Silahkan masukkan username dan password anda!
Login

Lupa password?

Latest topics
» Ada apa di balik serangan terhadap Muslim Burma?
by Dejjakh Sun Mar 29, 2015 9:56 am

» Diduga sekelompok muslim bersenjata menyerang umat kristen
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:30 am

» Sekitar 6.000 orang perempuan di Suriah diperkosa
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:19 am

» Muhammad mengaku kalau dirinya nabi palsu
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:53 pm

» Hina Islam dan Presiden, Satiris Mesir Ditangkap
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:50 pm

» Ratusan warga Eropa jihad di Suriah
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:48 pm

» Krisis Suriah, 6.000 tewas di bulan Maret
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:46 pm

» Kumpulan Hadis Aneh!!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:43 pm

» Jihad seksual ala islam!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:40 pm

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Akal Budi Islam on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of on your social bookmarking website

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Poll
Statistics
Total 40 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah tutunkasep

Total 1142 kiriman artikel dari user in 639 subjects
Top posting users this month

User Yang Sedang Online
Total 2 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 2 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 23 pada Sat Jun 04, 2016 11:25 pm

Gedung Putih belum memberikan pengakuan diplomatik

 :: Negara :: Non Islam

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Gedung Putih belum memberikan pengakuan diplomatik

Post  May on Sun May 15, 2011 11:20 am

Gedung Putih belum memberikan pengakuan diplomatik penuh kepada Dewan Peralihan Nasional (NTC) yang dibentuk pemberontak Libia sebagai pemerintah sah negara Afrika Utara tersebut.

Dalam pernyataannya, Penasihat Keamanan Nasional AS, Tom Donilon mengatakan Amerika memandang dewan peralihan ''juru bicara sah dan terpercaya bangsa Libia.

Perkembangan ini terjadi setelah anggota senior dewan pemberontak Libia, Mahmoud Jibril, berkunjung untuk kali pertama Gedung Putih. Selain Donilon, dia bertemu beberapa pejabat tinggi pemerintah Presiden Obama dalam kunjungan hari Jumat (13/5).

Dewan Peralihan Libia, yang dibentuk sebagai wakil pemberontak, berusaha menggalang dukungan internasional dalam beberapa pekan terakhir.

Amerika dan Inggris belum mengakui NTC sebagai pemerintah sejati Libia.

Pemerintah Amerika telah menyatakan bangsa Libia, bukannya kekuatan asing, menentukan pemerintah mereka.

Tiga negara lain, Prancis, Italia dan Qatar telah mengakui NTC sebagai pemerintah sah Libia
Ulama 'terbunuh'
Kolonel Muammar Gaddafi jarang muncul di depan publik setelah putranya tewas akibat serangan Nato

Gaddafi jarang muncul di depan publik setelah putranya tewas akibat serangan Nato

Sebelumnya, Kolonel Muammar Gaddafi mengejek pasukan Nato dalam pesan audio yang disiarkan televisi negara.

Dalam rekaman suara itu, Gaddafi mengatakan dia tengah berada di tempat yang mereka ''tidak bisa jangkau''.

''Saya katakan kepada orang-orang Salib yang pengecut bahwa saya tinggal di suatu tempat yang kalian tidak bisa jangkau dan kalian tidak bisa bunuh saya, sebab saya hidup dalam hati jutaan orang,'' kata Gaddafi.

Sebelumnya, menteri luar negeri Italia mengatakan hari Jumat bahwa Kolonel Gaddafi mungkin terluka dalam serangan udara hari Kamis di kompleks Bab al-Aziziya dan mengungsi dari Tripoli.

Sementara itu, media pemerintah Libia juga memberitakan 11 ulama muslim terbunuh dalam salah satu serangan udara Nato.

Menurut televisi pemerintah, serangan Nato itu menghantam sebuah pondok pesantren di kota Brega di belahan timur Libia, dan menyebabkan 11 imam tewas, dan 45 orang terluka.

Seorang juru bicara pemerintah mengatakan para korban adalah bagian dari rombongan lebih besar yang telah mendatangi kota yang dikuasai di Libia untuk mengupaya perundingan damai di kota Benghazi yang dikuasai pemberontak.

Namun, para tokoh pemberontak di Benghazi bersikukuh menyatakan tidak ada warga sipil di Brega, sedangkan juru bicara Nato mengatakan dia tidak tahu menahu serangan di Brega.

May
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 :: Negara :: Non Islam

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik