Silahkan masukkan username dan password anda!
Login

Lupa password?

Latest topics
» Ada apa di balik serangan terhadap Muslim Burma?
by Dejjakh Sun Mar 29, 2015 9:56 am

» Diduga sekelompok muslim bersenjata menyerang umat kristen
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:30 am

» Sekitar 6.000 orang perempuan di Suriah diperkosa
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:19 am

» Muhammad mengaku kalau dirinya nabi palsu
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:53 pm

» Hina Islam dan Presiden, Satiris Mesir Ditangkap
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:50 pm

» Ratusan warga Eropa jihad di Suriah
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:48 pm

» Krisis Suriah, 6.000 tewas di bulan Maret
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:46 pm

» Kumpulan Hadis Aneh!!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:43 pm

» Jihad seksual ala islam!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:40 pm

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Akal Budi Islam on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of on your social bookmarking website

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Poll
Statistics
Total 40 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah tutunkasep

Total 1142 kiriman artikel dari user in 639 subjects
Top posting users this month

User Yang Sedang Online
Total 2 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 2 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 23 pada Sat Jun 04, 2016 11:25 pm

DISTORSI MATIUS 4: Ke Luar dari Mesir.

 :: Kesaksian :: Buddha

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

DISTORSI MATIUS 4: Ke Luar dari Mesir.

Post  s4l4s22 on Tue Oct 04, 2011 4:28 pm

Matius menyatakan bahwa kembalinya Yesus ke Palestina dari Mesir sebagai seorang anak kecil merupakan pemenuhan atas sebuah nubuat. Berikut ini tulisan Matius:

2:14 Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,
2:15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."**

Keterangan Matius di atas didistorsi dari Kitab Hosea berikut ini:

11:1. Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku**itu.
11:2 Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung.
11:3 Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka.
11:4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.
11:5 Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat.
11:10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,
11:11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.

Jelaslah dari kutipan Kitab Hosea di atas, bahwa ia sama sekali tidak berhubungan dengan nubuat akan datangnya seorang Juru Selamat. Kata "anak" di atas sangat jelas diidentifikasi sebagai "bangsa Israel", (bukan Yesus!) ketika mereka dibimbing untuk keluar dari penjara di Mesir. Kutipan Hosea tersebut berbicara tentang praktik kebiasaan buruk lama dan pemberhalaan yang dilakukan Efraim, salah satu subsuku Israel, yang seringkali diidentifikasi dengan 10 suku dari Kerajaan Israel utara.

Lebih lanjut, kutipan Hosea di atas menyatakan pembuangan 10 suku utara ke Asyur pada saat jatuhnya Kerajaan Israel utara, dan kemudian menyimpulkan bahwa 10 suku utara itu pada suatu saat akan kembali ke Palestina, dan akan kembali menjadi "anak-anak" Allah. Sebuah nubuat yang tidak pernah terwujud!

Perlu digarisbawahi di sini bahwa tidak ada konfirmasi di seluruh Perjanjian Baru, kecuali karangan Matius, bahwa Yesus pernah berada di Mesir. Tampaknya lebih mungkin bahwa Matius pertama2 mengada2kan nubuat akan datangnya seorang Juru Selamat dengan menjadikan kata2 dari Hosea berada di luar konteksnya, kemudian mengada2kan peristiwa tertentu dalam kehidupan Yesus untuk meneguhkan dan menggenapi nubuat yang diada2kan itu.

Perhatikan juga perubahan inisial "a" (kecil) pada kata "anak" dalam Hosea, diubah oleh penerjemah Alkitab menjadi "A" (besar) pada kata "Anak" dalam Matius. Seperti sudah dapat ditebak, perubahan ini dimaksudkan untuk meneguhkan pemenuhan nubuat yang dikarang Matius agar seolah2 terpenuhi oleh Yesus. Sekali lagi, kata "anak" dalam Hosea di atas tidak ada hubungannya sama sekali dengan Yesus, tetapi ia merupakan metafora bagi "bangsa Israel".


s4l4s22

Jumlah posting : 143
Join date : 15.09.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: DISTORSI MATIUS 4: Ke Luar dari Mesir.

Post  kabayan on Sun Dec 04, 2011 4:50 am

s4l4s22 wrote:Matius menyatakan bahwa kembalinya Yesus ke Palestina dari Mesir sebagai seorang anak kecil merupakan pemenuhan atas sebuah nubuat. Berikut ini tulisan Matius:

2:14 Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,
2:15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."**

Keterangan Matius di atas didistorsi dari Kitab Hosea berikut ini:

11:1. Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku**itu.
11:2 Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung.
11:3 Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka.
11:4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.
11:5 Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat.
11:10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,
11:11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.

Jelaslah dari kutipan Kitab Hosea di atas, bahwa ia sama sekali tidak berhubungan dengan nubuat akan datangnya seorang Juru Selamat. Kata "anak" di atas sangat jelas diidentifikasi sebagai "bangsa Israel", (bukan Yesus!) ketika mereka dibimbing untuk keluar dari penjara di Mesir. Kutipan Hosea tersebut berbicara tentang praktik kebiasaan buruk lama dan pemberhalaan yang dilakukan Efraim, salah satu subsuku Israel, yang seringkali diidentifikasi dengan 10 suku dari Kerajaan Israel utara.

Lebih lanjut, kutipan Hosea di atas menyatakan pembuangan 10 suku utara ke Asyur pada saat jatuhnya Kerajaan Israel utara, dan kemudian menyimpulkan bahwa 10 suku utara itu pada suatu saat akan kembali ke Palestina, dan akan kembali menjadi "anak-anak" Allah. Sebuah nubuat yang tidak pernah terwujud!

Perlu digarisbawahi di sini bahwa tidak ada konfirmasi di seluruh Perjanjian Baru, kecuali karangan Matius, bahwa Yesus pernah berada di Mesir. Tampaknya lebih mungkin bahwa Matius pertama2 mengada2kan nubuat akan datangnya seorang Juru Selamat dengan menjadikan kata2 dari Hosea berada di luar konteksnya, kemudian mengada2kan peristiwa tertentu dalam kehidupan Yesus untuk meneguhkan dan menggenapi nubuat yang diada2kan itu.

Perhatikan juga perubahan inisial "a" (kecil) pada kata "anak" dalam Hosea, diubah oleh penerjemah Alkitab menjadi "A" (besar) pada kata "Anak" dalam Matius. Seperti sudah dapat ditebak, perubahan ini dimaksudkan untuk meneguhkan pemenuhan nubuat yang dikarang Matius agar seolah2 terpenuhi oleh Yesus. Sekali lagi, kata "anak" dalam Hosea di atas tidak ada hubungannya sama sekali dengan Yesus, tetapi ia merupakan metafora bagi "bangsa Israel".



Baca aja bro di http://www.sarapanpagi.org/18-distorsi-matius-4-ke-luar-dari-mesir-vt645.html tempat kamu mengkopy artikel di atas. Kamu sendiri tahu gak ya, atau pertanyaan sederhana pernah baca Alkitab gak ya? Jika tidak, sayang sekali.

kabayan

Jumlah posting : 128
Join date : 14.06.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 :: Kesaksian :: Buddha

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik