Silahkan masukkan username dan password anda!
Login

Lupa password?

Latest topics
» Ada apa di balik serangan terhadap Muslim Burma?
by Dejjakh Sun Mar 29, 2015 9:56 am

» Diduga sekelompok muslim bersenjata menyerang umat kristen
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:30 am

» Sekitar 6.000 orang perempuan di Suriah diperkosa
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:19 am

» Muhammad mengaku kalau dirinya nabi palsu
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:53 pm

» Hina Islam dan Presiden, Satiris Mesir Ditangkap
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:50 pm

» Ratusan warga Eropa jihad di Suriah
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:48 pm

» Krisis Suriah, 6.000 tewas di bulan Maret
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:46 pm

» Kumpulan Hadis Aneh!!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:43 pm

» Jihad seksual ala islam!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:40 pm

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Akal Budi Islam on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of on your social bookmarking website

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Poll
Statistics
Total 40 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah tutunkasep

Total 1142 kiriman artikel dari user in 639 subjects
Top posting users this month

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 23 pada Sat Jun 04, 2016 11:25 pm

kuis-kuis buat para domba

 :: Debat Islam :: Alquran

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

kuis-kuis buat para domba

Post  s4l4s22 on Sun Dec 04, 2011 3:16 pm

Pernahkah Yesus Mengatakan:
"Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja"
Pertanyaan yang ketiga ini sangat menantang bagi semua pihak, terutam: bagi
umat Kristiani karena hampir semua umat Kristiani, rasanya tidak ada yang tidak
menyembah kepada Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat mereka. Mulai dari anak
kecil, dewasa dan orang tua, mereka semua diajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan
atau Allah itu sendiri yang harus disembah. Padahal setelah kami pelajari, kaji da
dalami, ternyata tidak ada satu dalilpun di dalam Alkitab (Bible) itu sendiri diman
Yesus pernah bersabda bahwa "Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah aku saja."
Tidak ada!! Yang ada justru Yesus bersabda, "S e m b a h l a h A l l a h T u h a n m u d a n
h a n y a k e p a d a D i a s a j a l a h e n g k a u b e r b a k t i . °
Ucapan atau sabda Yesus tersebut memberikan suatu pengertian kepada kita
bahwa Yesus itu bukan Tuhan atau Allah yang harus disembah, karena dia hanyalah seorang Nabi atau
Rasul.
Untuk lebih jelasnya marilah kita simak kisah didalam Alkitab yaitu pada Injil Matius 4:8-10, yaitu
ketika Yesus dicoba oleh Iblis sebagai berikut :
" D a n I b l i s m e m b a w a n y a p u l a k e a t a s g u n u n g y a n g s a n g a t t i n g g i d a n m e m p e r l i h a t k a n k e p a d a - N y a s e m u a k e r a j a a n d u n i a d e n g a n k e m e g a h a n n y a ,
d a n b e r k a t a k e p a d a N y a : " S e m u a i t u a k a n k u b e r i k a n k e p a d a - M u , j i k a
E n g k a u s u j u d m e n y e m b a h a k u . " M a k a b e r k a t a l a h Y e s u s k e p a d a n y a :
" E n y a h l a h , I b l i s ! S e b a b a d a t e r t u l i s : E n g k a u h a r u s m e n y e m b a h T u h a n ,
A l l a h m u , d a n h a n y a k e p a d a D i a s a j a l a h e n g k a u b e r b a k t i ! " ( M a t i u s 4 : 8 - 1 0 )
Ayat-ayat tersebut adalah seputar kisah tentang percobaan di padang gurun ketika Yesus akan
dicobai Iblis. Sebelumnya Iblis mencoba Yesus dengan menyuruh membuat batu-batu jadi roti, namun
tidak berhasil, kemudian percobaan kedua Iblis menyuruh Yesus jatuhkan dirinya dari atas hubungan Bait
Allah, namun tidak berhasil. Terakhir Iblis membawa Yesus kepuncak gunung yang tinggi dan
menawarkan untuk diberikan kepada Yesus semua kerajaan dunia ini dan kemegahannya, asalkan
Yesus mau sujud menyembah kepadanya.
Pada percobaan yang ketiga inilah Yesus menghardik Iblis tersebut seraya berkata, " E n y a h l a h ,
I b l i s ! S e b a b a d a t e r t u l i s : E n g k a u h a r u s m e n y e m b a h T u h a n , A l l a h m u , d a n h a n y a
k e p a d a D i a s a j a l a h e n g k a u b e r b a k t i ! ' '
Dari ucapan Yesus tersebut dapat kita pahami:
1. Iblis tahu bahwa Yesus mengajarkan Tauhid, yaitu menyembah hanya kepada Allah saja (laa ilaaha
ilallaahu).
2. Terhadap Iblis saja Yesus perintahkan bahwa menyembah dan berbakti itu hanyalah kepada Allah
saja, bukan lainnya, bukan juga pada dirinya.
3. Iblis tahu bahwa Yesus itu bukan Tuhan, sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu kata kata Yesus sebagai
berikut: " E n y a h l a h , I b l i s ! S e b a b a d a t e r t u l i s : E n g k a u h a r u s m e n y e m b a h a k u T u h a n , A l l a h m u , d a n h a n y a k e p a d a k u s a j a l a h e n g k a u b e r b a k t i ! "

s4l4s22

Jumlah posting : 143
Join date : 15.09.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: kuis-kuis buat para domba

Post  DREphantom15 on Sun Dec 04, 2011 4:42 pm

s4l4s22 wrote:Pernahkah Yesus Mengatakan:
"Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja"
Pertanyaan yang ketiga ini sangat menantang bagi semua pihak, terutam: bagi
umat Kristiani karena hampir semua umat Kristiani, rasanya tidak ada yang tidak
menyembah kepada Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat mereka. Mulai dari anak
kecil, dewasa dan orang tua, mereka semua diajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan
atau Allah itu sendiri yang harus disembah. Padahal setelah kami pelajari, kaji da
dalami, ternyata tidak ada satu dalilpun di dalam Alkitab (Bible) itu sendiri diman
Yesus pernah bersabda bahwa "Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah aku saja."
Tidak ada!! Yang ada justru Yesus bersabda, "S e m b a h l a h A l l a h T u h a n m u d a n
h a n y a k e p a d a D i a s a j a l a h e n g k a u b e r b a k t i . °
Ucapan atau sabda Yesus tersebut memberikan suatu pengertian kepada kita
bahwa Yesus itu bukan Tuhan atau Allah yang harus disembah, karena dia hanyalah seorang Nabi atau
Rasul.
Untuk lebih jelasnya marilah kita simak kisah didalam Alkitab yaitu pada Injil Matius 4:8-10, yaitu
ketika Yesus dicoba oleh Iblis sebagai berikut :
" D a n I b l i s m e m b a w a n y a p u l a k e a t a s g u n u n g y a n g s a n g a t t i n g g i d a n m e m p e r l i h a t k a n k e p a d a - N y a s e m u a k e r a j a a n d u n i a d e n g a n k e m e g a h a n n y a ,
d a n b e r k a t a k e p a d a N y a : " S e m u a i t u a k a n k u b e r i k a n k e p a d a - M u , j i k a
E n g k a u s u j u d m e n y e m b a h a k u . " M a k a b e r k a t a l a h Y e s u s k e p a d a n y a :
" E n y a h l a h , I b l i s ! S e b a b a d a t e r t u l i s : E n g k a u h a r u s m e n y e m b a h T u h a n ,
A l l a h m u , d a n h a n y a k e p a d a D i a s a j a l a h e n g k a u b e r b a k t i ! " ( M a t i u s 4 : 8 - 1 0 )
Ayat-ayat tersebut adalah seputar kisah tentang percobaan di padang gurun ketika Yesus akan
dicobai Iblis. Sebelumnya Iblis mencoba Yesus dengan menyuruh membuat batu-batu jadi roti, namun
tidak berhasil, kemudian percobaan kedua Iblis menyuruh Yesus jatuhkan dirinya dari atas hubungan Bait
Allah, namun tidak berhasil. Terakhir Iblis membawa Yesus kepuncak gunung yang tinggi dan
menawarkan untuk diberikan kepada Yesus semua kerajaan dunia ini dan kemegahannya, asalkan
Yesus mau sujud menyembah kepadanya.
Pada percobaan yang ketiga inilah Yesus menghardik Iblis tersebut seraya berkata, " E n y a h l a h ,
I b l i s ! S e b a b a d a t e r t u l i s : E n g k a u h a r u s m e n y e m b a h T u h a n , A l l a h m u , d a n h a n y a
k e p a d a D i a s a j a l a h e n g k a u b e r b a k t i ! ' '
Dari ucapan Yesus tersebut dapat kita pahami:
1. Iblis tahu bahwa Yesus mengajarkan Tauhid, yaitu menyembah hanya kepada Allah saja (laa ilaaha
ilallaahu).
2. Terhadap Iblis saja Yesus perintahkan bahwa menyembah dan berbakti itu hanyalah kepada Allah
saja, bukan lainnya, bukan juga pada dirinya.
3. Iblis tahu bahwa Yesus itu bukan Tuhan, sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu kata kata Yesus sebagai
berikut: " E n y a h l a h , I b l i s ! S e b a b a d a t e r t u l i s : E n g k a u h a r u s m e n y e m b a h a k u T u h a n , A l l a h m u , d a n h a n y a k e p a d a k u s a j a l a h e n g k a u b e r b a k t i ! "


Injil Yang saudara kutip menegaskan:

Yesus menyatakan diriNya sebagai Yahwe

• Teks Matius 4:1-11. “4:1. Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. 4:2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. 4:3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." 4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." 4:5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, 4:6 lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." 4:7 Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" 4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, 4:9 dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" 4:11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.”

Yesus dicobai Iblis.

Menurut pengarang Matius (4:1), Yesus dicobai oleh Iblis, atau Iblis mencobai Yesus. Penegasan ini penting agar kita dapat memahami sejumlah pernyataan Yesus pada ayat-ayat selanjutnya.

Cobaan pertama: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." Jawaban Yesus: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.".

Menarik bahwa pernyataan “Anak Allah yang ke luar dari mulut Iblis, dijawab oleh Yesus: “Manusia hidup….”. Jadi, Anak Allah itu adalah MANUSIA. Perintah Iblis supaya Anak Allah makan roti tentu tidak masuk akal sebab pernyataan Anak Allah mau menegaskan bahwa Yesus adalah Allah. Allah yang adalah Roh tidak mungkin makan roti. Siapakah yang bisa makan roti? Hanya manusia. Sekalipun Yesus adalah manusia, Ia tidak melulu hidup dari roti, tetapi juga setiap firman yang ke luar dari mulut Allah. Siapakah Allah yang dimaksud oleh Yesus: DiriNya atau Yahwe?. Kalaulah “firman yang ke luar dari mulut Allah” HANYA MELULU ditujukan kepada YAHWE, maka berita dalam Perjanjian Baru, tepatnya keempat Injil tidak tepat sebab keempat Injil nyaris seratus persen memuat pengajaran yang ke luar dari mulut Yesus. Sementara orang-orang Kristen zaman ini justeru mengikuti setiap firman yang keluar dari mulut Yesus. Bukan karena orang Kristen membangkang terhadap Yesus, tetapi justeru karena Dialah yang memerintahkannya (Yohanes 14:23). Lagi pula, Bapa sendiri meminta para murid untuk mendengarkan Yesus (Matius 17:5). Jadi, secara sangat halus Yesus menyampaikan bahwa Dia adalah Allah. Orang Kristen mengikuti semua perkataan dari mulut Allah, yang tidak lain adalah perkataan yang keluar dari mulut Yesus. Renungkanlah itu!

Cobaan kedua: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." Jawaban Yesus: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

Pertanyaan kita: siapakah yang sedang dicobai oleh Iblis, Yahwe atau Yesus? Jawabannya jelas: Yesus (Mat 4:1), yang juga diakui oleh penulis Ibrani (Ibr 2:18, 4:15).

Iblis berkata: “Jika Engkau Anak Allah…” Jawaban Yesus sangat jelas: “Jangan engkau mencobai Tuhan Allahmu”. Yesus yang dicobai oleh Iblis, tetapi Yesus berkata jangan engkau mencobai Tuhan Allahmu. Jika demikian, maka kesimpulannya Yesus menyatakan DiriNya adalah Allah. Dan karena Allah yang menjadi manusia, maka Ia dicobai Iblis.

Cobaan ketiga: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." Jawaban Yesus: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!".

Ini adalah jawaban yang paling keras dari Yesus karena berkaitan dengan “penyembahan”. Di sini pulalah, Yesus menyampaikan pernyataanNya yang paling jelas dan lengkap tentang siapa DiriNya: Tuhan, Allahmu, HANYA kepada DIA SAJA engkau BERBHAKTI. Lihat dan renungkan!!! Hanya kepada Allah (YHWH) saja engkau berbhakti (menyembah), tetapi YHWH sendiri justeru mengharuskan para malaikat menyembah Yesus (Ibrani 1:6). Yesus tidak pernah menolak untuk disembah, juga tidak pernah mengutuk orang yang menyembah Dia (Matius 8:2) sebagaimana Dia mengutuk Iblis yang minta disembah.

• Yesus menyatakan Diri Allah.

Uraian-uraian di atas lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa Yesus menyatakan DiriNya adalah Allah, Allah yang menjadi manusia. Namun, banyak orang menuntut teks yang secara eksplisit menegaskan bahwa Yesus menyatakan diriNya adalah Allah. Baiklah kita berkhikmat. Kata “Yahwe” adalah sebuah Nama. Benar bahwa nama itu menyatakan jati diri. Tuntutan bahwa Yesus menyatakan diriNya Yahwe, telah dijawab oleh Yesus sendiri justru melebihi tuntutan tersebut.

• Kita semua tahu bahwa kata Allah adalah terjemahan Arab kata Ibrani Elohim. Sedangkan kata TUHAN adalah terjemahan Indonesia (Melayu) kata Ibrani YAHWE. Jika ada orang yang lebih “mengagungkan” kata Allah daripada kata Tuhan, maka hal itu tidak lebih dari persoalan rasa budaya bahasa suatu bangsa. Alkitab tidak mendeskripsikan bahwa kata Allah lebih tepat untuk Sang Ada daripada kata Tuhan. Apalagi kalau hanya karena analisis etimologis bahwa di balik kata “Tuhan” terselip juga arti “tuan”. Kalau itu masalahnya, maka dibalik kata “Allah” pun bercokol arti “dewa pagan Arab pra Islam”.

• Sang Ada, Pencipta Langit dan Bumi tidak pernah menyatakan bahwa “NamaKu adalah Allah/Elohim”. Kata “Elohim, atau Allah (Arab)” itu justeru dipakai oleh orang Israel/penulis Alkitab PL untuk YHWH/Sang Ada. Inilah hal yang tidak terbayangkan oleh orang-orang yang mengagungkan dan menggunakan kata “Allah” satu-satunya untuk “Sang Ada”. Sang Ada-nya Israel malah tidak pernah merekomendasikan kata Allah (Arab) itu.

• Kepada Musalah, Sang Ada itu menyatakan siapakah Dia. Dia adalah “AKU ADALAH AKU; AKULAH AKU, sama dengan AKU ADA” Makna dari kata itu ialah AMBIL BAGIAN, IKUT SERTA dan TERLIBAT AKTIF. Nah, DIA yang terlibat aktif itulah yang kemudian disebut YAHWE/TUHAN (Kel 3:13-15). Kalaupun kata “YAHWE” itu telah dikenal oleh orang Israel, tetapi sekurang-kurangnya kata itu mendapat penegasan dan restu langsung dari Sang Ada. Perhatikan teks Yesaya berikut ini: “Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; …(42:Cool. Berkaitan erat dengan pemahaman ini, maka Yesus dengan tegas menyatakan: “Aku yang adalah TUHAN dan GURUMU (Yoh 13:14).

Pertanyaan kita bukan hanya apakah Yesus pernah menyatakan diriNya, Allah/Elohim, atau Yahwe TETAPI apakah Yesus pernah menyatakan diriNya AKU ADALAH AKU, AKULAH AKU, AKU ADA; kata-kata yang dikemukakan oleh Sang Ada Sendiri.? Ya.! Yesus tidak pernah ragu menyatakan dirinya: AKU ADALAH AKU, AKULAH AKU, AKU ADA” (Lihat misalnya: Mat 27:43, Mrk 14:62, Wahyu 1:8.17.26,22:13).


Perhatikan antara lain, kedua teks berikut ini:

Teks Lukas 22:29-30. “Lukas 22:29 Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku, 22:30 bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Teks Yohanes 18:36 Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini."

• Bagaimana kedua teks tersebut dapat menunjuk kepada ke-Allah-an Yesus? Membaca teks Lukas memberi kesan bahwa Bapalah yang menentukan hak kerajaan bagi Yesus. Kesan seperti itu dapat dimengerti. Namun, persoalannya, nama gelar kerajaan itu menyatakan gelar pemiliknya. Pemiliknya adalah Dia yang disebut Allah. “Kamu makan dan minum semeja dengan Aku di dalam KerajaanKu”. Ungkapan “KerajaanKu” disebut juga oleh Yesus dengan ungkapan: “Kerajaan Allah”. Jadi, Yesus adalah Allah. Dalam Matius 6:33 dikatakan: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Kata “Kebenaran” mengingatkan kita pada pernyataan Yesus dalam bagian Injil Yohanes: “Akulah jalan kebenaran dan hidup” (Yohanes 14:16). Jadi, Yesus menegaskan bahwa DiriNya adalah Allah.


Akulah Dia Yahwe

• Markus 14:62 Jawab Yesus: "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit."

Perkataan Yesus ini, Ia ambil dari Daniel 7:13. Daniel mengidentifikasi bahwa dia yang datang di tengah awan-awan di langit itu ialah seorang seperti anak manusia. Siapakah namanya? Pertanyaan ini dijawab secara sempurna oleh Pemazmur. “Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah NamaNya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! NamaNya ialah YAHWE (TUHAN); beria-rialah dihadapanNya.” (Mzr 68:5). Menarik bahwa nama dari Dia yang melintasi awan-awan itu bukan Elohim (Allah), tetapi YAHWE, TUHAN. Mengingat semuanya ini, kita dapat mengerti mengapa Yesus tidak pernah secara hurufiah menyatakan diriNya: “Aku adalah Allah”, tetapi “Aku adalah YAHWE, TUHAN”. Yesus tidak mau kita terpeleset dengan kata Elohim, yang kerap dipakai juga untuk allah karikatur (Ul 6:14).

• Yohanes 8:12. Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "AKULAH TERANG dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Perkataan Yesus ini diambil dari Mazmur 27:1. “YAHWE (TUHAN) ADALAH TERANG. “

Jadi, ini menegaskan bahwa pada dasarnya, klaim Yesus merupakan penyataan DiriNya: siapakah Dia?. Dia adalah YAHWE (TUHAN).

• Yohanes 10:11.14 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; … Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku”.

Perkataan Yesus ini menyingkap keyakinan Yakub (Kej 48:15) dan Daud (Mazmur 23:1) bahwa TUHAN adalah Gembala. Jika Yesus tahu bahwa TUHANLAH GEMBALA, tetapi Dia justru tegas menyatakan bahwa “AKULAH GEMBALA”, bahkan GEMBALA YANG BAIK”, hal itu mengandaikan bahwa DIA adalah TUHAN (YAHWE), sama dengan YAHWE.

• Yohanes 13:13.19 “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan…bahwa Akulah Dia”. Marilah kita berhikmat, sebab “haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, MENGAJARI engkau seperti seseorang mengajari anaknya. (Ul 8:5).

Yesus secara gamblang menyetujui sebutan para murid atas diriNya: Guru dan Tuhan. Jika Yesus bukan YAHWE, tentulah Ia menghindari sebutan tersebut agar para muridNya tidak mengingkari fakta bahwa YAHWE tidak lagi memerlukan seorang guru untuk mengajar (Yeremia 31: 33-34). Oleh karena Yesus menyetujui gelar (Guru) yang diberikan para muridNya, maka itu berarti Ia mengakui DiriNya sebagai YAHWE, sebab hanya Yahwe yang mengajar dan tidak memelurkan guru yang lainnya.

• Wahyu 2:23 “Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.”

Pernyataan Yesus ini itu mengesankan. Bandingkan pernyataan Yahwe dalam Yeremia 17:10, “Aku, TUHAN yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah dan langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya”. Pernyataan ini tidak cukup dimengerti hanya karena Yesus telah diberi kuasa oleh BapaNya (Mat 28:18), sebab Bapa tetap berkuasa sampai sekarang. Hal itu hanya mungkin dipahami bahwa terdapat kesetaraan antara Bapa dan Yesus (Filipi 2:6). Masih begitu banyak teks lain yang membuktikan bahwa Yesus menyatakan diriNya YAHWE TUHAN.


Lagi-lagi Yesus menyatakan DiriNya adalah YAHWE

• Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu." Banyak diskusi atau debat, persisnya penyangkalan dari kelompok anti ke-Allah-an Yesus. Menurut mereka:

“Aku dan Bapa adalah satu” artinya Yesus bersatu dengan Bapa dan bukan sama dengan Bapa. “Ber-satu”, satu pekerjaan (Yohanes 10:25), satu visi, satu spirit, satu hati satu pikir bukan satu hakikat! Bersatu dengan Yesus bukan menjadi Yesus, bersatu dengan Allah, bukan menjadi Allah sejati”!

Reaksi orang-orang zaman ini memang lain. Pertama-tama mereka menolak ke-Allah-an Yesus karena isi keyakinan mereka adalah Yesus tidak pernah mengakui DiriNya sebagai Allah. Sebaliknya, orang-orang Yahudi menolak ke-Allah-an Yesus karena Yesus mengaku DiriNya adalah Allah. Sama-sama menolak ke-Allah-an Yesus, cuma alasannya saja berbeda. Renungkan dan perhatikan reaksi orang-orang Yahudi terhadap pernyataan Yesus:

"Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah" (Yohanes 10:33).

Orang-orang Yahudi paham dan sangat mengerti bahwa Yesus sedang mengakui DiriNya adalah Allah. Jika tidak demikian, mustahil mereka mau melempari Yesus dengan batu. Ketika jiwa sedang diancam secara demikian, padahal Yesus tidak bermaksud mengakui DiriNya sebagai Allah, maka sangat masuk akal kalau Yesus meluruskan pernyataanNya. Nyatanya, hal itu tidak Yesus lakukan. Tidak ada satu pun ayat dimana Yesus memperbaiki pernyataanNya. Yesus juga TIDAK PERNAH menyatakan “AKU BUKAN ALLAH” hanya orang yang anti Yesus saja yang pernah menyatakannya. Kesimpulannya: Yesus benar-benar bermaksud menyamakan DiriNya dengan Allah.


Yohanes 8:58 “Sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Perkataan “Aku telah Ada”, itu sama artinya: “AKU ADALAH AKU ADA (=YHWH)”

Perkataan Yesus ini membuat orang Yahudi geram. Perhatikan laporan Alkitab mengenai rekasi orang Yahudi: “Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.” (Yoh 8:59). Mengapa orang Yahudi sedemikian nekat? Bagi mereka, perkataan Yesus itu berarti menghujat Allah. Siapa saja yang menghujat Allah, maka hukumannya tidak tanggung-tanggung: dirajam sampai mati. Pengakuan para musuh Yesus ini menambah bobot kebenaran perkara ini. Artinya Yesus benar-benar menyatakan DiriNya sebagaimana dipahami oleh orang Yahudi: Yesus menyamakan diriNya dengan Yahwe. Sayangnya orang Yahudi tidak dapat menerima dan percaya atas perkataan Yesus itu, sama seperti sebahagiaan dari orang-orang zaman sekarang.


Lihat juga Teks-teks Berikut ini:

• Dalam kitab Wahyu, malaikat menginstruksikan Rasul Yohanes untuk hanya menyembah kepada Allah (Wahyu 19:10). Beberapa kali dalam Alkitab Yesus menerima penyembahan (Matius 2:11; 14:33; 28:9, 17; Lukas 24:52; Yohanes 9:38). Dia tidak pernah menegur orang-orang yang menyembah Dia. Kalau Yesus bukan Allah, Dia pasti akan melarang orang-orang menyembah Dia, sama seperti malaikat dalam kitab Wahyu. Yesus juga pasti tahu betul larangan menyembah selain Allah dalam Kel 20:4-5//Ul 5:7-9)

• Di satu pihak, semua manusia di bumi rusak, pembohong, berdosa (Kejadian 6:12, Mazmur 116:11, Roma 3:4). Di pihak lain, hanya Allah yang dapat mengampuni dosa (Mrk 2:7). Sementara, orang berdosa tidak dapat melihat Allah kecuali mereka yang suci hatinya (Matius 5:Cool. Jadi, manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Kita sadar bahwa hanya Allah saja yang memungkinkan kita dapat menghampiri tahtaNya. Oleh kehendak dan cintaNya kepada kita, maka Dia datang ke dunia. Sesuatu yang tidak masuk di akal pikiran manusia daging. Dia yang Mahabijaksana datang dan mengambil rupa manusia, bahkan rupa hamba. Sebab kita ini adalah manusia dan hamba. Dengannya kita mengerti, Dia yang tak terjangkau, Dia yang ajaib, Dia yang mahadasyat kini hadir menyertai kita dan sedang mengantar kita menuju rumahNya. Karena kini Dia telah menjadi manusia, maka untuk menebus dosa kita, Ia memakai cara-cara manusiawi kita. Sekali lagi, maksudnya ialah supaya kita mengerti, supaya kita tahu, supaya kita merasakan dan supaya kita mengalami. Kita dapat mengalamiNya dengan seluruh kemanusiaan kita. Kalaulah dia yang menebus dosa kita hanyalah manusia seperti kita, maka hal itu tidak mungkin sebab manusia pada dasarnya tidak dapat menolong dan menebus dosanya sendiri (1 Yohanes 2:2). Hanya Allah yang sanggup menanggung dosa seisi dunia ini (2Korintus 5:21). Karena dosa yang begitu besar dan berat, Allah yang menjadi manusia itu mati untuk dosa kita (1 Petrus 3:18).

• Perhatikan perkataan dalam Ibrani berikut ini: “ Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; (2:14).

Pernyataan ini menegaskan sesuatu hal yang berbeda bahwa Yesus tidak sama dengan manusia. Karena tidak sama dengan manusia, maka Ia (Yesus) MENJADI (pergerakan/perubahan ke bentuk yang lain) sama dengan manusia (darah dan daging). Perubahan dari tidak sama menjadi sama.

• Ibrani 2: 15 “Dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.”.

Apakah untuk menyelamatkan manusia, Allah harus menjadi manusia terlebih dahulu? Jawabannya: YA. Itu cara yang paling baik. Itu adalah rancangan Allah dan bukan rancangan manusia. “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku,…Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu…firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yes 55:8-11). Kita tidak dapat memaksakan kehendak kita kepada kehendak Allah.

• Ibrani 2:17-18. “Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.”

Jika ada seorang anak kecil yang tiba-tiba jatuh ke dalam sumur berlumpur yang dalam, maka seorang anak kecil pasti tidk mampu menolongnya. Kata-kata anda pun tidak lagi bermanfaat baginya. Bahkan alat Bantu yang paling canggih sekalipun tidak ada faedahnya. Cara satu-satunya yang paling efektif ialah diri anda sendiri. Anda harus menceburkan diri ke dalam sumur itu sebab dia tidak dapat memegang kata-kata anda, tetapi dia butuh tangan anda. Bahkan manakala anak itu tidak lagi dapat memegang apa pun, maka anda yang harus memegang tangannya dan menarik dia dari sana. Anda harus turun ke dalam lumpur itu. Anda dapat mengangkat dan menggendongnya serta membawanya ke tempat yang aman. Kita ini lebih kecil dari seorang anak kecil, sering jatuh dan jatuh lag ke dalam lumpur yang kotor. Tuhan tahu bagaimana caranya menyelamatkan kita. Dia tidak mau menggunakan cara kunfayakun, bimsalabim, (seperti kebiasaan tukang sulap), atau apa pun namanya. Bahkan Dia tidak mempercayakan firmanNya kepada apa yang tidak kekal. Dia menyampaikan firmanNya kepada kita dengan menjadi sama dengan kita. Dan itu adalah cara yang paling tepat sesuai dengan kemanusiaan kita.


Bagaimanakah Dia menyelamatkan kita?

Melayani dengan kasih dan memberikan nyawaNya

• “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Matius 20:28)
• Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Mark 10:45)
• Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; (Yoh 10:11)
• “Sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. (Yoh 10:15)
• Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. (Yoh 10:17)
• Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. (Yoh 15:13)


Bangkit dari Mati dan Mengalahkan Maut

• Malaikat memberi kesaksian bahwa Yesus telah bangkit dan mendesak para murid untuk memberitakannya kepada orang lain. (Matius 28:7)
• Petrus menyampaikan bahwa Yesus telah bangkit dan dan menampakkan diri kepada para saksi dan bukan kepada bangsa-bangsa. Hal itu merupakan kehendak Allah. (Kisah Para Rasul 10:41)
• Petrus mewartakan bahwa Yesus adalah Mesias yang menderita dan bangkit dari antara orang mati. (Kisah Para Rasul 17:3)
• Yesus adalah Mesias yang menderita sengsara dan Ia adalah yang pertama bangkit dari antara orang mati dan memberitakan terang kepada bangsa-bangsa. (Kisah Para Rasul 26:23)
• Kristus telah bangkit dan tidak mati lag, maut tidak berkuasa lag atas Dia (Roma 6:9)
• Yesus menubuatkan bahwa Anak Manusia akan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga sesudah kematianNya (Markus 9:9, Yohanes 2:22)
• Yesus bangkit pada hari ke tiga sesudah kematianNya (Lukas 24:46)
• Yesus menampakkan diri sesudah kematianNya kepada para muridNya. (Yohanes 20:9, 21:14).
• Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. (Kol 1:18)
• Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. (II Tim 2:Cool
• …dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya. (Why 1:5)
• dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita. (Rom 1:4)
• Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. (Rom 6:4)
• Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. (Rom 6:5)
• Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. (rom 6:9)
• Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut (Ibr 2:14)

Dengan segenap hati kita berkata: “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. “ (1Petrus 1:3-5)

Jadi, seluruh uraian di atas memastikan bahwa Yesus menyatakan diriNya adalah Allah (yang menjadi manusia) dan karena Dia anda dan saya memiliki pengharapan akan keselamatan dan hidup yang kekal.


DREphantom15

Jumlah posting : 161
Join date : 11.06.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 :: Debat Islam :: Alquran

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik