Silahkan masukkan username dan password anda!
Login

Lupa password?

Latest topics
» Ada apa di balik serangan terhadap Muslim Burma?
by Dejjakh Sun Mar 29, 2015 9:56 am

» Diduga sekelompok muslim bersenjata menyerang umat kristen
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:30 am

» Sekitar 6.000 orang perempuan di Suriah diperkosa
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:19 am

» Muhammad mengaku kalau dirinya nabi palsu
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:53 pm

» Hina Islam dan Presiden, Satiris Mesir Ditangkap
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:50 pm

» Ratusan warga Eropa jihad di Suriah
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:48 pm

» Krisis Suriah, 6.000 tewas di bulan Maret
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:46 pm

» Kumpulan Hadis Aneh!!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:43 pm

» Jihad seksual ala islam!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:40 pm

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Akal Budi Islam on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of on your social bookmarking website

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Poll
Statistics
Total 40 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah tutunkasep

Total 1142 kiriman artikel dari user in 639 subjects
Top posting users this month

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 23 pada Sat Jun 04, 2016 11:25 pm

Mengutamakan Orang-Orang Kafir Daripada Kaum Muslimin,

 :: Kesaksian :: Hindu

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Mengutamakan Orang-Orang Kafir Daripada Kaum Muslimin,

Post  Duel on Fri May 06, 2011 10:43 pm

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya: Apa hukum mencintai orang-orang kafir & lebih mengutamakan daripada kaum muslimin.?

Jawaban.
Tidak diragukan lagi, bahwa orang yg lebih mencintai orang-orang kafir daripada kaum muslimin, telah melakukan perbuatan haram yg besar, karena seharusnya ia mencintai kaum muslimin & mencintai kebaikan bagi mereka sebagaimana bagi dirinya sendiri. Adapun lebih mencintai musuh-musuh Allah daripada kaum muslimin, tentunya ini bahaya besar & haram, bahkan tdk boleh mencintai mereka walaupun tdk melebihi cintanya terhadap kaum muslimin, hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

"Artinya: Kamu tdk akan mendapati sesuatu kaum yg beriman kepada Allah & hari akhirat, saling berkasih sayang dg orang-orang yg menentang Allah & RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak / anak-anak / saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yg Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dg pertolongan yg datang daripadaNya. Dan dimasukkanNya mereka ke dalam surga yg mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka & merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yg beruntung". (Al-Mujadilah: 22)

Dan firmanNya.

"Artinya: Hai orang-orang yg beriman, janganlah kamu mengambil musuhKu & musuhmu menjadi teman-teman setia yg kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang ; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yg datang kepadamu". (Al-Mumtahanah: 1)

Demikian juga orang yg memuji mereka & lebih mengutamakan mereka daripada kaum muslimin dalam bidang pekerjaan / lainnya, berarti ia telah berbuat dosa & berburuk sangka terhadap saudara-saudaranya sesama muslim & berbaik sangka kepada orang-orang yg tdk pantas utk disangka baik.

Seharusnya seorang mukmin lebih mendahulukan kaum muslimin daripada yg lainnya dalam segala urusan pekerjaan & lainnya. Jika ada kekurangan pd kaum muslimin, maka hendaknya ia menasehati & memperingatkan serta menjelaskan kepada mereka dg tdk bersikap aniaya. Mudah-mudahan dg demikian Allah menunjuki mereka melalui tangannya.

(Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin, Juz 3, hal 14)

(Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq)
Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin & diterbitkan oleh almanhaj.or.id

Duel

Jumlah posting : 86
Join date : 18.04.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 :: Kesaksian :: Hindu

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik