juga merupakan pandangan yg dilahirkan karena kebodohan arab (Muhammad) yg tidak tahu sejarah Kitab suci. (kita telah bahas hal ini pada sesi I hingga sesi III)

Klaim ayat dua ini juga sangat tidak berdasar. Karena alquran adalah sebuah kitab yg sgt diragukan. Tanpa melihat isinya sendiripun, kehadiran ayat ini justru sangat mengindasikan betapa ALquran adalah sebuah buku yg sangat pantas diragukan. Pernyataan ini juga mengindikasikan ketidakbenaran Alquran. Belum lagi jika sudah menelaah semua isinya. Itulah sebabnya, salah satu contoh mengapa Umat Islam menolak jika Alquran dianalisa oleh para Ahli sebagaimana para ahli menganalisa ALKITAB. Jika pengujian terhadap Alquran dilakukan seperti pengujian pada Alkitab, maka dapat dipastikan Alquran akan gugur. Akan tetapi umat Islam tidak akan mau melakukan itu. Saya sudah teramat sering berhadapan dengan muslim yg selalu berkata tidak boleh Alquran diteliti karena Alquran adalah Bacaan (iqro). Mereka lupa bahwa tradisi yahudi dan Kristen juga mengatakan bahwa alkitab juga adalah bacaan (iqra) bahkan semua buku baik buku suci dan buku biasa juga adalah bacaan. Justru seharunsya kitab suci adalah kitab yg paling tahan banting terhadap segala ujian, test dan analisa. Masakan alquran tidak berani sementara buku buku biasa didunia ini banyak diuji.

Disamping itu, ayat dua ini jelas mengindakasikan alquran merupakan kitab perdebatan yg penuh dengan nuansa permusuhan yg tidak pantas disebut sebagai Kitab Allah. Sekilas bagi yg tidak tahu, memang, ayat dua ini dapat menggiring orang-orang bodoh kepada pemikiran yg tidak akan mengkritisi Alquran. Padahal dari sejarahnya surat Sapi betina ini menurut muslim turun pada urutan ke 87. Artinya sudah ada 86 surat sebelumnya. Tentu Muhammad berusaha meyakinkan bahwa Alquran ini adalah kitab yg benar, akan tetapi org-org yg telah mengenal Kitab dan Tuhan yg benar tidak akan terpancing dengan hal ini. Kita bisa membedakan mana yg benar dan yg tidak benar. Kitab Alquran kalau kita pelajari seksama, juga merupakan kitab debat, kitab yg penuh dengan nuansa permusuhan, kebencian dan pertikaian, dendam dan pembunuhan terhadap yg lain yg tidak menerima kitab ini, allahnya, sang pribadi yg mengaku nabi dan sang jibril. Sayangnya dia hadir di negeri para penyembah berhala yg juga merupakan orang-orang bodoh dan jahiliyah, terbelakang dan yg tidak tahu kebenaran sehingga dengan mudah dapat tertipu.

3. (yaitu) mereka yg beriman kepada yg gaib, yg mendirikan Salat, dan menafkahkan sebagian rezki yg Kami anugerahkan kepada mereka.

4. Dan mereka yg beriman kepada kepada Kitab (alquran) yg telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yg telah diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

Tafsiran Muslim “Kitab-kitab yg diturunkan sebelum MSAW ialah kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil dan suhuf-suhuf yg tersebut dalam Alquran yg diturunkan kepada Para Rasul. Allah menurunkan Kitab kepada Rasul ialah dengan memberikan Wahyu kepada Jibril A.S, lalu jibril menyampaikannya kepada Rasul.

Tanggapanku : Pemahaman Muslim (Muhammad) jelas sangat keliru dan sesat dalam hal Kitab suci. Mereka berpikir bahwa Kitab suci diturunkan Allah dari surga dalam bentuknya. Padahal tradisi Yahudi dan Kristen selaku yg mengenal kebenaran kitab suci tidak pernah mengajarkan demikian. Kitab Suci adalah dari Allah sejati melalui Pengilhaman Allah kepada para Nabi dan Rasul (minimal Murid Nabi dan Rasul) sehingga terkuak segala misteri dan semua peristiwa yg terjadi jauh sebelum mereka ada, pada saat mereka ada maupun hingga peristiwa setelah mereka tiada, mulai dari asal-usul alam semesta, manusia, kejatuhan, penebusan dan keselamatan serta akhir zaman yg semuanya telah lengkap dari kitab Kejadian hingga Wahyu. Kejadian hingga Wahyu tidak memerlukan lagi sebuah Kitab, ajaran dan Nabi baru utk menggambarkan segala sesuatu dalam ranah dan rukun iman. Jika dikaitkan dengan Alkitab, maka tidak ada sesuatu yg baru dalam Alquran selain daripada ajaran-ajaran setan dan penyembahan berhala didalamnya serta tradisi kafir dan mistik yg kental didalamnya serta dongeng-dongeng dan tahayul-tahayul, cerita-cerita rakyat yg turut mewarnai alquran (islam). Hal ini sudah pernah kita bahas pada sesi terdahulu dan tentu akan lebih dalam kita bahas pada sesi-sesi berikutnya dalam bahasan tiap ayat dalam surat quran.

5. Mereka itulah yg tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka dan merekalah orang-orang yg beruntung

Golongan Kafir

6. Sesungguhnya org-org kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman.

Tanggapanku : Kenyataan ayat ini tidak benar, karena justru banyak umat Muslim yg sudah sadar akhirnya murtad, jika ini benar, mereka yg beriman kepada alquran, seharusnyalah tidak murtad karena mereka sudah diberi peringatan. Jadi kata yg mengatakan bahwa org kafir sama saja tidak beriman jika diberi peringatan-atau tidak adalah hal yg sgt keliru, sebab org yg sudah menerima peringatan quran dan yg hidup didalamnyapun ternyata bisa murtad.

7. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yg amat berat

Tafsiran Muslim “Yakni org itu tidak dapat menerima petunjuk, dan segala macam nasehatpun tidak akan berbekas padanya dan org itu tidak dapat memperhatikan dan memahami ayat-ayat Alquran yg mrk dengar dan tidak dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah yg mereka lihat di cakrawala, dipermukaan bumi dan pada diri mereka sendiri

Tanggapanku : Inilah juga tabiat Setan/Iblis yg ada dalam diri Allah Muslim disamping tabiat Menyesatkan Manusia, mengirim setan untuk membuat manusia mendurhaka. Tabiat-tabiat ini jelas menggambarkan bahwa pribadi Allah yg dikenalkan Muhammad dan Jibrilnya adalah Allah Palsu atau Setan/Iblis itu sendiri. Memang ini hanya bisa dikenali dibawah terang Alkitab yg dengan jelas bisa membedakan mana malaikat Asli dan Palsu, Nabi asli dan Palsu, Kitab Benar dan Kitab Palsu serta Allah sejati dan Allah Palsu (Iblis). Muhammad selama dalam pengembaraannya dan usahanya untuk memperkenalkan diri sebagai Nabi mungkin tidak menyadarinya karena Muhammad sama sekali tidak pernah bersentuhan dengan orang-orang benar yg mengenal Kitab suci dan sejarah para nabi yg benar serta Tuhan yg benar. Dizamannya memang ada org-org Kristen tetapi kekristenan yg bersentuhan dengan Muhammad adalah kekristenan yg rusak atau bidah (sesat), hal ini jelas sekali terlihat pada Siti Khadijah dan Waraqah Bin Naufal

Golongan Munafik

8. Diantara manusia ada yg mengatakan :”Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian, padahal mereka itu sesungguhnya bukan org-org yg beriman

9. Mereka hendak Menipu Allah dan org-org yg beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar

10. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yg pedih, disebabkan mereka berdusta.

Tafsiran Muslim “Yakni keyakinan mereka trhdp MSAW lemah sehingga menimbulkan kedengkian, iri hati dan dendam terhadap MSAW, agama dan org-org Islam

Tanggapanku : Ini juga adalah salah satu sifat Setan dalam diri Allah SWT. Yg sejutakali ditafsirkan muslimpun untuk membela ayat ini, namun kebenaran yg sejati tidak akan pernah mengajarkan bahwa Allah menambah penyakit seperti ini pada manusia ciptaannya. Satu-satunya yg melakukan ini hanyalah Setan.

11. Dan bila dikatakan kepada mereka :”Janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi”, mereka menjawab:”sesungguhnya kami org-org yg mengadakan perbaikan”

Tafsiran Muslim “kerusakan yg mereka perbuat dimuka bumi bukan berarti kerusakan benda, melainkan menghasut org-org kafir untuk memusuhi dan menentang org-org islam.

Tanggapanku : Kalau ini yg dimaksudkan maka tentu hal ini adalah sering terjadi antara sesama manusia yg tidak ingat Tuhan ketika bertindak. Dan bahkan sebenarnya sejarah membuktikan bahwa Islamlah yg paling banyak melakukan kerusakan di Muka Bumi jika mengikuti ayat dan penafsiran muslim ini.

12. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah org-org yg membuat kerusakan tetapi mereka tidak sadar.

Tanggapanku : Ayat ini sepertinya digenapi oleh Muslim sendiri. Jangan lupa sejarah kerusakan dimuka bumi ini sejak awal kehadiran Islam.

13. Apabila dikatakan kepada mereka :”Berimanlah kamu sebagaimana org-org lain telah beriman”, mereka menjawab :”Akan berimankah kami sebagaimana org-org yg bodoh itu telah beriman? Ingatlah, sesungguhnya merekalah org-org yg bodoh, tetapi mereka tidak tahu

14. Dan bila mereka berjumpa dengan org-org yg beriman, mereka mengatakan :”kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan : Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok

Tafsiran Muslim “maksudnya pemimpin-pemimpin mereka”.

15. Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan

Tanggapanku “ Ini juga salah satu sifat Setan dalam diri Allah SWT”

16. Mereka itulah org yg membeli kesesatan dengan petunjuk maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.

Tanggapanku : Apa hubungan kesesatan yg dibahas dalam ayat-ayat ini dengan keberuntungan Perniagaan ya?

17. Perumpamaan mereka adalah seperti org yg menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cayaha (yg menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.

Tafsiran Muslim “org-org munafik itu tak dapat mengambil manfaat dari petunjuk-petunjuk yg dtg dari Allah, karena sifat-sifat kemunafikan yg bersemi dlm dada mereka. Keadaan mereka digambarkan Allah spt dlm ayat tersebut

Tanggapanku : Ini juga sifat setan yg melekat dalam diri Allah SWT. Dalam kekristenan, justru Allah sejati tidak akan mematahkan buluh yg terkulai dan tidak akan memadamkan sumbu yg pudar. Allah sejati malah akan semakin menyinari org-org yg telah mendapat seberkah sinar. Apalagi jika itu org kafir dan org yg tidak mengenal Tuhan, orang-org munafik yg sudah mendapakan secercah sinar, Allah sejati akan memperbesarnya sampai kepada Pertobatan sejati dan Malaikat-malaikat (surga) bersuka cita besar jika satu orang bertobat didunia ini. Allah tidak akan pernah menghilangkan sinar / cahaya itu.

18. Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yg benar)

Tafsiran Muslim “walaupun panca indera mereka sehat mereka dipandang tuli, bisu dan buta oleh krn tdk dpt menerima kebenaran”

Tanggapanku : apakah ini juga termasuk bahwa Allah membuat mereka Tuli, bisu dan buta? Atau Allah menyesatkan mereka seperti salah satu Sifat Allah dalam quran adalah menyesatkan manusia?

19. Atau seperti (org-org yg ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi org-org yg kafir.

Tafsiran Muslim “keadaan org munafik itu ketika mendengar ayat-ayat yg mengandung peringatan adalah seperti org yg ditimpa hujan lebat dan petir. Mereka menyumbat telinganya karena tidak sanggup mendengar peringatan-peringatan Alquran.

Tafsiran Muslim “Meliputi org-org kafir” Maksudnya pengetahuan dan kekuasaan Allah meliputi org-org kafir

Tanggapan saya : Ayat 8 hingga ayat 19 jelas topiknya mengenai golongan munafik. Anehnya sebuah kalimat muncul disini yg seharusnya muncul pada ayat 6 dan 7 mengenai golongan kafir. Bagaimana mungkin sebuah kalimat “Dan Allah meliputi org-org kafir” tiba-tiba muncul dibahsan golongan munafik?. Ini siapa yg lompat-lompatya? Allahkah, jibirlkah atau Muhammadkah atau para penyalin dan perevisi Alquran?

20. Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka, mereka berjalan dibawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.

Tanggapanku : Allah sejati tidak akan pernah menghendaki untuk melenyapkan pendengaran dan penglihatan manusia meskipun itu orang-org jahat. Allah sejati baik terhadap semua orang baik terhadap org yg tahu berterimakasih maupun yg tidak tahu berterima kasih. Ia baik terhadap org yg beriman maupun yg tidak beriman bahkan Ia menantikan kepulangan org-org yg tidak beriman. Jadi ayat quran yg berkata “Jika Allah menhendaki dst pada ayat 20 ini” dalam pandangan Kristen adalah Sesat.

Demikian untuk sementara pembahasan Kitab Sapi Betina (2) ini, dan akan kita lanjutkan pada ayat 21 dan seterusnya pada sesi berikutnya.

DREphantom15

Jumlah posting : 161
Join date : 11.06.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: (QS. Al-Baqarah » : 286)

Post  DREphantom15 on Sat Nov 05, 2011 3:23 am

s4l4s22 wrote:2. Kitab [11] (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa [12],

[11] Tuhan menamakan Al-Qur'an dengan Al Kitab yang di sini berarti "yang ditulis", sebagai isyarat bahwa Al-Qur'an diperintahkan untuk ditulis.

[12] Takwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja.
3. (yaitu) mereka yang beriman [13] kepada yang ghaib [14], yang mendirikan shalat [15], dan menafkahkan sebahagian rezki [16] yang Kami anugerahkan kepada mereka.

[13] Iman ialah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa. Tanda-tanda adanya iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu.

[14] Yang ghaib ialah yang tak dapat ditangkap oleh pancaindera. Percaya kepada yang ghjaib yaitu, meng-i'tikadkan adanya sesuatu "yang maujud" yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera, karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti: adanya Allah, Malaikat-Malaikat, Hari akhirat dan sebagainya.

[15] Shalat menurut bahasa 'Arab: doa. Menurut istilah syara' ialah ibadat yang sudah dikenal, yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam, yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan kerendahan diri kepada Allah. Mendirikan shalat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan melangkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir ataupun yang batin, seperti khusu', memperhatikan apa yang dibaca dan sebagainya.

[16] Rezki: segala yang dapat diambil manfa'atnya. Menafkahkan sebagian rezki, ialah memberikan sebagian dari harta yang telah direzkikan oleh Tuhan kepada orang-orang yang disyari'atkan oleh agama memberinya, seperti orang-orang fakir, orang-orang miskin, kaum kerabat, anak-anak yatim dan lain-lain.
4. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu [17], serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat [18].

[17] Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Muhammad SAW ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur'an seperti: Taurat, Zabur, Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al-Qur'an yang diturunkan kepada para Rasul. Allah menurunkan Kitab kepada Rasul ialah dengan memberikan wahyu kepada Jibril a.s., lalu Jibril menyampaikannya kepada Rasul.

[18] Yakin ialah kepercayaan yang kuat dengan tidak dicampuri keraguan sedikitpun. Akhirat lawan dunia. Kehidupan akhirat ialah kehidupan sesudah dunia berakhir. Yakin akan adanya kehidupan akhirat ialah benar-benar percaya akan adanya kehidupan sesudah dunia berakhir.
5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung [19].

[19] Ialah orang-orang yang mendapat apa-apa yang dimohonkannya kepada Allah sesudah mengusahakannya.

6. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Jarir mengetengahkan dari jalur Ibnu Ishak, dari Muhammad bin Abu Ikrimah, dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas mengenai firman Allah, "Sesungguhnya orang-orang yang kafir.." (Q.S. Al-Baqarah 6) sampai akhir dua ayat. Kedua ayat tersebut turun berkenaan dengan orang-orang Yahudi Madinah. Diketengahkan dari Rabi` bin Anas, "Dua ayat diturunkan tentang memerangi kaum sekutu, yaitu, 'Sesungguhnya orang-orang kafir itu sama saja halnya bagi mereka', sampai dengan '...dan bagi mereka disediakan siksa yang keras.'" (Q.S. Al-Baqarah 6-7).
7. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka [20], dan penglihatan mereka ditutup [21]. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

[20] Yakni orang itu tidak dapat menerima petunjuk, dan segala macam nasehatpun tidak akan berbekas padanya.

[21] Maksudnya: mereka tidak dapat memperhatikan dan memahami ayat-ayat Al-Qur'an yang mereka dengar dan tidak dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mereka lihat di cakrawala, di permukaan bumi dan pada diri mereka sendiri.


Alquran Sesi VIII : KITAB Sapi Betina / Al Baqarah (Bagian II)

Salam

Kita telah mempelajari Kitab Sapi Betina ayat 1: 20 pada sesi VII yg lalu. Sekarang kita akan mempelajari lanjutannya.

Keesaan Dan Kekuasaan Tuhan

21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yg telah menciptakanmu dan org-org sebelummu, agar kamu bertaqwa

22. Dialah yg menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dgn hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu, karena itu jgnlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

Tafsiran Muslim Ialah segala sesuatu yg disembah disamping Allah, seperti berhala-berhala dan dewa-dewa.

Kajian : Agama-agama semitik seperti Kristen, Islam dan Yahudi adalah agama-agama yg dikatakan serumpun sebagai agama-agama keturunan Ibrahim. Meski demikian, sebenarnya Islam tidak dapat dikatakan bagian dari Agama rumpun Ibrahim karena tidak adanya data yg bisa ditelusuri dimana Islam merupakan bagian dari agama semitik (rumpun Ibrahim). Ismael yg mereka klaim sebagai nenek moyang dari Muhammad adalah klaim yg tidak berdasar, apalagi tidak ada garis silsilah Muhammad yg bisa ditarik Ke Ismael.

Yahudi dan kristiani adalah agama semitik yg paling dekat karena sama-sama berasal dari Israel dan memiliki kitab yg sama yaitu Tenak (Thora we Nebiim we Ketubim) atau yg sering dikenal “Perjanjian Lama. Disamping Kitab TENAK, Kekristenan juga memiliki Kitab Khadasah (Perjanjian Baru). Kitab Tenak dan Khadasah adalah kitab yg mendasari Kekristenan.

Islam yg muncul abad keenam meski tidak jelas asal-usulnya baik secara lahiriah mapun secara rohaniah mengklaim diri sebagai bagian dari agama semitik juga. Agama rumpun Ibrahim dari garis Ismael, anak kedagingan Ibrahim dengan Siti Hajar. Ismael lahir dikarenakan Sara yg tidak sabar menanti Janji Allah akan kehadiran anak Terjanji yakni Ishak. Namun Ibrahim tidak mengingatkan Sara melainkan mengiyakannya dengan demikian Ibrahim ikut dan melakukan salah satu tradisi atau kebiasaan pagan/kafir saat itu dimana jika istri yg sudah lama tidak melahirkan maka sang suami boleh menggauli hamba perempuannya atas izin istri sah. Dan dalam pandangan Yahudi dan Kristen hal ini adalah perzinahan. Itulah sebabnya Ismael juga adalah anak perzinahan, anak kedagingan. Dan alkitab menceritakan dengan terang dosa yg dilakukan Ibrahim ini.

Dikemudian hari akhirnya dosa semakin terjadi diantara Sara dan Siti hajar, siti hajar menjadi sombong dan merendahkan sara setelah mengetahui kehamilannya, Sara sakit hati dan menuntut keadilan pada Ibrahim dan ahirnya memuncak pada pengusiran Ismael dan Hagar.

Namun entah dasar apa yg diambil oleh saudara Muslim sehingga mengklaim Ismael sebagai bagian dari nenek moyangnya yg akhirnya menurunkan Muhammad sebagai Nabi bagi Islam. Tidak ada catatan sejarah dan garis silsilah Muhammad sendiri sebagai seorang Arab yg bisa ditarik hingga ke Ismael dan Ibrahim.

Selain tidak adanya sejarah diatas, pemahaman Islam terhadap Malaikat, Nabi-nabi dan rasul-rasul serta karakter Nabi-nabi dan RAsul-rasul, Kitab-Kitab dan terhadap TUHAN Allah serta ajaran moral Islam berbeda dengan umat yahudi dan kristiani. Dan tentu Allah tetap sama, artinya Allah tidak pernah berubah sehingga jika ada dua ajaran yg berbeda maka yg satu pastilah dari Allah dan yg lain dari tiruannya (Allah palsu).

Meski ketiga agama sama-sama mengesakan Tuhan dan menentang Politeisme dengan pemahaman dan defenisi keesaan yg tidak sepenuhnya sama, namun Yahudi dan Kristen dengan tegas mengatakan bahwa Islam bukanlah ajaran yg berasal dari ALLAH SEJATI melainkan dari tiruannya dengan lain kata bahwa Allah ISlam, malaikat yg menemui Muhammad, kitab Islam dan nabi islam adalah Palsu dan sesat.


Tantangan kepada kaum musyirikin mengenai Alquran

23. Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang alquran yg Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat saja yg semisal Alquran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu org-org benar.

24. Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yg bahan bakarnya manusia dan batu, yg disediakan bagi org-org kafir.

Tafsiran Muslim Ayat ini merupakan tantangan bagi mereka yg meragukan kebenaran Alquran. Alquran itu tidak dapat ditiru walaupun menggerakkan semua ahli sastera dan bahasa, ia merupakan muzizat Nabi Muhammad SAW.

Kajian : Pada kajian ayat dua yg lalu pada sesi VII (silahkan baca kembali) telah saya sampaikan betapa Alquran adalah Kitab sgt diragukan. Alquran dari segi manapun sgt pantas diragukan kebenarannya seperti segi alur cerita, segi sejarah, konteks dan penulisan, bahasa, ajaran dan kandungannya.

Umat Islam menafsirkan bahwa ini adalah Muzizat Muhammad. Pengertian Muzizat sepertinya terlalu dipaksakan. Muzizat adalah peristiwa supranatural yg tidak biasa dan tidak umum bisa dilakukan oleh manusia. Muhammad memang tidak memiliki satupun muzizat yg memperkuat kenabiannya seperti Nabi-Nabi terdahulu dan Rasul-Rasul Kristen itu.

Pada zamannya ditengah-tengah bangsa Arab, memang pernyataan dan tantangan ini sepertinya adalah sebuah keberanian yg tanpa keraguan, Bahkan Alquran menantang untuk membuatnya walaupun hanya satu surat.

Ayat Alquran ini sepertinya tidak memprediksi masa depan dengan tepat. Pernyataan dan nubuat palsu ini mungkin kebanggaan bagi muslim. Dalam ilam Yahudi dan Kristen, seorang Nabi yg berani berkata-kata dan kata-katanya tidak teruji adalah Nabi Palsu. Allah sejati tidak berbicara kepadanya.

Jika umat Islam meyakini bahwa yg berkata-kata dalam ayat 2 dan ayat 23-24 pada surat ini adalah ALLAH SWT, maka seorang muslim hendaknya menguji kata-kata Allah mereka ini. Jika perkataan nabi saja tidak terbukti menandakan bahwa Nabi itu Nabi Palsu, terlebih lagi jika perkataan ALLAH, dan jk tidak terbukti tentulah itu Allah Palsu.

Kenyataan tantangan alquran ini semakin membuktikan kesalahannya. Untuk membuat kalimat-kalimat Alquran adalah hal yg mudah zaman sekarang. Hanya ceritanya yg lompat-lompat dan tidak sistematis, tidak beraturan dan tidak sama saja yg tidak bisa diterima akal sehat oleh manusia sehat. Jangakankan manusia zaman sekarang, manusia zaman dulu juga sudah terbiasa dengan tulisan yg sistematis. Lihatlah misalkan Alkitab yg sudah selesai jauh sebelumnya semuanya sudah sistematis, satu-kesatuan, terintegritas dan tertelusur. Masakan Alquran yg hadir abad keenam, apalgi yg katanya penyempurna dari segi susunan dan alur dan kisah saja tidak memenuhi standar kitab?

Para penulis handal akan menuliskan suatu cerita, kisah, gagasan secara teratur, sistematis, berkesinambungan dan terintegrasi, tidak seperti susunan Alquran.

Itu dari segi susunan. Kalau dari segi gaya bahasa. Gaya bahasa Alquran memang puitis sehingga juga termasuk produk sastra. Beberapa kitab pada Alkitab penyampainnya juga dalam bentuk sastra sehingga dikenal dengan nama “kitab Ketubim”, contohnya Masmur, Amsal, Kidung Agung dan Pengkotbah. Namun kitab-kitab ini adalah kitab-kitab pengajaran dengan gaya bahasa sastra. Tetapi kitab-kitab yg berhubungan dengan sejarah, kisah, peristiwa disampaikan secara sistematis.

Alquran menyampaikan semuanya secara sastra sehingga islam mengklaim tidak ada yg bisa membuatnya karena kandungan sastranya yg tinggi. Apakah gaya bahasa sastera akan menutup mata kita untuk melihat kandungan atau isinya, kejujurannya dalam menyampaikan segala sesuatu?. Tentu Tidak. Sebuah kitab suci yg paling harus dinilai adalah ajaran moralnya, kebenaran cerita dan kisahnya.

Umat Islam tidak tahu kalau kandungan alqurannya sarat dengan kebohongan, ketidakjujuran, dusta, ketidakbenaran, tuduhan tidak berdasar, debat, kesalahan sejarah, mitos, cerita-cerita dongeng dan tahayul-tahayul. Juga sarat dengan pengaruh mistik, sihir dan penyembahan berhala dan gaya hidup serta kepercayaan kafir/pagan/gentile. Sebagian diantaranya telah pernah kita pelajari dan tentu akan semakin kita pelajari

Lagipula, kalau dikaitkan kembali dengan kisah-kisah dan mungkin jika ada nubuat didalammnya, buat apalagi sebuah Alquran yg terlepas dari kitab-kitab terdahulu ditulis?. Toh Alkitab lebih Lengkap dari Alquran dari segi manapun yg merupakan kesaksian Allah dengan ilhamNya kepada 40 Nabi/Rasul, sementara Alquran hanya tulisan satu orang yg tidak ada saksi.

Ok, saya mau berhenti disini, tidak usah saya jelaskan lebih dalam hal ini, saya mau kita melihat tiga fakta saja bahwa saat ini ada tiga buku yg sama dengan alquran. Sama yg saya maksud bukan sama kata-katanya namun sama gayanya, gaya penyampainnya dan alurnya serta kebohongan-kebohongannya.

Kitab Injil Barnabas yg muncul sekitar abab 15-17 yg merupakan karangan seorang muslim sendiri yg bernama Mustafa de Arande “ yg mencoba berpura-pura sebagai teman bagi Paus.
Kitab Mormon, karangan Joseph Smith pendiri mormon pada akhir abad 18 atau awal abad 19 Bahkan dalam kisahnya kitab mormon/alquran, Muhammad/Josep Smith sama persis. Mari kita lihat kesamaam Muhammad dengan Josep Smith, pendiri Mormon.
- Keduanya mengakui dikunjungi Malaikat ditempat tersembunyi, Muhammad dikunjungi Malaikat Jibril di Gua Hira, Josep Smith dikunjungi Malaikat Moroni di sebuah hutan

- Keduanya sama-sama mengakui mendapatkan Firman oleh Tuhan melalui malaikatnya (alquran dan Kitab Mormon)

- Sama-sama mengijinkan dan mengajarkan poligami serta keduanya memiliki banyak istri.

- Sama-sama mengklaim kitab dan agamanya adalah penyempurna kitab-kitab dan agama terdahulu

- Sama-sama menuduh dan mengajarkan bahwa Alkitab telah dirubah

- Sama-sama mengklaim bahwa mereka butu huruf (Muhammad) dan Tidak terdidik (Joseph Smith)

Kitab Tadzkirah, kitab pegangan Ahmadiyah tulisan Mirza Ghulam Ahmad bahkan diklaim lebih hebat dari Alquran baik dari segi sastra maupun kandungannya. Kitab ini merupakan wahyu-wahyu dari Allah kepada Mirza Ghulam Ahmad baik secara lisan, kasyaf dan mimpi.
Selain itu masih ada buku karya Imam Muhyidin ibnu Arabi yg terkennal dengan gelar “Khaatamul Auliya, dalam bukunya “Futuuhatul Makkiyah jilid 3, diceritakan wahyuna yg mirip seperti quran surat 2 : 136 “ Katakanlah,
HZ, Khawaja Mir dard seorang waliullah dari Hindustan dalam kitabnya yg juga diakuinya sebagai wahyu “Ilmul Kitab halaman 64” yg mirip dengan quran surat 26 ayat 214 serta surat 27 ayat 70 dan 81
Akan tetapi mengingat yg telah terpublikasi secara meluas adalah ketiga kitab Injil Barnabas, Kitab Mormon dan riwayat Josep Smith serta Kitab Tadzkirah ahmadiyah, maka yg lain tidak begitu dikenal.

Dan diantara ketiga kitab Injil Barnabas, Mormon dan Tadzkirah yg sudah dijelaskan ini, yg paling sama persis diperbandingkan bahkan yg diklaim lebih hebat dari alquran baik sastera maupun kandungannya adalah kitab ahmadiyah karangan Mirza Ghulam Ahmad, sang Nabi, sang Nabi kaum Ahmadiyah ini.

Dari penjelasan diatas kita bisa melihat betapa tantangan quran ini sgt tidak berdasar. Kenyataan telah ada penyaing-penyaing alquran. Namun sayang, semua penyaing-penyaing ini sama seperti yg disaingi sama-sama kesesatan dan sama-sama kepalsuan serta sama-sama tipuan setan dan dongeng 1001 malam.

Balasan terhadap org-org yg beriman

25. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yg beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yg mengalir sungai-sungai didalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : “Inilah yg pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yg serupa dan utk mereka didalamnya ada isteri-isteri yg suci dan mereka kekal didalamnya

Tafsiran Muslim : Kenikmatan disurga itu adalah kenikmatan yg lengkap baik kenikmatan jasmani mapun rohani.

Kajian : Tafisran muslim ini bahwa disurga lengkap baik kenikmatan jasmani maupun kenikmatan rohani sgt tepat jika dikaitkan degan gambaran surge bagi Islam. Diayat ayat yg lain digambarkan bahwa seorg muslim dikelingi 72 istri dari bidadari-bidadari cantik. Ini akan kita bahas kemudian. Surga sepertinya adalah tempat makan dan minum seperti yg pernah didunia dan bahkan ada istir-istri. Wouh, gambaran surga yg 100 persen berbeda dengan surgaya kaum yahudi dan kaum kristiani.

Subhanallah, sesuangguhnya disurga itu tidak ada kawin mengawinkan, tidak ada istri-istrian, jauhlah yg demikian dari padaku Ya Allah, jauhlah yg demikian dari lingkungan surgaMu yg sejati ya Allah.

Jangankan disurga, dibumi ini saja cukuplah satu suami dengan satu istri karena kenyataan Tuhan hanya menciptakan adam (pria) seorang dan hawa (wanita) seorang. Jika sekiranya poligami berasal dari Tuhan maka tentulah Allah akan menciptakan laki-laki seorg dan wanita minimal 4 orang ketika awal penciptaan, sebab Islam menginjikan menikahi empat wanita sekaligus.


Perumpamaan “ perumpamaan dalam alquran dan hikmah-hikmahnya

26. Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yg lebih rendah dari itu. Adapun org-org yg beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yg kafir mengatakan “apakah maksud Allah menjadikan ini dgn perumpamaan? Dengan perumpamaan itu banyak org yg disesatkan Allah, dan dgn perumpamaan itu (pula) banyak org yg diberinya petunjuk. Dan Tidak ada yg disesatkan Allah kecuali org-org fasik.

Tafsiran Muslim : Diwaktu turunnya ayat 73 surat Haji (22) Tuhan menerangkan bahwa berhala-berhala yg mereka sembah itu tdk dpt membuat lalat sekalipun mereka kerjakan bersama-sama dan turunnya ayat 41 surat laba-laba (29) yg didalamnya Tuhan menggambarkan kelemahan berhala-berhala yg dijadikan org-org musyrik sebagai pelindung sama dengan lemahnya sarang laba-laba.

Tafsiran Muslim tentang disesatkan Allah : Disesatkan Allah berarti bahwa org itu sesat berhubung karena keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah. Dalam ayat ini, Allah menyesatkan mereka krn mereka tidak mau memahami mengapa Allah memberikan nyamuk sebagai perumpamaan.


Kajian : Tidak jelas apa perumpamaan berupa nyamuk ini atau yg lebih rendah dari itu. Jika umat Islam mengaitkannya dengan surat haji ayat 73 dan surat laba-laba ayat 41, apakah perumpamaan tentang lalat dan laba-laba ini lebih rendah dari perumpamaan tentang nyamuk? Disamping itu tidak jelas digambarkan perumpamaan nyamuk itu seperti apa. Namun yg jadi pertanyaan adalah ketika manusia mengatakan apakah maksud Allah membuat perumpamaan nyamuk ini, bukannya diterangkan dengan baik kecuali menerangkan bahwa Allah menyesatkan manusia dengan perumpamaan ini.

Allah seperti apakah ini? Yg menyesatkan manusia karena tidak memahami perumpamaan nyamuk yg diadakannya?. Allah seperti apakah ini? Sudah tidak jelas perumpamaan nyamuk yg diberikannya seperti apa, dan ketika ditanyakan manusia apa maksudnya perumpamaan itu, eh, alih-alih menjelaskan maknanya, malah Allah menyesatkan mereka dan balik menuduh mereka ingkar dan tidak mau memahami perumpamaan itu padahal dijelaskanpun tidak.

Berjubel Islam selalu membela makna Allah menyesatkan manusia ini dengan berbagai macam alas an, mulai dari mengatakan bahwa karena mereka ingkar maka disesatkan, karena mereka tidak mau paham maka disesatkan dan menyamakan menyesatkan manusia dengan hukuman. Sulit sekalikah untuk memahami “Allah menyesatkan manusia” sehingga harus dibangun berbagai alasan untuk membelanya?. Rasanya ini bukan dogma. Tetapi hal yg sangat mudah dipahami. Mari kita ambil contoh “bahwa Cak Semprul menyesatkan saya”, mengacu pada tafsiran muslim, apakah karena saya tidak mau memahami si Cak Semprul atau perumpaman nyamuk si cak semprul, maka cak Semprul menyesatkan saya? Wah dimanakah akal dan pikiran diletakkan sampai mengabdi kepada Allah yg bertipe seperti ini? Allah sejati tidak akan melakukannya.


27. (yaitu) org-org yg melanggar perjanjian Allah sesudh perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yg diperintahkan Allah (kepada mereka) utk menghubungkannya dan membuat kerusakan dimuka bumi. Mereka itulah org-org yg rugi.

Bukti-bukti kekuasaan Allah

28. Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkanNya kembali, kemudian kepadaNyalah kamu dikembalikan?

29. Dia-lah Allah, yg menjadikan segala yg ada dibumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikanNya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Kajian : Ayat ini hampir mengarah kepada penciptaan sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah. Karena masih belum mebicarakan penciptaan secara jelas, maka bahasan penciptaan belum saya tulis disini. Namun yg perlu kita ingat adalah ketika Allah berkehendak menuju langit lalu menciptakan tujuh langit. Aneh ini namanya, dia menuju langit padahal langi belum ada, karena jelas ditulis setlah berkehendak menuju langit, maka ia menciptakan tujuh langit. Seharusnya berkehendak menciptakan tujuh langit dulu kemudian ia menuju langit itu.

Penciptaan tujuh langit dalam islam ini telah dipengaruhi oleh Dongeng Zoroaster kepercayaan Persia kuno

Bahkan kalau kita telaah lebih lanjut mengenai tujuh langit dalam islam serta peristiwa isra miraj, legenda ini mirip dengan dongeng tujuh langit dan tuhannya orang batak kafir (parmalim) zaman dahulu. Dimana langit ketujuh adalah tempat Tuhannya orang batak kafir (Parmalim) zaman dahulu (Pustaha Batak oleh WM.Hutagalung halaman.2)


Penciptaan manusia dan penguasaannya di bumi

30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat : “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorg kalifah dimuka bumi”. Mereka berkata “Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu org yg akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?. Tuhan berfirman : “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yg tidak kamu ketahui”.

Kajian : Ayat 30 “ 34 merupakan cerita perbincangan antara Malaikat dan Tuhan mengenai penciptaan manusia. Ayat 30 ini boleh dikatakan sgt bertentangan dgn ayat 32. Pada ayat 30 dikatakan bahwa malaikat langsung tahu bahwa manusia itu akan mengadakan kerusakan dimuka bumi, semntara pada ayat 32, dikatakan bahwa malaikat tidak tahu apa-apa selain yg diberitahukan. Apakah sebelumnya Tuhan telah memberitahukan kepada manusia tentang penciptaan manusia ini dengan mengatakan bahwa manusia itu akan membuat kerusakan dimuka bumi? Menganalisa ayat 30 dan 32, maka tentulah Allah telah memberitahukannya, makanya Malaikat langsung tahu di ayat 30 ini. Lalu kapanAllah memberitahukannya kepada Malaikat? Padahal tidak ada satu ayatpun dlm alquran dimana telah memberitahukan hal tersebut pada Malaikat. Disamping itu, jika begini berarti Allah telah merancang manusia itu untuk mengadakan kerusakan dimuka bumi.

Dalam kekristenan manusia diciptakan seturut dengan citra Allah. Akan tetapi manusia tidak mau taat. Pada ayat alquran ini, kelihatan bahwa Allah menciptakan manusia yg sudah diplot untuk melakukan kerusakan dimuka bumi.

Pada ayat ini jawaban Tuhan juga melenceng dari pertanyaan yg sekaligus pernyataan malaikat dibalik dalih “ Sesungguhnya aku mengatahui apa yg tidak kamu ketahui”. Banyak sekali kebiasaan Islam seperti ini, mulai dari ayat ayat yg hanya Allah yg mengetahui, mulai dari Hanya Allah dan Rasulnya yg tahu dan segala macamnya.


31. Dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman :sebutkanlah kepadaku nama benda-benda itu jika kamu memang org-org yg benar.

Kajian : Tantangan Allah kepada Malaikat untuk menyebutkan nama nama benda-benda ciptaanNya dengan menyebut “Jika kamu (malaikat) memang org-org benar. Apakah Malaikat adalah orang bagi Tuhan. Malaikat itu adalah mahluk ruh yg senantiasa melayani,mengapa disebut orang?. Dan lagi syaratnya “ jika kamu orang-org benar. Kenyataan Malaikat tidak bisa mengatakannya, seperti pernyataan malikat pada ayat 32, mengikuti pernyataan Allah ini maka artinya Malaikat itu bukanlah orang-orang benar. Orang-orang apakah malaikat ini?

32. Mereka menjawab : Maha suci Engkau, tidak ada yg kami ketahui selain daripada apa yg telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah yg Maha mengetahui lagi Maha bijaksana

33. Allah berfirman : Hai adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini, maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman, bukankah sudah Kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yg kamu lahirkan dan apa yg kamu sembunyikan?”

Kajian : Dalam ayat 33 ini, dikatakan bahwa Adam memberitahukan nama-nama benda itu secara khusus kepada para malaikat. Suatu kesombongan rohani diajarkan oleh Allah kepada Adam. Terlbih ketika terbukti bahwa malaikat tidak bisa, Allah dgn serta merta berkata “ Bukankah bukankah sudah Kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yg kamu lahirkan dan apa yg kamu sembunyikan?” Sgt tidak masuk akal Allah mengatakan hal ini pada malaikat. Jelaslah malaikat sudah mengetahui bahwa Allah itu Maha Tahu, namun yg perlu ditanyakan, emang apa yg disembunyikan malaikat?

Dalam Alkitab, Adam memberitahukan nama-nama benda itu tidak dalam rangka sombong-sombongan atau pamer-pameran, melainkan murni memberitahukan nama-nama itu saja, bukan memberitahukannya pada orang lain.

34. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat :”sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali “Iblis”, ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan org-org yg kafir.

Tafsiran Muslim :sujud disini berarti menghormati dan memuliakan Adam, bukan berarti memperhambakan diri. Karena memperhambakan diri itu hanya kepada Allah. Dan malaikat melakukannya kecuali Iblis.

Kajian : Dalam alkitab manusia tidak boleh sujud kepada Malaikat baik sekalipun itu sujud dalam arti yg dimaksudkan muslim ini. Setiap kali ada hamba-hamba Tuhan yg ingin melakukannya maka Malaikat dengan serta merta menolak. Apalagi kalau Malaikat melakukannya kepada manusia, hal yg tidak akan pernah terjadi.

Disini juga diperlihatkan bahwa Allah sudah menciptakan Iblis sejak semula. Alkitab menceritakan bahwa Allah tidak pernah menciptakan Iblis dan setan-setan secara langsung. Alkitab menceritakan bahwa seorang Malaikatlah yg akhirnya memberontak dengan kesombongannya kepada Allah yg akhirnya dihukum Tuhan dan akhirnya bertabiat Iblis. Ia berhasil menarik sekitar 1/3 jumlah malaikat-malaikat untuk turut bersamanya dan memberontak kepada Allah yg akhirnya berubah karakter dari karakter malaikat menjadi karakter setan-setan, jin-jin dan sejenisnya. Iblis yg dahulunya adalah salah satu malaikat tertinggi, karena kesombongannya, meski ia tahu bahwa tidak mungkin Ia mengalahkan Allah, tetapi dosa kesombongan telah memuncak dalam dirinya sehingga ingin menyamai yg maha Tinggi dan bahkan ingin menurunkan Yg Maha Tinggi dari TahtaNya.

Selain itu ketakaburan Iblis juga adalah karena, berdasarkan Alquran, Iblis diciptakan dari Api. Apakah Islam tidak tahu hal ini? Penciptaan Iblis dari Api adalah Dongeng Yahudi seperti yg tertulis pada Kitab Dongeng Enoch. Sementara Penciptaan Malaikat dari Cahaya (nur) adalah dongeng dari aliran Kristen sesat (gnostik) yg banyak di Arabia dan akhirnya mempengaruhi Muhammad. Aliran Kristen sesat gnostik seperti khadijah dan waraqah bin naufal, mengajarkan bahwa ada 12 Acon (malaikat Utama) yg juga disebut “Para Kekasih cahaya (nur).


Disamping dongeng apokrip karangan gnostik diatas, ayat 34 ini juga merupakan saduran dari dongeng Apokrip Injil Bartolomeus halaman 352, dimana juga diceritakan karena Iblis yg diciptakan dari Api maka tidak mau sujud pada Adam yg diciptakan dari tanah, maka Allah menghukumnya. Doongeng apokrip Injil bartolomeus ini lebih banyak dikutip pada quran surat 15 ayat 30-36.

35. Dan Kami berfirman :”Hai adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yg banyak lagi baik dimana saja yg kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yg menyebabkan kamu termasuk org-org yg zalim.

Tafisran Muslim : “pohon yg dilarang tidak pasti namanya, sebab Alquran dan Hadist tidak menerangkannya. Ada yg menamakan pohon itu Pohon Khuldi” seperti pada surat Taha ayat 20, Tapi itu adalah nama yg diberikan setan

Kajian : Islam berpikir bahwa Adam dan hawa diciptakan disurga. Sementara Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa Adam dan hawa diciptakan dibumi, tepatnya ditanah Irak zaman sekarang. Disana, adam dan hawa diberikan sebuah Taman yg indah yg disebut dengan Taman Eden (Taman Tanah Daratan), dan ketika mereka berdosa, Allah menghukum mereka dan tidak mengijinkan mereka ke Taman itu.

36. Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari Surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman : “Turunlah kamu, sebahagian kamu menjadi musuh bagi yg lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yg ditentukan.

Tafsiran Muslim adam dan hawa dgn tipu daya syetan memakan buah pohon yg dilarang dan akhirnya disusir dari surge ke bumi oleh Allah. Syaitan disini ialah Iblis seperti yg ditulis pada ayat 34 surat ini.

Kajian : Sudah dijelaskan diatas.

37. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah maha penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

38. Kami berfirman :”Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjukku kepadamu, maka barang siapa yg mengikuti petunjukku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

39. Adapun org-org yg kafir dan mendustakan ayat-ayat kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal didalamnya.

Kajian : Sudah diterangkan diatas

DREphantom15

Jumlah posting : 161
Join date : 11.06.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: (QS. Al-Baqarah » : 286)

Post  Sponsored content Today at 8:03 am


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 :: Debat Islam :: Alquran

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik