Silahkan masukkan username dan password anda!
Login

Lupa password?

Latest topics
» Ada apa di balik serangan terhadap Muslim Burma?
by Dejjakh Sun Mar 29, 2015 9:56 am

» Diduga sekelompok muslim bersenjata menyerang umat kristen
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:30 am

» Sekitar 6.000 orang perempuan di Suriah diperkosa
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:19 am

» Muhammad mengaku kalau dirinya nabi palsu
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:53 pm

» Hina Islam dan Presiden, Satiris Mesir Ditangkap
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:50 pm

» Ratusan warga Eropa jihad di Suriah
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:48 pm

» Krisis Suriah, 6.000 tewas di bulan Maret
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:46 pm

» Kumpulan Hadis Aneh!!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:43 pm

» Jihad seksual ala islam!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:40 pm

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Akal Budi Islam on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of on your social bookmarking website

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Poll
Statistics
Total 40 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah tutunkasep

Total 1142 kiriman artikel dari user in 639 subjects
Top posting users this month

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 23 pada Sat Jun 04, 2016 11:25 pm

Ali Sina vs Edip Yuksel

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Ali Sina vs Edip Yuksel

Post  FFI on Thu May 19, 2011 1:20 pm

http://www.faithfreedom.org/debates/EdipYuksel.htm
Ronde I
Seorang anggota FFI mengontak Dr. Edip Yuksel anggota ‘the Submitter’ yg terkenal itu dan seorang pengikut dari Dr. Rashid Khalifa utk berdebat dg saya (Ali Sina). Dr. Yuksel dg murah hati menerima tantangan ini. Berikut ini adalah diskusi kami.
Yth Edip Yuksel,
Undangan utk ini mestilah dikirim pada anda oleh salah satu anggota FFI. Saya senang anda setuju mengikuti pertukaran pendapat ini.
Saya akan mulai dg satu hal yg perlu diklarifikasi dan ini ada hubungannya dg posisi anda sebagai seorang muslim “Quran saja” (Qurani).
Anda sepertinya menolak semua Hadis. Bisakah terangkan pada kita apa anda juga menolak buku2 sejarah seperti Sirat, Tabari dan Al Waqidi?
Jika begitu, lalu berdasarkan apakah pengetahuan anda tentang Muhamad sebagai seorang yg pernah eksis dlm sejarah? Bagaimana anda tahu mengenai dia, kehidupannya, sahabat2nya, dll?
Apa anda melakukan ritual sholat wajib, puasa, haji, dll? Jika iya, bagaimana anda tahu bahwa cara itu yg diinginkan Muhamad utk dilakukan para pengikutnya. Quran tidak memuat penjelasan mengenai ritual2 ini. Semua perincian ini terdapat dalam Hadis yg merupakan dasar dari Sunnah (tradisi Islam). Tapi anda menolak keaslian dari hadis. Jadi darimana anda mendapat informasi penting yg tidak ada dalam Quran ini?
Terakhir, apa anda mengakui pentingnya hadis2 tertentu, setidaknya dalam hal nilai sejarahnya?
Saya mampir kesitus anda dan membaca pandangan2 anda akan hadis.
Jadi anda lebih suka memakai buku2 sejarah utk mempelajari Muhamad. That is fine with me. Saya juga akan memakai sudut pandang sejarah dlm pembicaraan dg anda. Tapi mari kita bicarakan hadis dulu.
Sikap anda adalah : semua hadis harus dibuang karena kebanyakan dikarang-karang. Lomax, lawan debat anda, membuat sebuah pengamatan yg valid. Dia bilang: “Setiap koleksi kesaksian kpd pengadilan manapun pastilah berisi sejumlah kebohongan dan kesalahan. Keandalan tiap potong bukti masih harus diperdebatkan … Namun jika seseorang mengumpulkan ribuan hadis dan membuat beberapa kesalahan, ia tak bisa dikatakan tidak dapat dipercaya.”
Anda menyanggah pernyataannya dan berkata: “Tak satupun pengadilan akan menerima kesaksian Bukhari yg mengumpulkan hadis2 kontradiktif mengenai Nabi Muhamad yg diceritakan dari generasi ke generasi 200 tahun setelah kematiannya.”
Dalam hal ini saya berpihak pada Lomax. Mari kita jernihkan dulu hal ini dg sebuah contoh. Departemen Kepolisian sebuah kota mencoba memecahkan sebuah kasus dan bertanya2 kepada publik. Ribuan petunjuk masuk. Kebanyakan tidak ada hubungannya, tapi diantara ribuan itu ada beberapa yg menguatkan kasus dan berdasarkan petunjuk2 tsb sang detektif mampu memecahkan kasus tsb. Tidak masuk akal utk mengabaikan semua petunjuk tsb hanya karena kebanyakan tidak benar.
Dalam kasus ini, kita ingin tahu tentang Muhamad dan bagaimana dia menjalani kehidupannya. Kita punya puluhan ribu petunjuk dalam bentuk cerita2 pengikutnya. Kebanyakan petunjuk2 itu lemah dan banyak juga yg cuma hasil karangan. Kita juga tahu bahwa para pengikutnya cenderung membesar-besarkan kebaikan dan menghubungkan keajaiban2 pada nabi tercinta mereka. Jadi jika kita melihat hadis demikian kita tidak perlu menganggapnya serius. Tapi jika kita gabungkan semua petunjuk ini maka muncullah gambaran ttg seorang manusia. Kita pisahkan petunjuk2 yg saling berhubungan, dan berdasarkan itu kita buat sketsa profil si tersangka. Bisakah kita 100% yakin akan wajahnya? Mungkin tidak! Tapi karena petunjuk2 ini datang dari banyak sumber dan meski terdapat perbedaan2 dalam perinciannya, semuanya mengatakan kisah yg sama sehingga kita bisa cukup yakin bahwa kita punya gagasan yg cukup baik mengenai bagaimana tampang si tersangka dan apa saja yg telah dia lakukan.
Jadi jika saya seorang detektif, saya tidak akan mengabaikan semua petunjuk hanya karena sebagian dari petunjuk2 itu dibuat-buat, khususnya kalau tidak ada sumber2 lain lagi utk dijadikan pegangan. Tapi, bagaimana jika wajah tersangka yg muncul menggambarkan ayah saya yg sangat saya cintai ? Apa yang akan menjadi reaksi alami saya? Saya kemungkinan akan membuang semua petunjuk tsb dan menganggap mereka semua salah. Ini sebuah ketidakjujuran. Tapi hey, kalian membicarakan ayah saya. Kalian meminta saya memilih antara kejujuran dan kasih sayang anak. Ini pilihan berat. Tidak semua orang bisa lolos dari ujian seperti ini. Saya akan melakukan apapun utk menutup-nutupi kejahatan ayah saya dan melindunginya.
Begitulah cara saya memandang anda dan semua penyangkal hadis lainnya. Anda tidak menyukai apa yg anda temukan dalam hadis. Hadis2 itu membuatmu malu. Anda temukan Muhamad menyiksa korban2nya, memancung mereka, mencabut mata mereka, memperkosa dan melakukan segala tindakan yg menjijikan. Semua itu terasa sakit dihati anda. Jadi bukannya anda jujur dan mengakui bahwa anda salah dan bahwa orang yg anda puja adalah seorang kriminal psikopat, anda malah mencoba menolak semua hadis. Anda pikir jika anda sembunyikan kepala anda dalam pasir dan berpura-pura tidak melihat; masalahnya akan menghilang begitu saja ? Para pengacara tercela O.J. Simpson melakukan itu dan mereka menang. Tapi apa ini berarti Mr. Simpson itu tidak bersalah? Bahkan jika anda memenangkan kasus ini dengan mendiskreditkan bukti2 dan teknikalitas, masihkan anda bisa hidup dg nurani anda ?
Dapatkah kita gunakan hadis2 ini dalam sebuah peradilan hukum utk membuktikan kejahatan2 Muhamad? Saya pikir bisa. Anda mungkin membantah bahwa itu semua bukti tidak langsung dan mencoba mendiskreditkan itu semua. Tapi hadis2 itu begitu banyak hingga juri waras manapun akan menemui kesulitan utk mengabaikan semuanya. Muhamad terbukti bersalah seperti yg dituduhkan.
Tapi, tujuan kita bukanlah utk melakukan tindakan hukum terhadap Muhamad. Dia sudah mati. Kita ingin mencari kebenaran. Kita mungkin tidak akan pernah bisa menemukan kebenaran 100%. Tapi kita bisa mendapat cukup banyak utk yakin. Yang anda punyai sekarang cuma kebohongan belaka.
Meskipun demikian, kita punya bukti cukup dalam Quran, dalam buku sejarah dan dalam hadis utk yakin bahwa Muhamad bukanlah utusan Tuhan tapi seorang pemimpin cult seperti Jim Jones dan David Koresh. Dan ini akan saya buktikan pada anda dalam diskusi kita ini.
Para muslim jatuh cinta pada Muhamad karena pada mereka telah ditunjukkan penggambaran dirinya sebagai seorang yg suci, seorang manusia sempurna, seorang manusia utk dicontoh dan diikuti, pengampunan Allah akan semua ciptaannya, blablabla... Penggambaran itu salah. Menurut petunjuk2 yg ada pada kita, dan pada kitabnya sendiri, dia sama sekali tidak dapat disebut orang baik. Bagaimana bisa para muslim mendapat gambaran yg salah itu didalam pikiran mereka? Karena mereka dicekoki kebohongan !
Jadi gambaran mana yg lebih akurat? Yang berdasarkan khayalan2 para pengikutnya atau yang muncul dari petunjuk2 tsb?
Ini hanya utk menunjukkan kelemahan2 dari posisi Muslim penganut “Quran saja”. Disamping fakta bahwa ini adalah salah satu cara berpikir yg salah (fallacious), ini juga menunjukkan bahwa Islam itu tidak dapat dimengerti.
Dalam surat ini anda bilang bahwa anda mengakui biografi Muhamad yg ditulis oleh Ibn Ishaq, Tabari dan Waqidi. Pengertian saya tentang ini berbeda waktu saya baca debat anda dg Lomax tapi sekarang sudah jelas.
Jika itu sikap anda dan anda bersikeras tidak mau menerima semua bukti sejarah mengenai Muhamad, saya malah menyangkal keberadaan Muhamad itu sendiri. Saya klaim bahwa dia adalah cerita karangan penguasa Arab yg membutuhkan sebuah agama utk membenarkan ambisi kerajaan mereka (Lihat Crone and Cook).
Anda seorang pengacara. Anda tahu bahwa beban pembuktian ada pada orang yg membuat pengakuan, yakni anda sendiri. Andalah yg harus membuktikan bahwa Muhamad benar2 ada dan bukan cuma sebuah figur fiksi belaka, sebuah isapan jempol dari pengarang asli Quran. Apapun yg anda katakan harus ada dokumentasinya. Tapi anda tidak boleh memakai hadis atau Sirat utk membuktikannya. Jika anda menyangkal buku2 ini, anda tidak boleh memakainya. Quote: Saya tidak berpikir bahwa anda mempercayakan tiap laporan sejarah dalam bukut Syrat, seperti Tabari atau Waqidi. Saya akan memperlakukan tiap anekdot sejarah dalam basis adhoc dan mengevaluasinya secara kritis dg sedikit rasa curiga yg memadai

Jadi apa posisi anda sebenarnya? Apa anda mau bilang bahwa bagian sejarah yg itu dapat diterima? Saya mengerti sepenuhnya cara anda memandang sejarah dan hadis dg sedikit rasa curiga yg memadai. Itu juga posisi saya. Alasan saya kemukakan ini adalah utk mengetahui dokumen mana yg dapat diterima dalam diskusi kita dan mana yg tidak dan apakah penolakan anda terhadap hadis dan sirat itu secara kategoris saja atau anda terbuka utk menerima dg sedikit rasa curiga. Apa anda mau memakai kriteria yg sama juga bagi hadis atau hadis sama sekali jangan dipakai?
Saya tanya apa yg menjadi dasar pengetahuan anda mengenai Muhamad dan anda jawab: Quote: Kebanyakan saya percayai narasi dari Quran. Jika kisah dalam Quran bertentangan dg cerita dari sebuah narasi tertentu saya pilih narasi Quran.

That is okay with me. Jika sebuah hadis atau narasi bertentangan dg Quran atau semangatnya kita akan menolaknya.
Jadi ijinkan saya rangkum apa yg saya mengerti dari posisi anda. Anda akan melihat hadis dan biografi Muhamad, asalkan keduanya tidak bertentangan dg Quran atau semangatnya. Anda mau menganggap keduanya sebagai sumber informasi utk nilai2 sejarahnya, meski dg sedikit keberatan.
Jika itu posisi anda, saya oke-oke saja. Itu juga cara saya memandang sumber2 itu. Tapi jika saya salah paham tolong jelaskan.
Jika begitu, saya akan membuat kasus terhadap Muhamad menggunakan hadis dan Sirat, juga Quran. Anda tentu saja bebas utk memperdebatkan keakuratan tiap dokumen yg saya sajikan berdasarkan kriteria yg disebut diatas, yakni jika bertentangan dg Quran, kita akan mengabaikannya tapi jika tidak kita akan memakainya, tidak sebagai kebenaran mutlak tapi sebagai sebuah kemungkinan.
Dg kata lain, kita tidak akan mengabaikan sebuah hadis atau sebuah kisah hanya karena hal itu menjelekkan Muhamad. Lagipula itulah yg ingin saya buktikan. Jika saya tidak dibolehkan utk menyajikan bukti2 saya melawan dia lalu apa tujuannya pengadilan ini?
Saya setuju utk tidak menyajikan bukti2 apapun yg bertentangan secara eksplisit atau implisit dg ajaran2 Quran. Anda berhak utk mempertanyakan keabsahan dari penyajian saya, tapi jika anda tidak dapat menunjukkan bahwa hal itu tidak absah kita tidak akan mengabaikannya. Kita biarkan mereka sebagai sebuah kemungkinan. Saya berpendirian bahwa beban dari dokumen2 yg mungkin ini dan beban dari Quran akan begitu berat hingga saya akan memenangkan kasus melawan Muhamad dan akan membuktikan pada anda dan dunia bahwa dia hanya seorang palsu dan bukan seorang nabi.
Pengacara Scott Peterson membantah bahwa semua bukti terhadap klienya adalah bukti tidak langsung. Dia benar! Tapi bukti itu begitu banyak hingga juri tidak punya masalah utk mendakwa dia salah. Kita punya lebih banyak lagi bukti melawan Muhamad.

FFI
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik