Silahkan masukkan username dan password anda!
Login

Lupa password?

Latest topics
» Ada apa di balik serangan terhadap Muslim Burma?
by Dejjakh Sun Mar 29, 2015 9:56 am

» Diduga sekelompok muslim bersenjata menyerang umat kristen
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:30 am

» Sekitar 6.000 orang perempuan di Suriah diperkosa
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:19 am

» Muhammad mengaku kalau dirinya nabi palsu
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:53 pm

» Hina Islam dan Presiden, Satiris Mesir Ditangkap
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:50 pm

» Ratusan warga Eropa jihad di Suriah
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:48 pm

» Krisis Suriah, 6.000 tewas di bulan Maret
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:46 pm

» Kumpulan Hadis Aneh!!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:43 pm

» Jihad seksual ala islam!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:40 pm

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Akal Budi Islam on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of on your social bookmarking website

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Poll
Statistics
Total 40 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah tutunkasep

Total 1142 kiriman artikel dari user in 639 subjects
Top posting users this month

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 23 pada Sat Jun 04, 2016 11:25 pm

Pembantaian Flotilla Tak Padamkan Semangat Pembebasan Gaza

 :: Negara :: Non Islam

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Pembantaian Flotilla Tak Padamkan Semangat Pembebasan Gaza

Post  Yahudi on Mon May 23, 2011 1:05 pm

RAMALLAH – Dalam sebuah wawancara eksklusif, Huwaida Arraf, ketua gerakan Free Gaza (FG), yang berusahan menerobos blokade Israel atas Gaza, menjelaskan apa yang terjadi pada tanggal 31 Mei ketika pasukan Israel menyerbu Freedom Flotilla, menghabisi sembilan orang dan melukai puluhan lainnya. Kontroversi menyelimuti peristiwa setelahnya dengan para korban selamat dari 700 aktivis di atas kapal memberikan berbagai versi yang sangat berbeda dengan pemerintah Israel mengenai peristiwa itu. Kritikus menuduh FG sengaja “memprovokasi” sebuah konfrontasi dengan Israel dan mengatakan bahwa upaya untuk menerobos blokade itu bersifat politis, tidak hanya sebuah operasi bantuan kemanusiaan.

“Mereka benar untuk mengatakan bahwa tujuan FG lebih dari sekedar membawa bantuan kemanusiaan. Kami sangat terganggu dengan penciptaan krisis kemanusiaan yang disengaja dan diperhitungkan oleh Israel di Gaza dan kami berniat untuk menarik perhatian internasional atas hal ini,” ujar Huwaida Arraf. Arraf mengatakan bahwa gerakannya tidak tertarik untuk melanggengkan blokade dan krisis kemanusiaan dengan membawa bantuan ini sendirian. Rakyat Gaza juga tidak tertarik untuk menjadi tergantung pada bantuan. Delapan puluh persen dari populasi Gaza kini bergantung pada bantuan makanan. Ini bukan akibat bencana alam tapi kebijakan kejam Israel yang disengaja. “Kami ingin agar hak asasi manusia rakyat Gaza dihormati dan mereka dibiarkan untuk menjalani kehidupan normal sebagai manusia.”

Ketika ditanya apakah para aktivis memprovokasi pasukan Israel untuk menggunakan senjata, Arraf mengatakan, “Ini tidak masuk akal. Kami bersusah payah memberitahu Israel bahwa kami adalah kapal sipil tak bersenjata yang mengirimkan bantuan, bahwa kami tidak menghadirkan ancaman bagi mereka dan tidak perlu naik ke kapal kami. Kami berulang kali menjelaskan siapa kami dan apa misi kami. Kapal-kapal kami diperiksa oleh keamanan di berbagai pelabuhan keberangkatan dan kami juga mempekerjakan personel keamanan independen untuk memverifikasi bahwa kami bebas senjata.”

Freedom Flotilla diserang di perairan internasional, di tengah malam ketika sebagian besar penumpang tengah tertidur. Israel menggunakan pasukan Angkatan Laut yang sangat terlatih, bukan penjaga pantai, melawan warga sipil tak bersenjata.

Mengenai rekaman video yang memperlihatkan aktivis memukuli tentara Israel dengan tongkat, Arraf mengatakan bahwa Israel menyita semua peralatan dari media dan merilis rekaman video tertentu untuk membenarkan kekerasan ekstrim mereka. Terlebih lagi, itu adalah respon sejumlah kecil orang dari 700 penumpang kapal. Penyelenggara FG secara spesifik menggelar lokakarya bagi para penumpang sebelum keberangkatan untuk menjelaskan bagaimana merespon serangan terhadap kapal dengan cara non-kekerasan. Tapi, Israel menyerang terlebih dahulu dengan menembaki mereka bahkan ketika pasukan belum naik ke atas kapal.

Ketika kekerasan yang tidak dapat dibenarkan itu digunakan terhadap kapal sipil di perairan internasional, yang tidak mendatangkan ancaman terhadap keamanan Israel, tidak mudah untuk mengendalikan respon beberapa orang yang ketakutan, marah, dan ingin membela diri.

Arraf tidak berada di atas kapal Mavi Marmara ketika kekerasan terjadi, dia berada di atas kapal Challenger One yang berlayar tepat di sebelah Mavi Marmara.Dia melihat perahu-perahu kecil Israel mengelilingi Mavi Marmara. “Saya mendengar ledakan ketika mereka mulai menembak. Mereka tidak bisa naik ke atas kapal karena para aktivis dilatih untuk menyemprot mereka dengan selang air. Ini sebelum helikopter berdatangan dan angkatan laut berhasil naik. Setelah itulah orang-orang itu dibantai,” ujar Arraf.

Israel menyatakan bahwa kekerasan digunakan hanya kepada penumpang Mavi Marmara yang melawan. Arraf membantah hal itu. Dia mengatakan bahwa Israel menggunakan kekuatan dan kekerasan yang berlebihan ke semua kapal bahkan ketika tidak ada perlawanan. Jurnalis diserang, beberapa aktivis dihajar hingga perlu dirawat di rumah sakit setibanya di Ashdod.

Israel juga mengklaim bahwa beberapa penumpang kapal adalah “teroris” dan memiliki ikatan dengan organisasi seperti Al Qaeda dan Hamas. Namun Arraf mengatakan bahwa itu adalah propaganda mereka dan sebuah upaya untuk mendiskreditkan FG. “Mereka tidak bisa mendelegitimasi ratusan orang di atas kapal, termasuk sejumlah anggota parlemen Eropa, jurnalis internasional, dan warga negara biasa dari 40 negara lebih sebagai “jihadis,” karena itu mereka fokus pada beberapa individu. Saya mengenal secara pribadi semua aktivis sehingga saya tidak tahu sudut pandang politik mereka, tapi FG tidak terkait dengan organisasi politik mana pun,” ujar Arraf. Arraf meyakini bahwa insiden yang menimpa Freedom Flotilla telah meningkatkan perhatian internasional ke blokade tak manusiawi Israel terhadap Gaza dan bahwa akan ada lebih banyak tekanan bagi Israel untuk mencabut blokade. Ini adalah bagian dari efek bola salju terhadap pendudukan Israel di wilayah Palestina secara umum menyusul kampanye dari aktivis akar rumput. Ini pada gilirannya telah menuntun pada keterlibatan politik di tingkat diplomatik dan internasional.

Israel kemungkinan berharap bahwa kekuatan ekstrem yang mereka gunakan akan mencegah kapal-kapal FG berusaha mencapai Gaza di masa mendatang. Apakah mereka berhasil? “Justru sebaliknya. Kami telah dibanjiri dukungn orang-orang dari seluruh dunia, dari berbagai organisasi, yang ingin berpartisipasi dalam flotilla di masa mendatang. Orang-orang sangat marah dengan sikap Israel,” jawab Arraf.(suaramedia)

Yahudi
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 :: Negara :: Non Islam

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik