Silahkan masukkan username dan password anda!
Login

Lupa password?

Latest topics
» Ada apa di balik serangan terhadap Muslim Burma?
by Dejjakh Sun Mar 29, 2015 9:56 am

» Diduga sekelompok muslim bersenjata menyerang umat kristen
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:30 am

» Sekitar 6.000 orang perempuan di Suriah diperkosa
by jaya Wed Nov 27, 2013 12:19 am

» Muhammad mengaku kalau dirinya nabi palsu
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:53 pm

» Hina Islam dan Presiden, Satiris Mesir Ditangkap
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:50 pm

» Ratusan warga Eropa jihad di Suriah
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:48 pm

» Krisis Suriah, 6.000 tewas di bulan Maret
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:46 pm

» Kumpulan Hadis Aneh!!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:43 pm

» Jihad seksual ala islam!
by jaya Tue Nov 26, 2013 11:40 pm

Social bookmarking

Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Akal Budi Islam on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of on your social bookmarking website

Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Poll
Statistics
Total 40 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah tutunkasep

Total 1142 kiriman artikel dari user in 639 subjects
Top posting users this month

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 23 pada Sat Jun 04, 2016 11:25 pm

Allah adalah sosok hina yang punya anak, sekutu dan penolong!!!

 :: Debat Islam :: Aqidah

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Allah adalah sosok hina yang punya anak, sekutu dan penolong!!!

Post  Duel on Tue May 24, 2011 10:32 pm

Al Israa' (17) 111 Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.

Allah mempunyai anak

1. [23.55] Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), [23.56] Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.

Ini berarti Allah mempunyai anak. Dia tidak mungkin memberi dari apa yang tidak dipunyainya.
2. [26.132] Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui. [26.133] Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak, [26.134] dan kebun-kebun dan mata air, [26.135] sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar".

Jika segala sesuatu adalah kepunyaan Allah, milik Allah antara lain binatang-binatang ternak, kebun-kebun dan mata air, maka apakah sebabnya Allah tidak sanggup “mempunyai anak”? Ayat di atas jelas membuktikan bahwa Allah mempunyai anak.

3. [42.49] Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, [42.50] atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

Jadi, Allah mempunyai anak. Memang akhirnya sangat aneh dan terasa bahwa ayat yang satu bertentangan dengan ayat yang lainnya tidak terhindarkan. Kesimpulan yang paling logis adalah bahwa kedua pernyataan itu berasal dari dua sumber yang berbeda. Yang satu benar dan yang lainnya salah. Kedua-dunya mungkin salah, tetapi mustahil kedua-duanya benar.

Al Israa' (17) 111 Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.

Allah mempunyai sekutu

Surat Al Kahfi (18) 52 Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Dia berfirman: "Serulah olehmu sekalian sekutu-sekutu-Ku yang kamu katakan itu". Mereka lalu memanggilnya tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka).
Surat Al Qashash (28) 74. Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: "Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu katakan?"

Surat Al Qashash (28) 62. Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: "Di manakah sekutu-kutu-Ku yang dahulu kamu katakan?"

Surat An Nahl (16) 27 Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman: "Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang mu'min) ?" Berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu: "Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir"

Surat Fush Shilat (41) 47 Kepada-Nyalah dikembalikan pengetahuan tentang hari Kiamat Dan tidak ada buah-buahan keluar dari kelopaknya dan tidak seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Pada hari Tuhan memanggil mereka: "Dimanakah sekutu-sekutu-Ku itu?" mereka menjawab: "Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorangpun di antara kami yang memberi kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu)".

Mungkin anda berkata, “teks di atas tidak secara tegas mengatakan bahwa Allah mempunyai sekutu”. Mari kita uji. Ingat, muslim mengklaim bahwa Islam adalah agama yang paling rasional karena sangat mengandalkan penalaran logis.

1. “Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Dia berfirman”.

Kepada siapakah Allah ini berbicara? Kepada orang yang mempersekutukan Dia kah, atau kepada Muhammad kah, atau kepada pengikut Muhammad? Jika pernyataan ini benar, jika perintah mengingat ini benar, maka seseorang, atau sekelompok orang, dulunya mereka pernah mendengar atau berbicara dengan Allah. Kini mereka diperintahkan untuk mengingat kembali peristiwa itu. Hal itu mustahil. Kapan hal itu terjadi? Bukankah Allah baru diperkenalkan oleh Muhammad? Jika yang dimaksud adalah orang Yahudi, maka itu sangat mustahil juga sebab orang-orang Yahudi yang menetap di tanah Arab bukanlah orang-orang yang sezaman dengan manusia yang diceriterakan dalam Alkitab. Alkitab [PL] sudah selesai di tulis. Kemungkinannya ialah orang Yahudi atau malah Muhamamd sendiri yang sudah membaca atau mendengar kisah-kisah Alkitab. Tetapi dalam Alkitab tidak ditemukan bahwa Allah pernah berkata: "Serulah olehmu sekalian sekutu-sekutu-Ku yang kamu katakan itu". Mereka lalu memanggilnya tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka).

2. Jika Allah bertanya, tentu Dia juga tahu apa jawaban atas pertanyaannya.

Demikian juga jika Dia memerintah, atau menyuruh maka apa yang Dia perintahkan pasti akan terlaksana. "Serulah olehmu sekalian sekutu-sekutu-Ku yang kamu katakan itu” Ini berarti sekutu Allah itu ada. Jika tidak ada sekutu baginya, atau Allah tahu bahwa apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya hanya omong kosong belaka, maka perintah Allah itu sama sekali tidak ada gunanya. Perintahnya hanya akan membuktikan bahwa Dia bukan Tuhan. Sederhananya, Tuhan tidak mungkin mengajukan pertanyaan bodoh. “Sekutu-sekutu Allah itu dipanggil”, tetapi sayangnya para sekutu Allah ini tidak menjawab.

3. Cermatilah surat (41) 47 ini. Allah berkata: "Dimanakah sekutu-sekutu-Ku itu?" mereka menjawab: "Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorangpun di antara kami yang memberi kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu)".

Ternyata tak seorang pun yang memberi kesaksian bahwa Allah mempunyai sekutu. Nah, Anda lihat, betapa konyolnya Allah itu. Bagaimana mungkin Dia bertanya: "Dimanakah sekutu-sekutu-Ku itu?" mereka menjawab: "Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorangpun di antara kami yang memberi kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu)".

Al Israa' (17) 111 Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.

Allah adalah sosok hina yang memerlukan penolong

1. Ali Imran (3) 52 Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

2. Ash-Shaff (61)14 Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana 'Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut- pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong- penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

3. Imam An-Nawawi- Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari"Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim"
HR. Muslim
Nomor: 7
Sumber: http://assunnah.mine.nu

Menarik bahwa menurut Muhammad, “Agama itu adalah nasihat.”, maka jika Alquran mengatakan “kamilah penolong-penolong agama Allah”, maka hal itu sama artinya: “Kamilah penolong-penolong me-nasihat-I Allah”.

Berkaitan dengan “Allah yang memerlukan penolong ini”, kita menemukan begitu banyak pertentangan antara ayat yang satu dengan ayat yang lainnya, misalnya: At Taubah (9) 116 Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah. Pernyataan Allah ini, Dia sangkal sendiri, sbb.: Al Maidah (5) 55- Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang- orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Bertentangan pula dengan yg berikut ini.: Al Furqaan (25) 31 Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.
Wallahu a'lam

Duel

Jumlah posting : 86
Join date : 18.04.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 :: Debat Islam :: Aqidah

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik