Silahkan masukkan username dan password anda!
Login

Lupa password?

Latest topics
» Ada apa di balik serangan terhadap Muslim Burma?
by Dejjakh Sun Mar 29, 2015 9:56 am

» Diduga sekelompok muslim bersenjata menyerang umat kristen
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:30 am

» Sekitar 6.000 orang perempuan di Suriah diperkosa
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:19 am

» Muhammad mengaku kalau dirinya nabi palsu
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:53 pm

» Hina Islam dan Presiden, Satiris Mesir Ditangkap
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:50 pm

» Ratusan warga Eropa jihad di Suriah
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:48 pm

» Krisis Suriah, 6.000 tewas di bulan Maret
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:46 pm

» Kumpulan Hadis Aneh!!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:43 pm

» Jihad seksual ala islam!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:40 pm

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Akal Budi Islam on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of on your social bookmarking website

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Poll
Statistics
Total 40 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah tutunkasep

Total 1142 kiriman artikel dari user in 639 subjects
Top posting users this month

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 23 pada Sat Jun 04, 2016 11:25 pm

Imigran asal negeri para mullah tewas dihantam badai

 :: Lainnya :: Berita

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Imigran asal negeri para mullah tewas dihantam badai

Post  BBC on Tue May 10, 2011 8:24 am



Terbaru 10 Mei 2011 - 01:07 WIB

Banyak warga Afrika mencoba mengungsi ke Eropa di tengah gejolak di Libya. Ratusan orang dikhawatirkan telah tenggelam di perairan Libia, setelah sebuah kapal yang mengangkut sekitar 600 pengungsi pecah dalam perjalanan ke Eropa hari Jumat (6/5). Badan pengungsi PBB, UNHCR mengatakan 16 jenazah, termasuk dua bayi, ditemukan.
UNHCR mengimbau semua kapal yang menggunakan jalur Laut Tengah bersedia membantu kapal-kapal semacam yang mengangkut pengungsi, selagi ribuan berlomba melarikan diri dari kawasan Afrika Utara dalam kapal-kapal yang tidak layak berlayar. Nato telah membantah klaim bahwa satuan-satuan angkatan lautnya membiarkan puluhan migran meninggal di sebuah kapal lain yang mengalami kesulitan. Persekutuan militer itu mengatakan tidak mengetahui kesulitan yang menimpa kapal tersebut. Kapal tersebut dilaporkan terapung-apung selama lebih dari dua pekan.
Koran Inggris The Guardian mengatakan 61 dari 72 orang di kapal tersebut meninggal akibat kelaparan atau kehausan, meski kapal dan helikopter Nato melihat kapal tadi.

Mayat terapung-apung
UNHCR mengatakan migran yang tiba di Pulau Lampedusa di Italia melaporkan mereka melihat kapal yang mengangkut sekitar 600 orang tenggelam tidak lama setelah meninggalkan pelabuhan Tripoli pada hari Jumat.Jika dikukuhkan, peristiwa ini menjadi kecelakaan terbesar sejauh ini yang melibatkan ribuan kapal yang kerap tak layak melaut, dan mencoba mencapai Eropa setelah kerusuhan melanda Afrika Utara. Banyak saksi mata adalah kerabat orang-orang yang ada di kapal yang tenggelam, kata juru bicara UNHCR Sybella Wilkes kepada BBC. Wilkes mengatakan tampaknya ratusan orang hilang - mayat terlihat terapung-apung di laut dan mayat 16 orang, termasuk dua bayi, hanyut ke darat.
Dia mengatakan, tidak jelas apakah ada pihak yang mencari orang-orang yang hilang, tapi Nato tidak terlibat dalam operasi. Kebangsaan para penumpang kapal yang tenggelam itu belum diketahui, tapi banyak mereka yang menunggu di Lampedusa adalah orang Somalia, kata dia.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan telah mewawancarai seorang wanita Samalia yang naik kapal itu dengan bayi usia empat bulan. Si bayi meninggal dan ibunya berenang ke darat, tempat dia kemudian naik kapal lain yang menuju Eropa. Wilkes mengatakan ''ratusan jika tidak lebih dari seribu orang'' kini telah tewas ketika mengikuti ''perjalanan yang berbahaya''.

BBC
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 :: Lainnya :: Berita

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik