Silahkan masukkan username dan password anda!
Login

Lupa password?

Latest topics
» Ada apa di balik serangan terhadap Muslim Burma?
by Dejjakh Sun Mar 29, 2015 9:56 am

» Diduga sekelompok muslim bersenjata menyerang umat kristen
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:30 am

» Sekitar 6.000 orang perempuan di Suriah diperkosa
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:19 am

» Muhammad mengaku kalau dirinya nabi palsu
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:53 pm

» Hina Islam dan Presiden, Satiris Mesir Ditangkap
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:50 pm

» Ratusan warga Eropa jihad di Suriah
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:48 pm

» Krisis Suriah, 6.000 tewas di bulan Maret
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:46 pm

» Kumpulan Hadis Aneh!!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:43 pm

» Jihad seksual ala islam!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:40 pm

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Akal Budi Islam on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of on your social bookmarking website

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Poll
Statistics
Total 40 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah tutunkasep

Total 1142 kiriman artikel dari user in 639 subjects
Top posting users this month

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 23 pada Sat Jun 04, 2016 11:25 pm

(QS. Al-Baqarah » : 286)

 :: Debat Islam :: Alquran

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

(QS. Al-Baqarah » : 286)

Post  s4l4s22 on Mon Oct 10, 2011 1:01 pm

8. Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian [22]," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

[22] Hari kemudian ialah: mulai dari waktu mahluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai waktu yang tak ada batasnya.


9. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

10. Dalam hati mereka ada penyakit [23], lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

[23] Yakni keyakinan mereka terdahap kebenaran Nabi Muhammad SAW lemah. Kelemahan keyakinan itu, menimbulkan kedengkian, iri-hati dan dendam terhadap Nabi SAW, agama dan orang-orang Islam.

11. Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi [24]". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."

[24] Kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi bukan berarti kerusakan benda, melainkan menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam.


12. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.


13. Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman." Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.

s4l4s22

Jumlah posting : 143
Join date : 15.09.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: (QS. Al-Baqarah » : 286)

Post  DREphantom15 on Sun Nov 06, 2011 3:53 am

s4l4s22 wrote:8. Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian [22]," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

[22] Hari kemudian ialah: mulai dari waktu mahluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai waktu yang tak ada batasnya.


9. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

10. Dalam hati mereka ada penyakit [23], lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

[23] Yakni keyakinan mereka terdahap kebenaran Nabi Muhammad SAW lemah. Kelemahan keyakinan itu, menimbulkan kedengkian, iri-hati dan dendam terhadap Nabi SAW, agama dan orang-orang Islam.

11. Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi [24]". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."

[24] Kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi bukan berarti kerusakan benda, melainkan menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam.


12. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.


13. Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman." Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.


Hahaha....ayat2 sampah dipamerin.

DREphantom15

Jumlah posting : 161
Join date : 11.06.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

keistimewaan ayat porno

Post  s4l4s22 on Sun Nov 13, 2011 1:22 pm

ayat pornonya dikeluarin dong om domba ?????

s4l4s22

Jumlah posting : 143
Join date : 15.09.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: (QS. Al-Baqarah » : 286)

Post  DREphantom15 on Sun Nov 13, 2011 7:04 pm

s4l4s22 wrote:ayat pornonya dikeluarin dong om domba ?????


Ok....bacalah ayat2 dan perintah allah berikut ini:

Apakah kamu mau menjaga penis ayahmu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayan dirumahmu? (QS 23:5-6)
atau, Apakah kamu rela ayahmu Kawin sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pembantu di rumah saja? (QS 4:3)
Apakah kamu mau ayahmu memukul ibumu? (QS 4:34), atau mengurungnya sampai mati? (QS 4:15), Maukah engkau Merampok sebab itu halal? (QS 8:69, QS 48:20),

"Senangkah engkau ayahmu akan dihadiahi cewek-cewek cantik di surga nanti? (QS 52:17-20, QS 56:22-24),
Maukah engkau memBunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu? (QS 9:123, QS 9:5)

Baca juga artikel berikut ini:
Budak-Budak Perempuan Sebagai Properti Seksual Dalam Quran
James M. Arlandson
Ilustrasi

Maukah anda menganut sebuah agama yang mengijinkan pria untuk berhubungan seks dengan para budak perempuan mereka selama perempuan-perempuan itu diperbudak – jika agama ini meneguhkan tindakan tersebut dalam kitab sucinya?

Umumnya, kebanyakan orang di Barat (dan di tempat-tempat lain) yang berpaling kepada Islam adalah kaum wanita. Saya baru saja mendapat surat elektronk dari seorang wanita Muslim yang mengatakan bahwa ia memeluk Islam 2 tahun yang lalu. Akankah para wanita melakukan hal ini jika mereka mengetahui SEGALA hal mengenai agama ini? Para wanita yang waras harus berhenti dan berpikir dua kali sebelum mengambil langkah yang serius seperti itu (tetapi sebaliknya jika mereka meninggalkan Islam, maka – di banyak negara Islam – mereka akan dihukum mati).

Islam lebih dari sekadar “Lima Rukun” (Five Pillars) yang tidak berbahaya. Islam mempunyai banyak kebenaran yang tidak menyenangkan, yang mengintip dari balik teks-teks sakralnya. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memunculkan sisi-sisi lain dari kebenaran-kebenaran ini, sehingga orang dapat mengambil keputusan berdasarkan sebanyak mungkin informasi dari semua fakta yang ada.

Akankah Tuhan yang sejati menginspirasi 600 ayat berikut ini setelah Yesus menunjukkan pada kita jalan yang lebih baik?

Seks dengan budak-budak perempuan di masa damai

Sura 23 diwahyukan semasa hidup Muhammad di Mekkah sebelum Hijrahnya dari tanah kelahirannya ke Medina pada tahun 622 M. Dalam masa-masa awal pelayanannya, ia tidak pernah mengobarkan perang terhadap siapapun, sehingga ini adalah masa-masa damai, walaupun ia menderita banyak penganiayaan.

Dalam Quran, Sura 23:5-6 mengatakan:

[Terutama orang-orang beriman] . . . dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada bercela (Bandingkan: Sayyid Abul A’La Maududi, The Meaning of the Quran, vol. 3, h.237).

Kata-kata kuncinya adalah “budak-budak yang mereka milik” (terjemahan lain: “those who are legally in their possession”). Maududi (1979) adalah komentator Quran yang sangat disegani, dan ia menafsirkan makna asli dari klausa tersebut, ia mengatakan bahwa berhubungan seks dengan para budak perempuan adalah sah.

Maududi menulis:

Dua kategori wanita telah dikesampingkan dari perintah umum untuk menjaga bagian-bagian tubuh yang bersifat pribadi (kemaluan) yaitu: (a) para istri, (b) para wanita yang secara sah dimiliki oleh seseorang, yaitu para budak perempuan. Oleh karena itu ayat tersebut dengan jelas menetapkan hukum bahwa orang diijinkan untuk melakukan hubungan seks dengan budak perempuannya seperti halnya dengan istrinya, atas dasar kepemilikan dan bukan pernikahan. Jika pernikahan adalah persyaratannya, maka si budak perempuan akan dimasukkan ke dalam status sebagai istri, dan tidak perlu menyebutkan mereka secara terpisah. (Ibid. p.241, note 7).

Pokok utama dari bagian ini, yang terlewatkan oleh Maududi atau yang enggan dikritik, adalah bahwa Muhammad sendiri menganjurkan bukan hanya keseluruhan institusi perbudakan, tapi juga seks antara majikan pria dengan para budak perempuan mereka di dalam institusi ini. Tapi bagaimana bisa ia dan juga orang-orang Muslim yang tawakal mengkritik nabi mereka tanpa merusak Islam secara serius? Namun orang-orang Muslim harus melakukannya, jika mereka berpikir secara jelas dan kritis, dan demi kemanusiaan.

Harus diperhatikan bahwa Sura 70:29-30, yang juga diwahyukan di Medina, menggunakan kata-kata yang hampir identik dengan Sura 23:5-6. Para pria harus menjaga kemaluan mereka dari semua orang kecuali para istri dan para budak perempuan mereka; yang berarti bahwa pria boleh berhubungan seks dengan para wanita dari kedua “kategori” tersebut (perkataan Maududi).

Jika para pembaca ingin melihat ayat-ayat ini dalam berbagai terjemahan, mereka harus melihatnya di: This website. Yang satu ini (This one) mempunyai 3 terjemahan, dan yang ini (This one) didanai oleh keluarga bangsawan Saudi.

Seks dengan budak-budak perempuan dalam masa perang

Kini Muhammad telah hijrah dari Mekkah ke Medina. Pada saat Sura 4 diwahyukan, dan berikut ini kita akan membahas ayat yang ada di dalamnya, ia telah melakukan banyak perang dan kejahatan. Sebagai contoh, ia memerangi orang-orang Mekkah dalam Perang Badr pada 624 M dan sekali lagi terhadap orang-orang Mekkah di Perang Uhud pada 625 M. Ia juga membuang suku-suku Yahudi Qaynuqa pada tahun 624 M dan Nadir pada 625 M. Ia melanjutkan kebijakan seksnya antara para majikan pria dengan budak-budak perempuan mereka di Medina, kotanya yang baru, dengan menambahkan perbudakan para wanita tawanan perang dan mengijinkan para prajuritnya untuk berhubungan seks dengan mereka. Untuk informasi lebih lanjut mengenai konteks historis dan topik literal dari Sura berikut ini, silahkan ketik di sini (here)

Dalam Quran, Sura 4:24 berkata:

Dan diharamkan bagi kamu istri-istri yang masih menikah dengan orang lain kecuali mereka yang telah jatuh ke tanganmu (sebagai tawanan perang)… (Maududi, vol. 1, h. 319). Lihat juga Sura 4:3 dan 33:50.

Oleh karena itu, para tawanan wanita kadangkala dipaksa untuk menikah dengan para majikan Muslim mereka, tanpa mempedulikan status pernikahan wanita tersebut. Tepatnya, para majikan diijinkan untuk berhubungan seks dengan budak yang adalah properti mereka.

Maududi mengatakan dalam komentarnya terhadap ayat tersebut bahwa adalah sah bagi para pejuang Perang Suci Muslim untuk menikahi para tawanan perang wanita, sekalipun para suami mereka masih hidup. Tapi apa yang terjadi jika para suami ditangkap dengan istri-istri mereka? Maududi mengutip satu mazhab hukum yang mengatakan bahwa orang-orang Muslim tidak boleh menikahi mereka, tetapi dua mazhab lainnya mengatakan bahwa pernikahan antara suami dan istri yang adalah tawanan perang dibatalkan (catatan 44).

Namun mengapa timbul perdebatan mengenai kekejaman ini? Jawabannya sangat jelas bagi orang-orang yang memahami keadilan sederhana. Tidak boleh ada hubungan seks antara para tawanan perang wanita yang telah menikah dengan orang-orang yang telah menangkap mereka. Pada kenyataannya, tidak boleh ada hubungan seks antara para tawanan wanita dengan para majikan Muslim mereka dalam keadaan apapun.

Ketidakadilan seksual ini tidak dapat diterima, namun kehendak Allah tidak terbantahkan – demikianlah yang dikatakan Quran.

Dapat diramalkan, Hadith mendukung Quran – menginspirasi imoralitas.

Hadith adalah laporan-laporan mengenai tindakan-tindakan dan perkataan-perkataan Muhammad di luar Quran. Kolektor dan editor Hadith yang paling dapat dipercayai adalah Bukhari (870).

Hadith menunjukkan bahwa para jihadis Muslim sesungguhnya berhubungan seks dengan para tawanan wanita, tak peduli apakah mereka menikah atau tidak. Dalam kutipan berikut ini, Khumus adalah seperlima dari rampasan perang.

Ali, keponakan Muhammad dan juga menantunya, baru saja selesai mandi relaksasi. Mengapa?

Nabi mengutus Ali ke Khalid untuk membawa Khumus (dari rampasan perang) dan…Ali mandi (setelah berhubungan seksual dengan seorang budak perempuan dari Khumus itu).

Apakah tanggapan Muhammad terhadap orang yang membenci Ali oleh karena tindakan seksual ini?


Apakah kamu membenci Ali oleh karena hal ini?… Janganlah membencinya, karena ia pantas mendapatkan lebih dari itu [dari] Khumus itu. (Bukhari)

Dengan demikian, Muhammad meyakini bahwa para budak wanita adalah bagian dari seperlima rampasan perang yang dapat diperlakukan sebagai properti seksual. Ali adalah seorang pahlawan Muslim. Ia adalah suami Fatima, putri Muhammad dari Khadija istri pertamanya. Jadi akankah nabi teladan bagi dunia mengolok menantunya sendiri karena telah behubungan seks dengan seorang budak perempuan? Lagipula, para budak adalah permainan seksual yang adil. Quran berkata demikian.

Tambahan lagi, para jihadis suci tidak boleh mempraktekkan persenggamaan terputus dengan para wanita yang mereka tangkap, tapi bukan karena alasan yang dapat diterima orang: keadilan sederhana.

Dalam suatu penyerangan militer dan jauh dari istri mereka, para jihadis Muslim “menerima tawanan dari antara orang-orang Arab dan kami menginginkan perempuan dan selibat adalah hal yang sulit bagi kami dan kami suka melakukan persenggamaan terputus”. Mereka bertanya pada nabi suci mengenai hal ini, dan penting kita perhatikan apa yang tidak dikatakannya.

Ia tidak mengolok mereka atau melarang mereka melakukan hubungan seks apapun, menyatakannya haram. Namun, ia tersesat dalam teologi dan doktrin yang membingungkan mengenai takdir:

Lebih baik bagimu untuk tidak melakukannya [praktek persenggamaan terputus]. Tidak ada orang yang telah ditakdirkan untuk eksis, tetapi akan mempunyai eksistensinya, hingga Hari Kebangkitan. (Bukhari)

Itu berarti, orang Muslim wajib berhenti melakukan persenggamaan terputus, dan tetap melanjutkan hubungan seks dengan budak-budak perempuan yang menjadi obyek seks. Takdir mengontrol siapa yang akan dilahirkan. Muhammad tidak melarang praktek yang sangat tidak bermoral ini padahal waktunya sangat tepat untuk melarangnya.

Lain perkara jika ada tentara dalam pasukan manapun yang menyerang dan memperkosa karena kemauannya sendiri. Semua pasukan mempunyai prajurit-prajurit kriminal yang melakukan perbuatan bejat seperti itu. Namun apa yang dilakukan Muhammad adalah menetapkan perkosaan dalam suatu teks sakral.

Islam menetapkan dan mengesahkan perkosaan.

Sangatlah mengecewakan melihat Quran tidak menghapuskan kejahatan seksual ini dengan pernyataan yang sejelas-jelasnya: Kamu tidak boleh berhubungan seks dengan para budak perempuan dalam keadaan apapun!

Kesimpulan

Bisa saja diperdebatkan bahwa orang-orang Amerika yang adalah para pemilik budak juga melakukan kejahatan-kejahatan seksual terhadap budak-budak mereka sebelum Perang Sipil (1861-1865), jadi mengapa orang-orang Kristen atau orang-orang Amerika (keduanya tidak identik) harus mengeluh soal Islam?

Namun demikian, sebagai tanggapan, kedua situasi tersebut berbeda. Pertama, adalah salah jika membandingkan Amerika dengan komunitas Muslim yang didirikan oleh Muhammad, yang mengklaim mendapatkan inspirasi ilahi. Melainkan, jauh lebih baik jika membandingkan pendiri agama (Yesus) dengan pendiri agama lainnya (Muhammad). Kedua, dalam Perjanjian Baru sama sekali tidak ditemukan adanya ijin dari Tuhan untuk para pria – orang Kristen maupun sekuler – untuk berhubungan seks dengan para budak perempuan. Ini bertentangan dengan roh pelayanan Yesus dan keseluruhan karya para penulis Perjanjian Baru, yang memahami Yesus sebagai penggenapan (fulfilling) Perjanjian Lama. Jika orang-orang Amerika pada masa lalu melakukan hal ini, maka mereka melakukannya bukan karena mengikuti hukum Tuhan. Namun demikian, Quran menetapkan dan melegalkan kejahatan seksual itu, dan menegaskan bahwa kitab ini turun dari Allah melalui Jibril kepada Muhammad. Orang yang berpikiran waras dapat melihat bahwa berhubungan seksual dengan dengan wanita dalam kondisi mereka yang sangat memprihatinkan (perbudakan) adalah salah.

Namun masalah yang sebenarnya jauh lebih besar daripada pertanyaan-pertanyaan mengenai sejarah Amerika.

Pertanyaan berikut harus ditanyakan dan dijawab: Apakah Muhammad, Quran, dan Islam adalah nabi, kitab dan agama yang terbaik untuk membawa umat manusia memasuki milenium yang baru?

Bagi kita yang berada di luar Islam, yang menguji bukti yang ada dengan obyektifitas yang besar dengan semampu kita dan yang tidak dibutakan dengan pengabdian seumur hidup pada Islam, jawaban terhadap pertanyaan retoris ini sangatlah jelas: tidak, ketiganya bukanlah yang terbaik untuk membawa umat manusia memasuki milenium yang baru.

Oleh karena itu, semua orang Muslim yang berpikiran jernih, yang hidup di bawah para penindas yang kelewat religius, harus menyingkirkan mereka dan mengobarkan revolusi sekuler seperti yang terjadi di Turki setelah Perang Dunia I. Mungkin hal ini akan terjadi di Iran, dan mungkin Irak akan bersih dari Syariah (hukum Islam), ketika orang-orang Irak mengambil langkah-langkah kecil pertama mereka menuju demokrasi. Mereka harus melepaskan diri dari Quran dan teladan Muhammad.

Hingga revolusi-revolusi ini terjadi dan hingga para pemimpin relgius menolak banyak ayat dalam Quran dan Hadith, kita yang berada di luar agama ini diijinkan untuk tidak mempercayai agama Muhammad.

Dan para wanita yang digoda untuk memeluk agama Islam, harus berhenti dan berpikir dua kali sebelum melakukannya


DREphantom15

Jumlah posting : 161
Join date : 11.06.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: (QS. Al-Baqarah » : 286)

Post  Sponsored content Today at 8:06 am


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 :: Debat Islam :: Alquran

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik