Silahkan masukkan username dan password anda!
Login

Lupa password?

Latest topics
» Ada apa di balik serangan terhadap Muslim Burma?
by Dejjakh Sun Mar 29, 2015 9:56 am

» Diduga sekelompok muslim bersenjata menyerang umat kristen
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:30 am

» Sekitar 6.000 orang perempuan di Suriah diperkosa
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:19 am

» Muhammad mengaku kalau dirinya nabi palsu
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:53 pm

» Hina Islam dan Presiden, Satiris Mesir Ditangkap
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:50 pm

» Ratusan warga Eropa jihad di Suriah
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:48 pm

» Krisis Suriah, 6.000 tewas di bulan Maret
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:46 pm

» Kumpulan Hadis Aneh!!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:43 pm

» Jihad seksual ala islam!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:40 pm

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Akal Budi Islam on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of on your social bookmarking website

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Poll
Statistics
Total 40 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah tutunkasep

Total 1142 kiriman artikel dari user in 639 subjects
Top posting users this month

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 23 pada Sat Jun 04, 2016 11:25 pm

Menjawab tuduhan dan salah paham : BINCANG-BINCANG SOAL ISU : "YESUS TIDAK MATI DISALIB"

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Menjawab tuduhan dan salah paham : BINCANG-BINCANG SOAL ISU : "YESUS TIDAK MATI DISALIB"

Post  Kristen on Mon May 09, 2011 1:43 pm

* Qs 4:157-158
[157] dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
[158] Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana ... =157&t=ind

* Qs 3:54
Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. ... a=54&t=ind

Teman Muslim sering mencoba mengkoreksi Anda agar kembali sadar dari kesesatan :

"Isa itu tidak dibunuh, dan tidak disalib seperti yang kalian percayai. Ini adalah koreksi dari Allah bagi kalian. Yang disalib adalah seorang Isa-isa-an yang disamarkan Allah kepada orang-orang Yahudi. Sedangkan Isa yang asli telah diselamatkan oleh Allah dengan mengangkatnya ke Surga. Ketika orang-orang kafir berkomplot untuk menipu daya Isa, mereka malahan dibalas dengan tipu daya yang lebih canggih dari Allah"

Menghadapi 2 koreksi : Bahwa Isa tidak mati disalib, dan bahwa yang disalib itu bukan Isa, tetapi "Isa-isa-an" ; Apa yang dapat Anda tanggapi?

Aneh, untuk peristiwa yang sungguh dianggap sangat berbobot bagi para Muslim, ayat dalam Surat 4:157 itu diambil tanpa diulang di tempat lain manapun, melainkan diwahyukan secara solo, satu-satunya, totally isolated. Padahal bagi Muslim (tidak mesti bagi Qur'an) ayat ini dimaksudkan untuk mengkoreksi suatu kesalahan fatal dari sekian miliar umat manusia yang telah terlanjur sesat dan berpotensi masuk neraka!
Bandingkan betapa beda seriusnya satu ayat solo ini terhadap keseriusan Qur'an ketika mengulang-ulang ancaman akan siksaan api neraka dan laknat Allah. Itu diperingatkan berulang hingga 783 ayat! Atau rata-rata 1 ancaman laknat dan siksa neraka setiap ayat Qur'an.

Dengan ayat solo yang satu ini jelas bahwa Muslim tidak cukup mempunyai referensi untuk membela kebenaran koreksinya. Satu ayat dalam Qs 4:157 itu tidak membukti, jadi bagaimana mengkoreksi. Ia hanya melemparkan satu "asumsi". Karena itu pakar Islam harus merekontruksi pelbagai kisah dengan teori-teori kemunkinan ini dan itu. Ada yang menteorikan bahwa Isa-isa-an yang disalibkan itu adalah Yudas iskariot. Ada yang bilang itu Barabbas atau Simon dari Kirene. Sekte Ahmadiah mengklaim bahwa memang Isa-lah yang disalib, namun tidak sampai mati melainkan hanya pingsan saja, yang menjadi sembuh didalam kesejukan kubur batu, yang akhirnya keluar dan minggat ke Kashmir dan wafat disana dalam usia 120tahun setelah menikah dan hidup sejahtera…

Ayat dan dongeng yang mengikutinya bisa menjadi mitos, namun segera berbalik menjadi salah satu ayat yang paling bermasalah dari seluruh Qur'an jikalau mereka mau sedikit saja menelusurinya. Tanganilah isu ini dengan bijak. Lakukanlah cara "warming up" dan bertanya dari kejauhan :
"Kami melihat Qur'an hanya menolak kematian Isa dalam satu ayat, namun sebaliknya banyak ayat Qur'an justru mencatat kematian Isa, seperti dalam Qs 5:117 Qs 3:55 ; Qs 4:159. Dan dalam Qs 19:33 kematian dan bahkan kebangkitan Isa diakui Qur'an! Kita tidak bisa membayangkan ada kematian atau kebangkitan terjadi di Surga. Maka kematian Isa dalam ayat ini pastilah sebuah kematian/kebangkitan historis dalam satu rangkaian siklus kehidupan di dunia:


Jadi, mengapa kalian bisa lebih yakin bahwa Isa tidak mati dibunuh?"
Dan mereka akan memberi alasan dari segi perlindungan Allah terhadap nabiNya. Mereka menolak penyaliban Isa karena beralasan bahwa Tuhan-pun pasti akan menolaknya juga. Isa adalah nabi yang amat suci dan dekat dengan Allah dan terjaga/terpelihara (maksum) didalamNya : Tidak mungkin Ia dibiarkan terhina, teraniaya dan terbantai begitu rupa oleh manusia bejat. Dan tidak mungkin Allah menunjukkan kelemahanNya dengan membiarkan pemaksaan keji ini oleh kaum najis…
Nah, dari apa yang mereka gambarkan ini, Anda menangkap bahwa kematian Isa yang mereka pikirkan adalah jenis kematian Martir bagi Allah. Teman Muslim memang tidak mengenal "Anak Domba Allah" dalam Kematian Kurban bagi pengikut-pengikutNya. Tidak sedikitpun mereka menafsirkan bahwa kematian Isa itu ada kaitannya dengan pengorbanan dan penebusan bagi dosa manusia.
Disini Anda dapat melemparkan pertanyaan pancingan Anda :


"Ya surat An-Nisaa 157 ini menegaskan (tanpa menjelaskan) bahwa Isa mati dalam kematian martir melawan musuh-musuh Allah. Sedangkan kematian Yesus Kristus seperti yang kami maksudkan adalah KEMATIAN-KURBAN. Apakah kalian bisa membedakan apa itu Kematian-Martir dan Kematian-Kurban?"
Mereka akan tergoda, dan mempersilahkan Anda untuk menjelaskannya dari perspektif Kristiani.

PENJELASAN KEMATIAN YESUS :

Pertama-tama jelaskan bahwa Kematian Martir itu adalah kematian yang mempertahankan kebenaran, dan bertahan terhadap pemaksaan dari musuh-musuh Allah hinga akhir hayatnya karena dibunuh. Kematian demi kebenaran ini merupakan akibat paksaan yang tidak bisa dihindari lagi kecuali menyangkal cinta-kasihnya kepada Allah dan kebenaranNya. Ia dibunuh dalam kemartiran dimana Allah-lah yang menjadi pusat pembaktiannya.

Kematian Kurban adalah berbeda dengan jenis kematian diatas. Kematian Kurban adalah seseorang merelakan jiwanya sendiri dikurbankan (masih bisa dihindari , tetapi ia merelakan) demi kasih yang begitu besar untuk menyelamatkan jiwa-jiwa orang yang dikasihinya. Inilah sebuah kematian "tukar-guling" yang merupakan "win-win solution" (semua pihak diuntungkan) demi menebus kematian para kekasihnya.

Jenis kematian Kurban ini, total berlandaskan kasih, dan tidak diselewengkan dengan dalil-dalil manusia yang melekatkan kebencian dan dendam atas nama Tuhan atau "perjuangan" :

* 1 Korintus 13:3
LAI TB, Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.
KJV, And though I bestow all my goods to feed the poor, and though I give my body to be burned, and have not charity, it profiteth me nothing.
TR, και εαν ψωμισω παντα τα υπαρχοντα μου και εαν παραδω το σωμα μου ινα καυθησωμαι αγαπην δε μη εχω ουδεν ωφελουμαι
Translit, kai ean psômisô panta ta huparkhonta mou kai ean paradô to sôma mou hina kauthêsômai agapên de mê ekhô ouden ôpheloumai

* Yakobus 1:20
LAI TB, sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
KJV, For the wrath of man worketh not the righteousness of God.
TR, οργη γαρ ανδρος δικαιοσυνην θεου ου κατεργαζεται
Translit, orgê gar andros dikaiosunên theou ou katergazetai

Qur'an tampaknya tidak mengenal kematian kurban, dari situlah dapat kita pahami seringkali kita mendapat pertanyaan-pertanyaan atau bahkan serangan-serangan yang memojokkan, tuduhan bahwa Yesus tidak mungkin mati disalib. Namun jika Anda jeli sesungguhnya Qs 19:33 tersurat nubuat Isa akan kematian kurban bagi dirinya dan kebangkitannya. Yaitu Isa bahkan akan tetap menemui kesejahteraan (perfect peace) pada hari ia wafat, karena ia merelakan kematiannya dalam damai-sejahtera yang sejati.

Untuk melukiskan ujud kematian-kurban kepada teman Muslim, Anda dapat memperluhatkan keseluruhan perikop Alkitab HAMBA TUHAN yang MENDERITA dalam Yesaya 52:13 dst Yesaya 53:1-12. Disitu telah dinubuatkan sejak awal. Ia yang "hamba" akan menderita, dihina, dianiaya dan mati sebagai korban tebusan bagi umat yang seharusnya dihukum mati karena dosa-dosanya :
* Yesaya 52:13- Hamba TUHAN yang menderita
52:13 Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
52:14 Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia -- begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi --
52:15 demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.

53:1 Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
53:2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya.
53:3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.
53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
53:6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
53:8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
53:9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
53:10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
53:11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
53:12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Yesus Kristus sendiri berkata :

* Lukas 24:26
LAI TB, Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?
KJV, Ought not Christ to have suffered these things, and to enter into his glory?
TR, ουχι ταυτα εδει παθειν τον χριστον και εισελθειν εις την δοξαν αυτου
Translit, oukhi tauta edei pathein ton khriston kai eiselthein eis tên doxan autou


Jadi, berlainan dengan martir, kematian Yesus ini tidak ada hubungannya dengan emosi, kebencian atau karena iming-iming mendapat upah surgawi melainkan justru bertujuan membayar harga tebusan yang dapat langsung menyelamatkan jiwa umatNya. Dan kematian-kurban ini dinyatakan dalam perkataan Yesus sendiri :

* Yohanes 10:11,17-18
10:11 LAI TB, Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya
KJV, I am the good shepherd: the good shepherd giveth his life for the sheep.
TR, εγω ειμι ο ποιμην ο καλος ο ποιμην ο καλος την ψυχην αυτου τιθησιν υπερ των προβατων
Translit interlinear, egô {Aku} eimi {Adalah} ho poimên {Gembala} ho {yang} kalos {Naik} ho poimên {Gembala} ho {yang} kalos {baik} tên psukhên {nyawa} autou {-Nya} tithêsin {menyerahkan} huper {bagi} tôn probatôn {domba-domba}

10:17 LAI TB, Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
KJV, Therefore doth my Father love me, because I lay down my life, that I might take it again.
TR, δια τουτο ο πατηρ με αγαπα οτι εγω τιθημι την ψυχην μου ινα παλιν λαβω αυτην
Translit interlinear, dia touto {karena itu} ho patêr {Bapa} me agapa {mengasihi} hoti {karena} egô {Aku} tithêmi {menyerahkan} tên psukhên {nyawa} mou {-Ku} hina {supaya} palin {kembali} labô {Aku menerima} autên {-nya}

10:18 LAI TB, Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.
KJV, No man taketh it from me, but I lay it down of myself. I have power to lay it down, and I have power to take it again. This commandment have I received of my Father.
TR, ουδεις αιρει αυτην απ εμου αλλ εγω τιθημι αυτην απ εμαυτου εξουσιαν εχω θειναι αυτην και εξουσιαν εχω παλιν λαβειν αυτην ταυτην την εντολην ελαβον παρα του πατρος μου
Translit interlinear, oudeis {tidak satupun} airei {mengambil} autên {-nya} ap {dari} emou {-Ku} all {melainkan} egô {Aku} tithêmi {menyerahkan} autên {-nya} ap {dari} emautou {(kehendak)-Ku sendiri} exousian {kuasa} ekhô {Aku mempunyai} theinai {untuk menyerahkan} autên {-nya} kai {dan} exousian {kuasa} ekhô {Aku mempunyai} palin {kembali} labein {untuk mengambil} autên {-nya} tautên {ini} tên entolên {perintah} elabon {Aku terima} para {dari} tou patros {Bapa} mou {-Ku}



I. KISAH PARA NABI SEGALA ZAMAN VS AL~QUR'AN

* Qs 4:157
dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. ... =157&t=ind

Jika Qur'an hanya mampu menyangkal kematian Yesus dengan 1 ayat yang bersifat klaim seperti diatas, tanpa bukti dan saksi, maka tidak demikian halnya dengan Alkitab. Pembuktian akan kebenaran kematian Yesus Kristus serta kebangkitannya tidak terkira kokohNya, internal maupun external. Itu sudah banyak sekali ditulis oleh para ahli tanpa ada sanggahan yang layak. Dan bukti yang akan kita kupas dibawah ini akan menambah extra, yang akan memberi perspektif baru kepada saudara Muslim yang mempersoalkan kematian dan kebangkitan Yesus. Sebab kematian-kurban memang exist bagi Mesias, dan itu bukan bikinan atau diada-adakan oleh manusia. Ia sungguh telah dijanjikan Allah dari Firman yang keluar dari mulutNya dan/atau dari tanganNya sendiri dan diteruskan turun-temurun sejak manusia-pertama!.
Lihat, Adam dan Hawa dikala itu masih dalam kenaifan budaya alam flora dan fauna. Keduanya tentu tidak bisa memahami apa itu "kematian kurban". Maka, Tuhan harus mengkomunikasikannya secara bertahap dalam konsepsi, dengan ilustrasi, dan "perlambangan darah" yang harus ditumpahkan sebagai kurban penebus dosa. Dan sejak itu, Tuhan terus berjanji kepada manusia akan hal-hal yang sama dari zaman-ke-zaman lewat nabi-nabiNya.

1. Kisah zaman Adam

Simaklah kitab Kejadian 3:15 dimana Allah berkata kepada iblis dalam ungkapan yang visioner, dan karenanya harus dipahami secara visioner pula :

* Kejadian 3:15
LAI TB, Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.
KJV, And I will put enmity between thee and the woman, and between thy seed and her seed; it shall bruise thy head, and thou shalt bruise his heel.
Hebrew,
וְאֵיבָה ׀ אָשִׁית בֵּֽינְךָ וּבֵין הָֽאִשָּׁה וּבֵין זַרְעֲךָ וּבֵין זַרְעָהּ הוּא יְשׁוּפְךָ רֹאשׁ וְאַתָּה תְּשׁוּפֶנּוּ עָקֵֽב׃ ס
Translit, VE'EIVAH 'ASYIT BENKHA UVE'IN HAISYAH UVE'IN ZARAKHA UVE'IN ZARAH HU YESYUFKHA ROSY VE'ATAH TESYUFENU 'AQEV

Keturunannya (akhirnya Yesus), akan meremukkan kepalamu (mengalahkan total), dan engkau akan meremukan tumitnya (melukainya).

Tampak sejak awal di Taman Eden, kepada Adam dan Hawa, telah dijanjikan Allah akan datangnya satu sosok Mesias yang akan menyelamatkan keturunannya dengan mengalahkan kuasa iblis (meremukkan kepalanya), namun dengan pengorbanan fisiknya (berdarah, remuk tumitnya). Ini adalah janji besar dari mulut Allah sendiri, janji ini sayangnya tidak ditemukan dalam Qur'an.

Tidak cukup janji di mulut, Tuhan masih melanjutkannya dengan ujud-tindakan, yang tentu masih bersifat perlambangan visioner yang jauh ke depan. Hal tersebut bisa kita temukan pada ayat ke 21 :

* Kejadian 3:21
LAI TB, [color=green]Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka
KJV, Unto Adam also and to his wife did the LORD God make coats of skins, and clothed them
Hebrew,
וַיַּעַשׂ יְהוָה אֱלֹהִים לְאָדָם וּלְאִשְׁתֹּו כָּתְנֹות עֹור וַיַּלְבִּשֵֽׁם׃ פ
Translit, VAYA'ASYO YEHOVAH 'ELOHIM LE'ADAM 'ULEISYITO KATNOT 'OR VAYALBISYEM

Tampak bahwa Allah melakukan sebuah penganugerahan kasih kepada Adam dan hawa dengan membuatkan cawat kulit binatang untuk menutupi ketelanjangan (dosa) mereka. Allah sendirilah yang berinisiatif menggantikan cawat daun-daunan yang dibuat oleh Adam dan Hawa bagi diri mereka (Kejadian 15:7), dikala Ia baru "terluka hatiNya" oleh dosa pelanggaran Adam! Bukankah itu meripakan suatu demonstrasi kasih Tuhan yang luar biasa besar?.

Allah tidak berkenan dengan cawat dari daun itu, karena hal yang amat prinsip. Cawat daun "made-in Adam-Hawa" itu tidak absah dimata Tuhan karena itu lambang usaha diri manusia untuk menutupi ketelanjangan dosa mereka.
Manusia tidak bisa mengusahakannya, dengan amal apapun! Keadilan dan kekudusan Tuhan tidak membiarkan suatu dosa/kejahatan untuk dihapus oleh 1000 pahala. Satu kejahatan perkosaan misalnya, tetap harus dihukum, sekalipun si pemerkosa telah mendermakan bangunan 1000 rumah ibadah!

Cawat daun-daun penutup itu hanya maya, khayalan manusia yang tidak bertahan dan sia-sia. Hanya cawat kulit "made-in Tuhan" yang secara hakiki mampu menutup/ menebus dosa manusia!
Perhatikan, bahwa Qur'an sesungguhnya juga berbicara tentang cawat made-in Adam "Lalu keduanya memakan (buah pohon itu) maka kelihatanlah auratnya. Dan keduanya mulai menutupi dari daun-daun surga" (Qs 20:121). Namun entah mengapa Qur'an mengosongkan apa yang justru jauh lebih essensial dari daun, yaitu "cawat kulit made-in Tuhan".

Yang menjadi pertanyaan yang tak terhidari : "Apakah Alkitab ataukah Al~Qur'an yang mewahyukan berita yang asli?". Mungkinkah tentang ‘cawat made-in Tuhan’ ini sengaja dipalsukan (ditambahkan) kepada Alkitab sejak ribuan tahun sebelum Muhammad, ataukah Qur’an yang sengaja mengosongkannya dengan alasan “mengkoreksinya”? Agaknya salah satu harus siap divonis sebagai keliru: yang "menambahi" atau yang "mengosongi".

Kulit binatang muncul dari penyembelihan binatang. Ada kematian berdarah disini yang diperkenalkan Tuhan untuk pertama kalinya, sebagai suatu simbol "korban-darah" untuk "cawat penutup dosa".
Korban darah binatang ini telah memvisualisasikan sebuah analogi konsep kematian & penebusan yang dirancang Tuhan demi menyelamatkan Adam-Hawa serta keturunannya.

Hukum Musa berkata "Nyawa makhluk ada dalam darahnya… dan tanpa penumpahan daran (korban) tak ada pengampunan" (Imamat 17:11, Ibrani 9:22). Sebab penutupan/ penghapusan dosa manusia tidak bisa dilakukan oleh "cawat daun usaha sendiri manusia" melainkan hanya oleh kasih-karunia Tuhan lewat kematian Sang Mesias sebagai korban penebusan.

2. Kisah di zaman Abraham

Kisah dari pengorbanan anak Abraham yang berakhir dengan penebusan kematiannya melalui seekor domba jantan, dicatat dengan lurus dalam Kejadian 22:8 dan 13
"Tuhan yang akan menyediakan
anak domba untuk korban bakaran bagiNya"
"Abraham memanggil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai
korban bakaran pengganti anaknya"

Sama dengan absen-nya identitas Isa gadungan di kayu salib, disini Qur'an kembali tidak menjelaskan siapa anak Abraham itu, dan lebih gawat lagi, mengosongkan apa makna hakiki dari kisah yang dasyat ini!.
Bagaimana duduk perkaranya?. Ya, mungkinkah Tuhan mendadak menyuruh seorang bapak yang sangat saleh untuk membunuh anaknya? Dosa apakah yang dilakukan si-anak sehingga ia layak dibunuh?. Ada apakah dibalik teka-teki yang misterius bahkan tak masuk akal ini?, menguji iman-kah? Oke, Tetapi tentu Tuhan tidak kehabisan cara menguji sehingga harus terpaksa memilih cara yang melawan hukumNya?.
Tuhan sendiri telah melarang pembunuhan dan pengorbanan darah anak (yang sering dilakukan orang kafir (Imamat 18:21), mungkinkah Tuhan tiba-tiba justru menyuruh Abraham untuk berbalik membunuh? Dalam sebuah pembunuhan keluarga nabi?.

Banyak teman-teman Muslim beranggapan bahwa kisah ini hanya menyangkut ujian kepada Ibrahim, dengan anggapan yang hanya sebatas demikian. Mereka tidak mampu menghilangkan antagonisme yang dimunculkan Tuhan. Mereka belum menyadari bahwa itu adalah suatu penggambaran dasyat akan sebuah konsep penebusan yang dijanjikan Tuhan bagi manusia, yang diperagakan lewat sebuah tamsil dimana sang kurban (anak-domba) perlu dibunuh demi menebus sang anak (anak Abraham) demi keadilanNya. Tuhan memang mengharuskan semua orang yang berdosa dihukum mati (Roma 6 : 23). Dan orang-orang berdosa itu diibaratkan sebagai anak-Abraham yang harus disembelih, tetapi diselamatkan Tuhan dengan tebusan Anak Domba Allah yaitu Tuhan Yesus Kristus . Agar perlambangannya tidak salah, maka Nabi Yahya (Yohanes pembabtis) diutus untuk mengkonfirmasikan hal tersebut ketika Yesus secara fisik datang menghampirinya :

* Yohanes 1:29
LAI TB, Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."
KJV, The next day John seeth Jesus coming unto him, and saith, Behold the Lamb of God, which taketh away the sin of the world.
TR, τη επαυριον βλεπει ο ιωαννης τον ιησουν ερχομενον προς αυτον και λεγει ιδε ο αμνος του θεου ο αιρων την αμαρτιαν του κοσμου
Translit interlinear, tê epaurion {pada hari yang berikut} blepei {ia melihat} iôannês {Yohanes} ton iêsoun {Yesus} erkhomenon {datang} pros {kepada} auton {dia} kai {dan} legei {berkata} ide {inilah} ho amnos {Anak Domba} tou theou {Allah} ho airôn {yang menanggung/ menyingkirkan} tên hamartian {dosa} tou kosmou {dunia}

Sesungguhnya konsep penebusan ini sudah dilukiskan juga dalam Qs 37:107 dengan penggambaran yang sesuai, yaitu satu "kurban yang besar/agung" bagi tebusan sang anak! Namun kejelasan konsep ini terhalang oleh terjemahan/ tafsiran yang apriori menjuruskan makna "kurban" itu kepada pengertian yang amat sempit, dipatok menjadi "seekor binatang sembelihan", padahal wahyu aslinya sama-sekali tidak memuat teks kata-kata seperti itu.

Bandingkan dengan kritis sejumlah terjemahan berikut ini :

• "Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar" (terjemahan depag)

• "Dan Kami menebusnya dengan sembelihan yang besar" (terjemahan Disbintalad)

• "We ransomed his son with a noble sacrifice" (satu/ sebuah kurban agung/ mulia, terjemahan NJ. Dawood)

• "And We ransomed him with a mighty sacrifice" (sebuah kurban perkasa, terjemahan Arberry)

• "Then We ransomed him with a tremendous victim" (sebuah kurban yang dasyat, terjemahan Mohammed Pickthall)

• "An we ransomed him with a great sacrifice" (kurban yang besar/hebat, terjemahan Yusuf Ali).

Itu adalah gambaran sebuah konsep penebusan, yang datang secara vertical dari atas ke bawah (dari Tuhan bagi anak-anakNya), dengan korban yang amat besar nilainya (dasyat). Sedemikian besar korban itu sehingga pewahyuan Qur’an sengaja memakai kata Asli yang sama dengan satu diantara 99 nama/ asma Allah, yaitu Al-Azhim (Yang Maha Agung) :

"Wa fa dainaahu bi dzibhin 'azhiim" (Qs 37:107)

Jadi konteks dan makna kisah dan ayat-ayat tersebut sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan pemberian sedekahan dari manusia bagi sesamanya (yang bersifat horizontal) pada hari raya Kurban/Haji. Tuhan sendiri secara “vertical dari atas” yang menyediakan (meng-anugerahkan) tebusan keselamatanNya kepada manusia, dan bukan manusia Abraham yang mengusahakannya (kembali sama dengan analogi penebusan dari "cawat kulit" made-in Tuhan: Sebuah anugerah, bukan cawat daun yang diusahalan Adam).

Teman-teman Muslim akan mendapat pencerahan apabila bertanya 3 hal sederhana berikut ini :

(a) Apa perlunya sang-anak itu disebut oleh Tuhan?

Bila Tuhan hanya ingin menguji iman Ibrahim (yang toh sudah diketahuiNya), Allah cukup melepaskan anaknya tanpa usah tebusan kurban. Ujian iman telah berakhir pada waktu malaikat berseru kepada Ibrahim "STOP, jangan bunuh anakmu"

(b) Dan Mengapa Tuhan memerlukan kematian kurban?

Pakar Islam sulit menjawabnya dari sumber Qur'an, kecuali mendalilkannya secara logis tanpa dapat membuyarkan antagonisme dan misteri inti :

"Mengapa Allah sampai memilih memerintahkan sebuah pembunuhan keluarga nabi?"

Itulah kematian kurban, ini adalah gambaran analogis dari kematian seorang AL-MASIH, yang diperlukan sebagai KURBAN-PENEBUS (untuk mengganti) kematian yang harus dikenakan kepada setiap manusia (karena semua manusia itu berdosa). Sebab Hukum Keadilan Tuhan tetap berkata tanpa pandang bulu bahwa setiap manusia berdosa harus dihukum mati (Roma 6:23); Namun HUKUM KASIH dari Tuhan kini dapat berkata "Anak Manusia memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Matius 20:28 ).

Teologi Islam tidak berdaya menjawab pertanyaan, bagaimanakah Allah SWT itu dapat Maha Adil (yang harus menghukum), padahal Ia juga Maha Kasih (yang akan mengampuni)?. DaDapatkah Allah mengampuni seseorang tanpa memperkosa hakekat diriNya yang Maha Adil?

Ketika Tuhan tidak menghukum karena kasihNya, Tuhan menjadi non-Adil; dan ketika menghukum karena AdilNya, Tuhan menjadi non-Kasih. Ketegangan (kontradiksi) ini hanya mungkin direkonsiliasikan dalam kematian-kurban sebagai Penebus – pembayar harga kematian – yang mempertemukan Keadilan Tuhan dengan kasih Tuhan. Kini, Ia tetap Maha Adil ketika mengampuni dalam kasihNya, karena Tuhan sendiri telah membayar harga keadilan itu lewat kematian Al-Masih, Kalimatullah yang diinkarnasikan kedalam dunia!.]

(c) Dan bila tebusan bagi sang-anak, mengapa si-penebus (binatang) justru dianggap bernilai sangat “agung-mulia” ketimbang yang ditebusnya (manusia)?.

Tidak ada jawaban selain 2 kemungkinan :
Pertama, kalau kita rela dibohongi dengan pelbagai terjemahan/tafsiran yang tidak lurus.
Kedua, kecuali si-penebus itu adalah benar Sang-penebus!

Itulah kematian-kurban yang benar-benar dasyat, mulia, agung, perkasa, pemenang, seperti yang kita bicarakan dimuka. Sebab seberapakah besar dan dasyatnya kurban kita, jikalau itu hanya terbatas pada pemberian sedekah di hari-raya?
Kurban semacam ini tidak mempunyai nilai-tebusan (atoning value), kecuali nilai sosial religi.

3. KISAH DI ZAMAN MUSA

Rupa-rupanya kisah Taurat tentang konfrontasi Musa melawan Firaun adalah topik favorit yang dicatat di Qur’an. Begitu favoritnya sehingga Qur’an berlulang-ulang hingga 27kali!. Meski demikian, tidak sekalipun didalamnya dicatat peristiwa yang paling inti dari kisah keluaran dari Taurat Musa ini, yaitu kisah Paskah!. Padahal perayaan Paskah adalah event yang paling bersejarah, menyentuh dan heroik bagi setiap orang Yahudi, yang dijadikan legenda untuk dikisahkan kepada anak-cucu Yahudi turun-temurun. Lebih dari itu Paskah wajib dirayakan setiap tahunnya, dengan segala tata cara perjamuan yang dibakukan!. Dengan absent-nya kisah Paskah dalam pewahyuan Qur'an, tidak heran bahwa orang-orang Yahudi di Mekkah atau Medina tidak dapat mengakui Muhammad sebagai nabi utusan Tuhan. Sebab bagi mereka, mustahil Allahnya Muhammad ini sampai 27kali lupa mengkisahkan inti kisah Keluaran dalam 27kali pewahyuanNya tentang perseteruan Musa dengan Firaun!. Padahal Tuhan sendirilah yang memerintahkan kisah ini agar tertanam dalam ingatan turun temurun dalam Perayaan perjamuan Paskah setiap Tahun!

Seperti diketahui, kisah Paskah mulai dengan tulah yang ke-10 (dan Qur'an hanya mencatat total 9 tulah), dimana Tuhan mendatangkan malapetaka terbesar dengan mengirimkan malaikat kematian untuk mencabut nyawa anak-sulung dari setiap keluarga yang pintu rumahnya tidak diperciki darah domba!

Allah berkata :

"Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat". Itu dalah vonis kematian yang dilewatkan Tuhan (luput) bagi rumah yang bertanda darah kurban (Keluaran 12:13). Kisah lengkapnya, silahkan baca di Kitab Keluaran pasal 11 dan 12.

Dan Alkitab menjelaskan kepada kikta bahwa "semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang" (Kolose 2:17), yaitu janji penebusan malalui darah Yesus Kristus.

4. KISAH DI ZAMAN DAUD

Kita bisa menanyakan kepada teman-teman Muslim, apa yang mereka ketahui mengenai Kitab Zabur (Mazmur) yang harus diimaninya. Qur'an memang mencatat Daud membunuh Jalut (Daud vs Goliat) tanpa menerangkan kejadiannya. Juga menyebutkan bahwa karunia-karunia yang diberikan Allah kepada Daud, termasuk suara merdu dan pandai bertasbih hingga besi-besipun menjadi lunak dibuatnya. Tetapi apakah ini isi kitab Zabur yang Islami? Yang Allah turunkan kepada Daud, dengan maksud untuk diimani umatnya?. Tetapi apa relevansinya Zabur yang harus diimani, bila janji dan ajaran Allah yang diturunkan lewat nabi Daud itu praktis tidak dikenal oleh Muslim?

Kitab Mazmur telah berumur sangat tua, diteruskan hingga ke zaman Yesus dan murid-muridNya, yang Ia sendiri sering mengutipnya. Diteruskan lagi hingga ke zamannya Muhammad dan selanjutnya tidak ada yang berubah atau menggantikan teks-nya.
Kitab Mazmur tidak berisi kisah perang Daud vs Goliat seperti yang diangap teman-teman Muslim, itu ada dikitab lainnya, Kitab Nabi Samuel. Tetapi Mazmur yang berisi 150pasal, adalah kumpulan mazmur doa dan permuhonan, pujian dan nyanyian ucapan syukur, ratapan dan pengakuan dosa, mazmur hikmah dan pengajaran dan lainnya, serta mazmur Mesias dengan makna nubuat!.

Tanpa kesadaran akan apa yang terucap dari mulutnya, namun Roh Tuhan telah menuntun Daud bernubuat rinci segala pernik kejadian yang akan dijalani oleh seorang mesias yang akan disalibkan demi membebaskan umatNya. Mesias ini akan megalami penghinaan, penganiayaan, "penusukan di tangan dan kaki" (istilah nubuat Daud untuk penyaliban), dan mengalami kematian dan ditinggal oleh Roh Tuhan, namun juga mengalami kebangkitannya dari kematian!
Semuanya itu secara ajaib tergenapi oleh Yesus Sang Mesias 1000tahun sesudahnya (lihat Mazmur pasal 2, kemudian pasal 8, 16, 40, 41, 45, 68, 69, 89, 102, 110, 118 ) khususnya di

* Mazmur 22:2,7,8,17,19)
22:2 Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.
22:7 Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak.
22:8 Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya:
22:17 Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku.
22:19 Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.


Bahkan teriakan ungkapan-kematian Yesus diatas kayu salibpun, terhadi persis seperti yang telah dinubuatkn oleh daud "ÊLI ÊLI LAMA SABAKHTHANI?".
Itu adalah suatu pelukisan kematian-kurban yang tidak terhapuskan oleh klaim dan koreksi dari ayat Kitab Suci manapun! Akhirnya, Tuhan konsekwen menyerukan model penghakiman yang berlandaskan analogi-penebusan :

Mazmur 50:5
LAI TB, Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!
KJV, Gather my saints together unto me; those that have made a covenant with me by sacrifice.
Hebrew,
אִסְפוּ־לִי חֲסִידָי כֹּרְתֵי בְרִיתִי עֲלֵי־זָֽבַח׃
Translit, ISFU-LI KHASIDAI KORTEI VERITI ALEI-ZAVAKH

5. KISAH DI ZAMAN YESAYA

Ada satu kabar baik bagi teman-teman Muslim yang belum tahu akan sosok Nabi Yesaya yang pernah hidup 700tahun sM. Tuhan “menurunkan” kepadanya sebuah kitab yang paling terkenal dengan nubuat-nubuat yang terbukti benar. Bahkan apda awal mula pelayanan Yesus, kitab inilah yang dibacakan Yesus di sebuah Rumah-Ibadah. Disitu Yesus memilih membaca Yesaya pasal 61 dimana terdapat ayat-ayat istimewa yang menubuatkan tentang diriNya!. Nas ayat itupun dibenarkanNya secara langsung bagi diriNya, bukan bagi orang lain :

* Lukas 4:16-21
4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
4:17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
4:18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
4:19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
4:20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
4:21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."

Hal tersebut sekaligus menggugurkan klaim Muhammad bahwa namanyalah yang ada tertulis dalam Taurat dan Injil (Qs 7:157). Keistimewaan Kitab Yesaya ini bertambah, ketika dunia sempat dikagetkan pada thaun 1947 dengan enemuan utuh dari salinan naskah kuno Kitab Yesaya dalam gulungan naskah Dead Sea Scrolls di Qumran, yang berpenanggalan sekitar 150tahun sM!.

Maka, naskah yang begitu kuno ini segera dipakai untuk men-test kalau-kalau ada kesalahan salinan atau bahkan pemalsuan pada salinan kitab Yesaya yang sudah kita punyai selama ini. Ternyata penemuan ini saling bersesuaian dan membernarkan keontetikan teks yang telah ada!. Tak ada tangan-tangan usil yang menjahili teks Alkitab seperti yang dituduh.

Selain pasal 61 yang ayatnya sempat dibacakan oleh Yesus, juga ditemukan gulungan kitab Yesaya pasal 53, yang secara paradoxal mencatat berbagai janji dan nubuat Tuhan tentang seorang Hamba yang menderita sampai mati, namun menjadi pendamai dan penyelamat bagi umat manusia yang jahat. Hamba ini bahkan tercatat akan bangkit kebali dengan segala "hadiah" kemenanganNya! Kedengarannya seperti tidak masuk akal, itulah sebabnya pewahyuannya dimulai dengan bahasa skeptis "siapakah yang percaya berita (wahyu) yang kami dengar..?" (Yesaya 53:1)

Disini kita persingkat jumlah pembuktiannya dengan cukup mengutip 3 ayat saja :

* Yesaya 53:5,9-10
53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
53:9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
53:10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan (tumitnya*) dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya

bandingkan dengan Kejadian 3:15 :

LAI TB, Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.
KJV, And I will put enmity between thee and the woman, and between thy seed and her seed; it shall bruise thy head, and thou shalt bruise his heel.
Hebrew,
וְאֵיבָה ׀ אָשִׁית בֵּֽינְךָ וּבֵין הָֽאִשָּׁה וּבֵין זַרְעֲךָ וּבֵין זַרְעָהּ הוּא יְשׁוּפְךָ רֹאשׁ וְאַתָּה תְּשׁוּפֶנּוּ עָקֵֽב׃ ס
Translit, VE'EIVAH ASYIT BENKHA UVE'IN HAISYAH UVEIN ZARAKHA UVE'IN ZARAH HU YESYUFKHA ROSY VE'ATAH TESYUFENU 'AQEV

Semua "kemustahilan" teks nabi Yesaya yang rumit yang digaris-bawahi ini terbukti benar pada kehidupan dan kematian Yesus 700-an tahun kemudian!. Naskah tua Qumran dari 7.5 abad sebelum Muhammad sengaja dipakai Tuhan di Abad ke-20 untuk sekali-lagi membenarkan nubuat Yesaya tentang kematian kurban seorang Mesias. Bila begitu dasyatnya kebenaran yang satu ini, alasan apa dan untuk apa kita harus mati-matian menafikannya?

6. KISAH DI ZAMAN NABI YAHYA (YOHANES PEMBABTIS)

Ada 6 pertanyaan dasar dan penting, ditujukan kepada teman-teman Muslim yang mengkritisi Alkitab :

(a) Adakah mereka pernah berpikir sejenak apa peran Nabi Yahya seutuhnya dalam versi Qur’an?

(b) Mengapa Nabi itu ditempatkan Tuhan sekurun-zaman dan seladang-pelayanan dengan Yesus, yang sama-sama menyampaikan Firman Tuhan dan mendapatkan para pengikutnya yang berbeda?

(c) Bergunakah misi kenabian Nabi Yahya (atau Yesus) ditengah-tengah kenabian Yesus (ayau Yahya)?. Apakah misi keduanya tidak mampu disedot dan diemban satu nabi saja?

(d) Apakah Tuhan begitu tidak efisien kerjaNya sehingga harus mengutus 2 Nabi besar sekaligus dalam kurun angkatan yang sama, sekaligus keduanya menuai kematian secara sia-sia dan terkesan kalah terhadap musuh-musuh Tuhan (versi opini Muslim)?

(e) Bila versi Qur’an sebaliknya dari kesan-kesan ini, bagaimana caranya menerapkan dari sumber-sumber Islam sendiri bahwa misi kenabian Isa dan Yahya itu berkemenangan kedua-duanya?

(f) Bagaimana menafsir Islam menggambarkan peran Jibril, yang harus membagi dirinya diantara diri Isa (yang selalu diperkuat Jibril) dan diri Yahya (yang bersama-sama Isa harus meneruskan wahyu Jibril kepada angkatan yang sama). Dapatkah Jibril maha-ada, di Isa dan di yahya pada saat yang sama?.

Tidak mudah bagi teman-teman Muslim mana-saja untuk menjawab pertanyaan dasariah diatas. Mengapa? Karena Qur'an justru mengosongkan 2 kesaksian penting untuk apa nabi yahya diutus khusus sekurun waktu dan sepelayanan dengan Yesus! (lihat dibawah ini).

Namun Alkitab tidak mempunyai kesulitan sedikitpun untuk menjawab misteri diatas. Juatru kehadiran Yohanes yang sekurun waktu dengan Yesus merupakan pertanda Tuhan akan betapa maha-penting dan vitalnya sosok pelayanan Yesus sehingga perlu didampingkan tambahan satu nabi besar lainnya.

Seperti yang diakui Nabi Yahya (Yohanes Pembabtis) sendiri bahwa ia bukan Mesias namun diutus mendahuluiNya untuk menjadi corong suara yang meluruskan dan mempersiapkan jalan bagi pengenalan jati-diri Yesus Sang Mesias dan misiNya : "Ditengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal"

Rasul Yohanes memperkenalkan Sang Mesias lewat pewahyuan yang paling unik (Yohanes pasal 1).
[Disini, bukan Jibril membagi dirinya diantara diri Isa dan Yahya (yang sama-sama harus menyampaikan wahyu Jibril kepada angkatan yang sama), melainkan Roh Kudus]

Dengan peran khusus Nabi Yahya (Yohanes Pembabtis) dan posisi sentralnya yang dinyatakan sebagai nabi terbesar (Yohanes 7:26), sedikitnya itu berarti bahwa dialah bukti dan saksi Ilahi yang paling tinggi di dunia ini bagi Yesus sebagai Mesias. Maksudnya, ia diberi hak istimewa oleh Tuhan untuk mengidentifikasi jati-diri Sang Mesias dengan tanda-ilahi(!) yaitu Roh Kudus (seperti merpati) yang terlihat turun kepada sosok-fisiknya Yesus Sang Mesias. Dengan demikian, Yohanes menjadi saksi mata yang paling shahih, dekat dan langsung “menunjuk hidung” ke sosok Mesias, tanpa usah khawatir akan kesalahan dan kekeliruan sosok akibat rentang generasi dimuka (seperti halnya dengan nabi-nabi lainnya) baru kemudian bisa dicocok-cocokkan lagi nubuatnya oleh gererasi belakang dengan memberi peluang tafsiran yang bisa salah sosok. Yohanes sebagai penunjuk-hidung yang paling absah, memberi 2 kesaksian yang penting bagi kemanusiaan dalam :


Satu, "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya (Yesus). ….aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah". (Yohanes 1:32-34)

Dua, "Lihatlah (Dia) Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia" (Yohanes 1:29)

Perhatikan dua kata-saksi langsung kepada Mesias. Right now and here "inilah" dan "lihatlah". Dua penyaksian yang berotoritas ini menunjukkan lurus kepada penyaliban Yesus sebagai Anak Allah yang menjadi kurban-tebusan bagi umat manusia.

7. Hardikan Yesus membuktikan Ia menjalani "kematian kurban"

Apakah maksud Yesus ketika Ia berkata dalam Perjamuan Malam TerakhirNya : "Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi" (Lukas 22:37). Itulah kenyataan seperti yang dikupas dalam 6 kisah-kisah diatas, yang seluruhnya merujuk kepada Yesus dalam kematian-kurbanNya! Bila pernyataan tersebut ditolak, maka Yesus tidak akan segan menghardik si penolah itu dengan kata-kata yang terkeras "Enyahlah iblis!"

Yesus menyebut "Enyahlah iblis!" tidak peduli orang tersebut adalah MuridNya sendiri, tidak peduli bahwa murid ini (atau orang-orang yang mengaku-ngeku menghormatiNya) sesungguhnya bermaksud baik karena tidak menginginkan suatu mati terkutuk disalib itu menimpa diriNya. Simaklah apa yang dilakukan Petrus sesungguhnya beritikat baik bagi Gurunya :

* Matius 16:21-23 PEMBERITAHUAN PERTAMA TENTANG PENDERITAAN DAN SYARAT-SYARAT MENGIKUT DIA
16:21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
16:22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
16:23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

Ya, bagi Yesus, menampik kematian-kurbanNya adalah menampik perjanjianNya yang paling awal, rancanganNya yang universal, dan karyaNya yang paling mahal yang dapat dibayarkanNya bagi umat manusia. Yesus berkata :

* Matius 26:28
LAI TB, Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.
KJV, For this is my blood of the new testament, which is shed for many for the remission of sins.
TR, τουτο γαρ εστιν το αιμα μου το της καινης διαθηκης το περι πολλων εκχυνομενον εις αφεσιν αμαρτιων
Translit, touto {inilah} gar {sebab} estin {adalah} to haima {darah} mou {-Ku} to tês kainês {yang baru} diathêkês {perjanjian} to {yang} peri {bagi} pollôn {banyak orang} ekkhunomenon {ditumpahkan} eis {untuk} aphesin {pengampunan} hamartiôn {dosa-dosa}


II. "NUBUAT ADIKODRATI" KEDEPAN VS "JEJAK KAKI" KEBELAKANG

Ucapan nubuat yang tercatat, sekali ia tergenapi, adalah merupakan bukti-adikodrati yang paling kokoh yang harus dipercaya. Nubuat – dan bukan mujizat – merupakan testing yang paling absah akan keberanarn suatu wahyu? Mengapa? Karena sekalipun nabi-nabi palsu bisa bermujizat ala kadar, namun tak ada satu makhlukpun yang tahu masa depan, apalagi mengontrol sejarah untuk memenuhi apa yang sudah diucapkan! Nasipnya masa depan hanya ada ditangan Tuhan! Itu sebabnya Tuhan sendiri menantang tuhan-tuhan selainnya untuk membuktikan “keilahian-diriNya” dengan cara bernubuat :

"Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang?" (Yesaya 44:7)

"Aku memberitahukannya kepadamu dari sejak dahulu; sebelum hal itu menjadi kenyataan, …. supaya jangan engkau berkata: Berhalaku (illah) yang melakukannya" (Yesaya 48:5).

Namun untuk hal yang penting ini bagi suatu kebenaran. Muslim malah membiasakan dirinya acuh dan asing terhadap nubuat. Qur'an praktis tidak berisi nubuat adikodrati kedepan, melainkan sebaliknya banyak didominasi dengan mengungkapkan kisah-kisah masa silam. Sebagai contoh saja ayat yang diperbincangkan disini Qs 4:157, adalah typikal pewahyuan ke masa silam yang terlambat munculnya, bukan nubuat kedepan yang harus dibuktikan dengan fakta-fakta masa depan.

Bagi kalangan Muslim, ayat diatas dianggap sebagai "wahyu koreksi" terhadap kasus penyalidan Isa yang terlanjur diterima secara keliru. Namun teman Muslim sering lupa bahwa sangkaan "keliru" itu justru pertama-tama harus diusutkan kepada "kelirunya" Allah sendiri dalam bertindak di abad pertama. Bukankah Allah dengan sengaja menipu-daya umat yang menyaksikan penyaliban Isa dengan seorang Isa-gadungan, bagi umat Israel?

Mari kikta saksikan apakah "pengkoreksian" demikian itu kokoh sebagai hukum pengkoreksi Tuhan, ataukah hanya sebuah klaim yang justru perlu "ditafsir-ulang"?.

(a) Absen-nya Novum (bukti)
Anda tidak akan memprotes suatu kasus yang telah berlalu 6 abad tanpa menyodorkan novum yang kuat dan absah (bukti silam yang baru ditemukan). Jadi "wahyu koreksi" atas penyaliban/kematian masa silam Isa, haruslah disertai novum yang dapat menafikan penyaliban, dan bukan dibenarkan dengan mengajukan klaim atau asumsi baru. Bila Anda tidak percaya nubuat yang tidak tergenapi kedepannya, bagaimana mungkin Anda malah percaya akan wahyu koreksi silam yang tanpa novum ini (padahal kasus yang sudah lewat selalu ada jejak bukti)?.

(b) Siapakah sosok Isa-isa-an yang diklaim Qur'an?

Sebab bilamana Allah perlu untuk menegaskan bahwa sosok itu BUKAN Isa, maka Allah setidaknya perlu (dan tentunya mudah) menegaskan SIAPA sosok penggantiNya! Keabsahan satu coin tidak dibentuk oleh satu sisi saja. Mengkoreksi sosok si-asli yang pergi (non-exist) terhadap si-gadungan yang tertinggal (exist) itu bukanlah sebuah koreksi jikalau yang exist itu justru tidak ditampilkan sebagai bukti, malahan juga turut dikosongkan. Apa yang mau dikoreksi jikalau kedua object yang dipersoalkan justru dikosongkan?

(c) Memulihkan suasana keraguan, atau menambahinya?

Suasana yang digambarkan dalam satu ayat Qur'an itu melebihi kekacauan manapun yang pernah diwahyukan. Lihat betapa bertubi-tubinya kata-kata kekacauan yang dilontarkan kesitu "…berselisih paham …benar-benar dalam keragu-raguan …tidak mempunyai keyalkinan …prasangka belakang …tidak (pula) yakin…" (Qs 4:157)

Sangat jelas Allah lewat ayat korektif ini bermaksud untuk memulihkan segala kekacauan ini. Namun dengan metode pengkoreksian Allah yang aneh (6 abad terlambat, ketiadaan jati-diri sosok, tipu daya), maka Allah sebenarnya tidak menepisi, melainkan mempertebal keraguan dan perselisihan yang ingin disingkirkan. Keraguan dapat ditepis dengan menambahi bukti, bukan "pengkoreksian" yang malah menambahi misteri.

(d) Dan siapa saksi-saksinya?

Siapa selain Allah yang dapat diajukan sebagai saksi atas permainan petak-umpet ini? Jibril? Maryam? Yahya? Serdadu Romawi yang meng-eksekusi? Isa sendiri? Tidak ada di kitab! Bila sebelumnya ada tercium tipu-daya ini, Isa bahkan akan memprotes kepada Allah. Karena hal itu melawan kodratnya yang kudus, selalu berkata benar. Kudus itu tidak mau dan tidak bisa bertipu-daya atau membiarkan dirinya menjadi bagian dan ajang dari tipu daya. Alkitab sama mengatakan "Ia (Yesus) tidak berbuat dosa, dan tipu daya tidak ada dimulutNya" (Qs 19:19 ; Qs 19:34; Yohanes 8:46; 1 Petrus 2:22).

Jadi, apa dan siapa yang telah dibuktikan dan dimantapkan oleh ayat pengkoreksi yang satu itu? Atau, apakah pembuktian korektif model ini dapat dijadikan jurisprudensi untuk mengkoreksi suatu perselisihan?


III. MUSTAHIL ADA WAHYU TUHAN YANG BOLEH KADALUARSA

Pewahyuan-silam ini, telah menempatkan murid-murid Isa, ibuNya dll. Semua menjadi korban, tertipu daya oleh cara Allah SWT yang menggantikan Isa dengan seorang yang diserupakanNya secara tersembunyi. Ketertipuan ini terus berjalan hingga diungkapkan oleh Muhammad (lihat rujukan Qs 3:54).
Pertanyaan kita yang saling elementer : "Mengapa Allah baru merasa perlu mengoreksi di abad ke 7 untuk sebuah kasus besar dari abad ke-1?". Mengapa kadaluarsa 6 abad? Membiarkan bermilyar manusia mati dalam kesesatannya yang terlanjur "menjunjung salib Yesus", karena belum sempat dikoreksi oleh Allah? Salahkah Ibu Maria, murid-murid Yesus, dan bermilyar pengikutnya, jikalau mereka telah mengimani pengelihatan yang "salah", karena mata mereka telah disesatkan oleh pembalasan tipu-daya Allah sendiri?

Cara Pembalasan Tuhan terhadap si penipu itu, sungguh tidak dikenal dalam Alkitab. Namun hal itu, diadopsi, menjadi bagian yang diwahyukan Qur'an sehingga para penterjemah terkesan rikuh dalam memilih dan memakai pelbagai istilah dan gaya yang saling berbeda untuk menterjemahkan kedua ayat berikut ini (perhatian teks bahasa aslinya) :

"Dan mereka itu membuat tipu daya, Allah membalas tipu daya mereka, dan Allah sebaik-baik (pembalas) tipu daya" (and Allah is the best of schemers Moh. Picthall)
"Mereka membuat tipu daya, tetapi Allah (juga) membuat membuat tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembuat tipu daya" (and Allah is the best of plotters, Qs 3:54; Qs 8:30).

Dalam paham Kristianitas, manusia menipu-daya karena hakekatnya yang jahat dab sumber dayanya terbatas. Namun Tuhan yang berhakekat Maha Kudus dan tidak terbatas sumber-dayaNya tidak harus terpaksa – bahkan tidak bisa – membalas tipu dengan tipu, apapun konsisi dan alasannya!
Teroris bisa menyandera dan membunuh keluarganya polisi dengan golok, namun polisi tidak bisa membalas keluarga si teroris, apalagi dengan meriam yang menghancurkan pula tetangga, lalu berkata "Rasain lu, saya lebih canggih membunuh kalian, kan?".

Kristianitas mengimani Allah yang dapat melawan dan menghukum siapa dan apa saja dengan cara yang tak terbayangkan manusia. Namun tidak dapat melawan hakekatNya sendiri "Yang tidak berdusta dan tidak mungkin berdusta". Dan "Tuhan tidak dapat menyangkal diriNya" (Titus 1:2; Ibrani 6:18; 2 Timotius 2:13).

Tuhan bisa terang-terangan membela dan memberi kehormatan kepada Isa setinggi-tingginya – dengan menghancurkan palang-salin – sambil mencangking dan menghajar semua musuhNya untuk berlutut di depan kaki Isa!. Namun Kuasa Kebenaran, dan Wibawa-KehormatanNya memustahilkan Dia secara sembunyi-sembunyi memilih menipu daya semua orang, sambil mebiarkan diriNya dipaksa manusia bejad untuk menghentikan masa dakwah nabiNya (Isa) secara prematur. Dengan dilenyapkanNya Isa disitu dan tamat riwayatnya entah bagaimana, bukankah sia-sia seluruh prestasi kenabiannya?
Dan tamat pula seluruh kepercayaan murid-muridnya akan kehebatan dan janji-janji Gurunya. Melainkan menyisakan terecrai-berainya mereka dalam rasa ketakutan, tidak mampu, danpercuma menginjil, karena toh sang Guru sendiri sudah dikalahkan (lihat akhir dari pasal ini).

Kebanyakan Muslim tidak mencoba untuk memahami bahwa sedari dahulu, Tuhan semesta alam selalu merujuk kepada satu formula penyelamatan manusia, yaitu hidup melalui kematian. Dan kematian Yesus itu mengalahkan MAUT bagi umatNya!
Dulu harga kematian disimbolkan oleh korban sembelihan anak domba; dan kini digenapi oleh pengorbanan Anak Domba Tuhan dalam penyaliban Yesus. Apabila kematian-kurban dari Yesus ini ingin "dibela" dengan cara dihilangkan, maka Ia justru akan kehilangan segala-galanya! :

(1) Hilang lenyap diri Isa, dari murid-murid yang dikasihiNya. Dilenyapkan Tuhan entah kemana tanpa pra-berita, tanpa pamit, tanpa saksi, tidak terjejaki. Meninggalkan penginjilan secara prematur sebelum berbuah (lihat butir 3)

(2) Hilang lenyap kalimat Isa, Injil dan ajaran-ajaran Isa tidak terjaga di dunia, padahal terjaga di sisi Allah dan tergores kekal di Lauhul-Mahfuz di Sorga. Injil Isa Islami membiarkan hilang lenyap dari dunia entah kemana, tidak terjejaki, sehingga Cuma Injil Palsu karya Paulus cs-lah yang tertinggal, dan kini tersebar ke seluruh pelosok bumi dalam 1000-an bahasa.

(3) Hilang-lenyap Misi Isa bersama dengan semua murid-murid awal Isa (Hawariyyin, para pengikut beriman). Mereka tidak terjaga, terdesak kalah dan hilang semua, disapu oleh murid-murid Paulus dengan ajaran sesatnya yang terus berjaya hingga kini. Padahal Qur’an menjajikan kemenangan bagi murid murid Isa :



Tapi dimanakah Injil Isa dan para pengikut-pengikut Isa (Islami) yang menang itu sekarang hilang? HILANG! Hilang segala-galanya disapu habis oleh kuasa nabi-nabi palsu yang dapat melebihi Isa! Total kesia-siaan Isa ini adalah konsekwensi sebab-akibat yang keras, sekali Muslim menolak kematian Kurban Yesus Al-Masih di kayu salib Muslim tahu bahwa Isa adalah sosok yang sempat digelar “Yang terkemuka di dunia dan di Akhirat” dan “datnda yang besar bagi semesta alam”.

Jadi silahkan teman-teman Muslim kini memilih satu diantara dua, Isa yang kehilangan segala-galanya (keberadaan diriNya, Kalimat, Ajaran & KaryaNya); Ataukah Isa yang tersalib dalam kematian kurban demi memberikan kita hidup yang kekal.

Kristen
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik